
di basscame The Star
galih frustasi, melampiaskan kekecewaan dan kemarahanya dengan membanting barang barang di basscame
AARGGGHHH.......
jadi ini alasan kamu ga mau pergi sama aku kemarin?
ternyata kamu murahan...
bego nya aku ...
ah... sial kenapa aku harus jatuh cinta dengan cewe murahan
~lampiasan galih dengan bermain tinju dengan karung tinju
beni yang melihat galih pun tak tega karena ini kali pertama galih patah hati..
dion yang mengenal dekat dengan meli juga tak percaya begitu saja dengan foto itu
liatlah dia... manusia dingin yang mencair karna jatuh cinta tapi seketika hatinya porak poranda... ~ucap beni pada dion
aku rasa meli bukan cewe seperti itu,,, untuk masuk ke sekolah ini aja dia ikut kompetisi mati matian agar dapat beasiswa...
~jawab dion
apa menurutmu ada yang menjebak meli?~ beni mengerinyitkan alis nya
bisa jadi... jawab dion
apa kau punya nomor telpon meli?~tanya beni
ya...
hubungi dia....
ok...
dion menelpon meli... menanyakan sedang dimana, meli pun menjawab sedang dirumah sahabatnya
setelah meli mengshare lokasi dion dan beni pun menyusul ke rumah nana
~dirumah nana~
siapa mel yg telfon? nyokap lu?
bukan, tp ka dion
ka dion ?emm....
ya dia mau kesini katanya..
kenapa?
ga Tau.... sambil menaikan bahu..
tok
tok
tok
la itu pasti ka dion... ~meli
biar gue aja yang bukain pintu~ nana
permisi kenalin saya dion
saya beni
emm apa meli ada disini? kata ka dion
saya nana sahabatnya meli
meli udah nungguin ko di dalem
ayo ka silahkan masuk
setelah duduk diruang tamu ber empat dengan jus jeruk dan kue yang dihidangkan mama meli beni mencoba membuka suara
mel... maaf aku mau nanyain perihal foto yang sedang heboh dimading kamu jangan tersinggung ya.... tanya beni yang sedikit ragu ragu
ya ka ga pa2...
aku juga ga tau,, kenapa foto itu bisa ada dimading
~jawab meli yang lesu
kamu ga tau difoto berartï?
kamu bisa ceritain kronologisnya?
~selidik dion
ya waktu itu pulang sekolah laudya mengajak aku kerumahnya,, dan malamnya aku diajak ke pesta ulang tahun temanya
laudya ijin ke toilet.. saat itu aku haus sekali karena disana hanya ada minuman alkohol aku berusaha menahanya
trus ada cowo yang nawarin aku minum lemon tea, karena aku udah haus banget akupun menerimanya dan langsung meminumnya
lima menit setelah itu kepalaku terasa begitu sakit... dan setelah itu aku tidak ingat apa apa lagi.. hingga aku terbangun pagi pagi dengan jaket dan baju yang berserakan dilantai, aku hanya menggunakan tangtop dan tertutup selimut~ jawab meli yang menceritakan dengan lesu
apa ada petunjuk dikamar itu? ~tanya beni
hanya ada secarik kertas diatas nakas
jawab meli sambil menyerahkan kertas itu
dion dan beni membuka kertas itu
Terimakasih untuk semalam
apa saat kamu bangun ada tanda kissmark di leher atau di dada kamu? dan apa kamu merasakan sakit di **** saat bangun?maaf pertanyaanku sedikit sensitif, ~ beni
tidak ada tanda apapun, dan aku tidak merasakan sakit
hanya kepala saja yang rasanya nyut2tan
berati memang tidak terjadi apa apa ~gumam dion dan beni
tunggu ada tanda kiss di ujung kertas dengan lipstic
apa ini kiss bibirmu? tanya beni
bukan
tunggu ,kita liat foto nya lagi
dion membuka laptop dan mengamati foto itu
foto ini bukan foto selfie, ini diambil dari jarak yang cukup jauh berarti ada pihak ketiga yang mengambil foto kalian
dan cowo ini apa kau mengenal dia sebelumnya? tanya diön
ya... dia yang memberi aku minuman
namanya hans , hanya itu yang aku tahu
~jawab meli
ok informasinya cukup
dimana hotel saat kamu bangun kemarin? tanya beni
di hotel MM kamar no 309
ok aku rasa cukup... ~dion
kamu tenang aja mel., kita akan bantu~beni
ok kita cabut dulu ya......
daa...
dion dan beni langsung pamit
~pov meli~
aku merasa hancur saat mengingat aku bangun kemarin di hotel,
aku merasa bodoh karena tidak bisa menjaga diri...
saat aku berangkat sekolah aku tidak tahu bagaimana foto foto itu terpampang di mading
aku sakit saat mereka mengataiku JALANG
tapi aku lebih sakit saat galih tidak mempercayaiku... dia meninggalkanku begitu saja
harusnya aku senang karena dengan ini galih tidak akan mendekati lagi, tapi kenapa hatiku sakit seolah ingin menjelaskan kalau aku bukan gadis seperti itu...