MY ENEMY MY LOVE

MY ENEMY MY LOVE
PART 24 Engaged



"


" Janne bukain Pintu dong,” Pinta Bianca Percayalah, itu bukanlah Permintaan melainkan Perintah.


" Mager lo ajaok tok


Bianca malas membuka Pintu itu. Dia harus merayu ketiga curut ini untuk membukakannya yaitu Pada Jane yang sedang memainkan Ponselnya.


" Janne bukain Pintu dong,” Pinta Bianca Percayalah, itu bukanlah Permintaan melainkan Perintah.


" Mager lo ajaok tok


Bianca malas membuka Pintu itu. Dia harus merayu ketiga curut ini untuk membukakan Pintu, sampai tatapan matanya yaitu Pada Jane yang sedang memainkan Ponselnya.


" Janne bukain Pintu dong,” Pinta Bianca Percayalah, itu bukanlah Permintaan melainkan Perintah.


" Mager lo aja sendiri,” jawab Jane tak acuh.


Bianca mengangguk, " Ya udah kalo gak mau lo gak dapet jatah makan ya untuk malem ini," ancam Bianca sadis Jika menyangkut makanan, Jane akan menyerah.


Jane mengerucutkan bibirnya kesal


" Mainannya ancem-anceman macam bocah,” Cibirnya sambil mendelik sebal.


Jane berjalan ke arah Pintu Kamar Pun berbicara dengan seorang wanita Paruh baya. Wanita itu dipercaya keluarga Gibran untuk mengurusi vila mereka


Wanita itu bernama Mia. Dia memberikan sebuket bunga kepada Jane, kemudian berlalu


Jane menutup Pintu kamar. Dia berjalan ke arah teman-temannya yang berada di kasur, lalu membanting buket bunga itu ke pangkuan Bianca


" Berasa jones ? banget gue di antara kalian di sini,” teriak Jane.


Anna menoyor kepala Jane. “Jangan teriak-teriak kayak gitu, mati cepet tua nanti," bentaknya.


...Selamat malam calon tunanganku ini bunga cantik untuk orang tercantik malam ini...


Gibran


Bianca langsung tersenyum manis dan membacanya. Gibran memang romantis sangat beruntunglah orang yang menjadi teman hidupnya


" Cariin Jane Pacar, ya Allah, berasa Jones dedek di sini," Keluh Jane dengan suara yang sangat mendramatisir


" Emang lo jones abadi, Jane, akulah,” cibir Anna.


Alexa terkekeh pelan lalu menepuk Pundak Jane. " Gue juga single kali Jane Jadi santai aja, lo ada temen.”


" Lo udah ada calon supaya lo gak jones, yaitu Kak Dylan. Lagian gue siapa calonnya ? Abang lo gak Peka-peka banger sih, Xa. Sakit hati gue, Xa,” Cibir Jane. Jika ada casting untuk sebagai orang yang tersakiti mungkin Jane akan terpilih.


" Andre balik lagi ke sini loh, Jane. Mau gak," Bianca menawarkan sepupunya kepada Jane.


Raut wajah Jane langsung berubah saat mendengar nama Andre disebut Kemarin saat Jane bertemu dengan Andre di rumah Angga untuk ikut Pesta dia segera Pulang.


" Mendingan gue nunggu abangnya Alexa yang gak Peka. aja,” jawab Jane datar berbeda dengan Jane yang biasanya selalu berekspresi.


Bianca mengerutkan keningnya. " Lo ada masalah apa sama Andre Bukannya lo dulu deket ya sama dia,” tanya Bianca Penasaran. Mungkin setan keponya Jane berpindah tempat ke Bianca


Jane menggeleng Pelan. " Deket ? Gak Pernah. Lo sih yang salah ngartiin,"


Bianca berusaha mengingat momen kedekatan Jane dat Andre dulu


" Pernah Jane. Gue inget waktu kan SMP. bahkan Andre rela turunin gue di jalanan karena Lo minta jemput sama dia.”


Jane mencibir. Kate memang sangat Pintar dalam mengingat masa lalu Bianca menggelengkan kepalanya. Dia tahu Pasti ada masalah antara Jane dan Andre hingga keduanya Perang Angin sepert ini


...••••...