My Lady

My Lady
belajar gitar



Hari ini hari minggu


Kejadian semalam benar benar membuat meli melamun...


Kenapa semalam dia tidak menolak ciuman itu....


Bodoh bodoh bodoh


Memalukan diriku ini...


Pasti dia berfikir macam macam


Dert


Dert


Dert


No asing menelfonnya


Meli mengabaikannya


Tapi lagi lagi hp nya bunyi....


Dengan terpaksa meli mengangkatnya


Halo....


Halo kucing liar.


Meli mengerutkan dahi nya,


Siapa yang berani beraninya memanggilnya kucing liar


Halo kucing liar kenapa diam saja?


Apa kau sedang membayangkan ciuman kita yang semalam?


Hoeh... Ternyata dia~gumamnya dalam hati


Ternyata kau


Ada apa? Kenapa pagi pagi menggangguku?


Keluarlah...


Aduh apa lagi si


Meli keluar membuka pintu rumah...


Permisi nona...


Ucap seorang ber jas


Ada apa ya pa? Tanya meli yang bingung..


Tuan muda mengirimkan sepeda ini untuk nona...


Tuan muda?


Ya tuan muda galih yang mengirimnya nona


Terimakasih pa...


Baik saya permisi nona


Meli pun melihat sepeda nya


Wauw ini bagus sekali


Aaah... Apa aku harus menerimanya


Hey kucing liar apa kau masîh mendengarku? Halo halo...


Hah iya,,, kenapa kau mengirimkan sepeda ?


Itu untuk ganti rugi sepedamu


Apa kau suka?


Ok aku terima sebagai ganti sepedaku...


O ya dari mana kamu tau no hp ku?


Oh itu rahasia.....


Yu udah aku mau tidur,,,


Kau tau kan semalam kurang tidur


Ok selamat tidur kucingku...


Meli tidak benar benar mau tidur, itu hanya alasan agar galih menyudahi telfonnya


Meli pun keluar hendak ke rumah nana sahabatnya...


Dia menggunakan sepeda yang diberikan gaĺih.... Tapi ditengah jalan dia melihat dion yang sedang memainkan gitar dipinggir danau


Meli pun turun dan menghampiri dion...


Hai ka...


Hai.... Sedang apa disini?


Ah... Tadi aku mau kerumah teman eh ga sengaja liat kaka lagi memainkan gitar...


Kaka sendiri sedang apa disini?


Hanya menikmati udara segar aja


Owh...


Kamu tidak jalan dengan galih? Bukanya kalian udah jadian?


Em... Aku sangat membencinya


Bagaimana aku bisa jadian denganya...


Bahkan dia yang seenaknya ngumumin seolah olah aku kekasihnya


Aku aja kaget...


Oh ya...


Jadi sebelumnya galih belum menembakmu?


Meli hanya menggelengkan kepalanya


Tapi... Galih tampak serius


Dia tidak pernah pacaran sebelumnya... Bahkan sifatnya cenderung dingin dengan cewe?


Oh ya....?


Ah aku tidak peduli....


Apa kamu bisa main gitar?


Tanya dion


Eemm... Tidak ka... Jawab meli


Mau belajar?...


Apa boleh?... Meli antusias


Tentu...


Sini....


Mereka pun belajar gitar sambil tertawa



Keesokan harinya di sekolah


Jam istirahat


The Star berada di kantin..



Meli yang datang ke kantin langsung disambut galih



Ayo duduk disini... Tawar galih yang sedang duduk dengan kedua temanya dion dan juga beni



Meli mendengus...


Kenapa harus ada dia si~ gumam meli


Meli pun terpaksa duduk dengan ketiga bintang sekolah itu



Hay ka beni , ka dion


Sapa meli



Hey kau hanya menyapa mereka?tidak menyapaku...


Protes galih


.


Hay ka galih... Sapa meli terpaksa



Mana bekalmu? Tanya galih



Huh... Kenapa emang ?


Ini bekalku ~ seru meli yang bingung



Ini kau makan ini saja...


Bekalmu untuku...



Emm... Tapi bukankah enak ini ya


Bekalku bahkan hanya telur gulung..


~seru meli yang heran padahal makanan galih adalah daging salmon



Aku sudah bosan... Dengan ini~ jawab galih



Hey... Apa aku boleh ikut menyicipinya juga ~ seru beni yang langsung mengambil telur gulung



Hey apa apaan kau?


~ucap galïh yang geram



Hahahaha....


Posesiv kali kau, bahkan hanya telur gulung...


~seru beni yang heran dengan perubahan sifat galih yang berubah



Dion pun juga ikut menyomot telur gulungnya



Hey kau kenapa ikut ikutan? ~ galih geram dengan kedua sahabatnya



Dion dan beni pun tertawa melihat ekspresi galih



Hey mel... Kau ternyata benar benar wonder women yang meluluhkan es batu seperti galih


Lihatlah dia bertingkah konyol karenamu


~ ucap beni