
Hari ini hari minggu
Kejadian semalam benar benar membuat meli melamun...
Kenapa semalam dia tidak menolak ciuman itu....
Bodoh bodoh bodoh
Memalukan diriku ini...
Pasti dia berfikir macam macam
Dert
Dert
Dert
No asing menelfonnya
Meli mengabaikannya
Tapi lagi lagi hp nya bunyi....
Dengan terpaksa meli mengangkatnya
Halo....
Halo kucing liar.
Meli mengerutkan dahi nya,
Siapa yang berani beraninya memanggilnya kucing liar
Halo kucing liar kenapa diam saja?
Apa kau sedang membayangkan ciuman kita yang semalam?
Hoeh... Ternyata dia~gumamnya dalam hati
Ternyata kau
Ada apa? Kenapa pagi pagi menggangguku?
Keluarlah...
Aduh apa lagi si
Meli keluar membuka pintu rumah...
Permisi nona...
Ucap seorang ber jas
Ada apa ya pa? Tanya meli yang bingung..
Tuan muda mengirimkan sepeda ini untuk nona...
Tuan muda?
Ya tuan muda galih yang mengirimnya nona
Terimakasih pa...
Baik saya permisi nona
Meli pun melihat sepeda nya
Wauw ini bagus sekali
Aaah... Apa aku harus menerimanya
Hey kucing liar apa kau masîh mendengarku? Halo halo...
Hah iya,,, kenapa kau mengirimkan sepeda ?
Itu untuk ganti rugi sepedamu
Apa kau suka?
Ok aku terima sebagai ganti sepedaku...
O ya dari mana kamu tau no hp ku?
Oh itu rahasia.....
Yu udah aku mau tidur,,,
Kau tau kan semalam kurang tidur
Ok selamat tidur kucingku...
Meli tidak benar benar mau tidur, itu hanya alasan agar galih menyudahi telfonnya
Meli pun keluar hendak ke rumah nana sahabatnya...
Dia menggunakan sepeda yang diberikan gaĺih.... Tapi ditengah jalan dia melihat dion yang sedang memainkan gitar dipinggir danau
Meli pun turun dan menghampiri dion...
Hai ka...
Hai.... Sedang apa disini?
Ah... Tadi aku mau kerumah teman eh ga sengaja liat kaka lagi memainkan gitar...
Kaka sendiri sedang apa disini?
Hanya menikmati udara segar aja
Owh...
Kamu tidak jalan dengan galih? Bukanya kalian udah jadian?
Em... Aku sangat membencinya
Bagaimana aku bisa jadian denganya...
Bahkan dia yang seenaknya ngumumin seolah olah aku kekasihnya
Aku aja kaget...
Oh ya...
Jadi sebelumnya galih belum menembakmu?
Meli hanya menggelengkan kepalanya
Tapi... Galih tampak serius
Dia tidak pernah pacaran sebelumnya... Bahkan sifatnya cenderung dingin dengan cewe?
Oh ya....?
Ah aku tidak peduli....
Apa kamu bisa main gitar?
Tanya dion
Eemm... Tidak ka... Jawab meli
Mau belajar?...
Apa boleh?... Meli antusias
Tentu...
Sini....
Mereka pun belajar gitar sambil tertawa
Keesokan harinya di sekolah
Jam istirahat
The Star berada di kantin..
Meli yang datang ke kantin langsung disambut galih
Ayo duduk disini... Tawar galih yang sedang duduk dengan kedua temanya dion dan juga beni
Meli mendengus...
Kenapa harus ada dia si~ gumam meli
Meli pun terpaksa duduk dengan ketiga bintang sekolah itu
Hay ka beni , ka dion
Sapa meli
Hey kau hanya menyapa mereka?tidak menyapaku...
Protes galih
.
Hay ka galih... Sapa meli terpaksa
Mana bekalmu? Tanya galih
Huh... Kenapa emang ?
Ini bekalku ~ seru meli yang bingung
Ini kau makan ini saja...
Bekalmu untuku...
Emm... Tapi bukankah enak ini ya
Bekalku bahkan hanya telur gulung..
~seru meli yang heran padahal makanan galih adalah daging salmon
Aku sudah bosan... Dengan ini~ jawab galih
Hey... Apa aku boleh ikut menyicipinya juga ~ seru beni yang langsung mengambil telur gulung
Hey apa apaan kau?
~ucap galïh yang geram
Hahahaha....
Posesiv kali kau, bahkan hanya telur gulung...
~seru beni yang heran dengan perubahan sifat galih yang berubah
Dion pun juga ikut menyomot telur gulungnya
Hey kau kenapa ikut ikutan? ~ galih geram dengan kedua sahabatnya
Dion dan beni pun tertawa melihat ekspresi galih
Hey mel... Kau ternyata benar benar wonder women yang meluluhkan es batu seperti galih
Lihatlah dia bertingkah konyol karenamu
~ ucap beni