MY ENEMY MY LOVE

MY ENEMY MY LOVE
PART 7 TARUHAN



Malam kedua


Semua Peserta Camping berkumpul di lapangan untuk menerima Pengarahan dan guru yang bertanggung jawab mengurus saran ini. Acara malam ini adalah Jurit malam sekaligus mencari jejak


" Malam ini saya Neta Andina, selaku ketua Pelaksana acara camping akan membacakan kelompok yang sudah ditentukan. Tidak ada yang boleh Protes Paham " ucap Bu Nera


" Paham,” jawab semua siswa serempak.


" Kelompok Pertama adalah Vina X 5, Alam X-1, Bianca X 2, Gra X-8, Gibran XI IPA 2, Boy XI IPS 3, Bara X11 IPA 3, Salma XU IPS 4”


" Pokoknya selama Jurit malam Kakak harus deket sama Gita. Kak gak boleh deket-deket sama cewek kecentilan itu,” Perintah Gita sarkastis.


Gibran hanya mengangguk Pasrah Tinggal dua hari lagi dari masa berlaku Pacarannya Dia harus bisa tahan sebelum semuanya berubah menjadi tinggal kenangan seperti sebelum-sebelumnya.


Setelah Pembagian kelompok oleh Bu Neta selesai, semua siswa berkumpul sesuai dengan kelompok masing-masing. Mata Bianca tak bisa lepas dari Pandangan Gita Yang bergelayut manja di lengan Gibran Bianca menyumpahi mereka bahwa sehabis Pulang Camping, mereka akan Putus, Untuk melampiaskan kekesalannya, Kate memainkan Ponselnya. Tidak Peduli ketua kelompoknya berbicara apa.


" Kenapa Bianca ” tanya Seorang lelaki di samping Bianca


Bianca menoleh ke arah lelaki itu. Dia mendapati Bara. Jantung Bianca kembali berpacu lebih cepat. Sekarang Perasaannya campur aduk. Bara adalah mantan yang Paling Bianca sayang tapi dia juga mantan yang Paling mengecewakannya. Karena Bara Bianca susah untuk move on. Karena Bara juga, akhirnya Bianca sadar dan Tidak lagi memainkan Perasaan lelaki sebelumnya.


" Bianca " Panggil Bara


Bianca masih tidak bisa mencerna mengapa Bara mengajaknya berbicara kali ini Kemarin dia mengiriminya Pesan, sekarang berbicara. Sebenarnya mau Bara itu apa


" iya, Kak ? Kenapa " jawab Bianca canggung.


Bara tersenyum sangat manis ke arah Bianca Senyuman itu membuat Bianca meleleh lagi. Gadis ini yakin, setelah Pulang dari acara Camping ini, dia akan menangis karena merindukan Bara Kenangan indahnya bersama Bara terlalu banyak.


" Bianca bisa dengerin gue ngomong dulu "


Bianca langsung menoleh ke arah suara lain Di sang sudah ada Boy yang sedang berdiri memberikan Pengarahan kepada yang lainnya.


" Maaf Kak Boy tadi gue ngabarin nyokap gue dulu,” alibi Bianca


" Lain kali Tunggu gue selesai bicara dulu ya.”


Bianca mengangguk. Ternyata semua orang benar Boy Orangnya sangat ramah dan baik Hanya saya dia tidak terlalu ingin terkenal seperti Gibran dan kawan-kawannya.


Setelah Pembagian tugas kelompok selesai mereka kembali ke tenda untuk mempersiapkan apa yang akan mereka bawa nanti saat jurit malam dan mencari jejak.


" Jangan ganggu Cowok orang,” Suara Perempuan itu berhasil menghentikan langkah kaki Bianca Dia berbalik dan melihat siapa yang berbicara.


Bianca menengok ke kanan dan ke kiri Tidak ada orang selain dirinya dan orang yang mengajaknya bicara.


" Lo ngomong sama gue, " Tunjuk Bianca ke dirinya sendiri.


" Gak usah sok Polos deh lo Sekalinya murah ya murah, yang berlagak mahal Gak ada cowok lain lo ? Sampe harus Perhatian dari cowok gue ? Di mana harga diri lo sebagai Perempuan, " Perempuan itu mendorong bahu Bianca sampai Bianca mundur satu langkah dan tempatnya semula.


Bianca mengerutkan keningnya. Dia tidak tahu bahwa Pacar Gibran yang sekarang tak jauh beda dan Pacar-pacarnya yang dulu. Semuanya barbar.


" Gangguin cowok lo ? Masih mimpi lo," balas Bianca sinis


Gita menghela napasnya gusar. “ Maksud lo apaan modus ke Gibran ? Pake marah saat dia lagi romantis sama gue ? Terus, kenapa kalian Pegangan tangan dan janjian di toilet segala Seorang Bianca Aurelia hanya kencan di toilet murah lo," ejeknya sengit.


Bianca berjalan mendekati Gita, lalu mencondongkan tubuhnya agar sejajar dengan gadis itu. " Tanya Gibran aja Dia lebih Pilih orang yang statusnya masih Pacar Gibran atau dia Pilih gue yang bukan siapa-siapanya ?” bisik Bianca


Gita membulatkan matanya. " Siapa lo Kenapa harus cowok gue,” Protesnya.


Bianca menggeleng. " Liat nanti malam jangan salahin gue kalo lo nangis nanti.”


" Oke kita liat nanti malam, siapa yang akan menang,” Putus Gita dengan nada final.


Bianca hanya menggeleng tak acuh lalu dia meninggalkan Gita. Otaknya mulai bekerja Dia tidak boleh kalah dari Gita Harga dirinya terlalu berharga dibandingkan dia harus kalah dari gadis barbar itu. Baru kali ini Bianca merasa bahagia mengingat Gibran adalah calon tunangannya, dan lelaki itu juga sudah menerima amanat untuk menjaga Bianca


...•••••...