MY ENEMY MY LOVE

MY ENEMY MY LOVE
PART 23 MENGUNGKAPKAN PERASAAN



Gibran mengangkat wajahnya saat dak merasakan lagi guyuran air hujan. Dia melihat seseorang di depannya sambil membawa Payung.


" Bianca " lirih Gibran


Bianca hanya diam tanpa ekspresi Gadis itu menyerahkan Payung lainnya untuk Gibran. Saat dia berniat untuk meninggalkannya, Gibran menarik lengan Bianca dan memeluknya dengan erat. Bianca bisa merasakan badan Gibran yang basah kuyup karena kehujanan


" Jelaskan semuanya sama gue, " Pinta Gibran


Sekarang Payung yang Bianca Pegang terbang entah kemana. Dia tidak Peduli lagi jika terkena air hujan sekarang


Bianca menunduk dalam-dalam, kemudian menatap Gibran


" Gue ... gue jatuh cinta sama lo Entahlah, gue gak tahu bagaimana bisa gue merasakan ini sama lo. Gue Pengen banget melanjutkan hubungan ini sama lo. Tapi gue tahu Gibran, lo menganggap gue sebagai Perempuan kotor,” lirihnya


Mendengar itu, hati Gibran semakin tersayat karena rasa bersalahnya.


" It’s sad when you realize you aren't as important to someone as you thought you were,” bisik Bianca Pelan.


Deg


Gibran bisa merasakan debaran jantungnya semakwe berpacu dengan cepat, Dia tidak tahu efek dari ucapannya kemann akan berakibat fatal untuk Bianca


" Gue gak tau Lo sudah mengetahuinya atau belum tapi gue mau klarifikasi ...."


Gibran menempelkan telunjuknya ke bibir Bianca mengisyaratkan agar Bianca segera berhenti menyayat hatinya


Bianca diam lalu menatap Gibran. Air hujan dan air matanya bercampur menjadi satu


" Gue capek Gibran. Gue capek dan gue sakit hati saat Lo Panggil gue dengan sebutan itu. Kenapa harus lo yang melakukan itu sama gue ? Tolong Gibran setelah Lo Tahu kebenarannya gue hanya minta satu hal sama Lo jangan Pernah manggil gue dengan Panggilan itu lagi. rasanya sakit banget Gibran," ucap Bianca


" Sakit Gibran saat orang yang gue sayang mengklaim gue sebagai cewek murahan atau sebutan yang tidak Pantas diberikan kepada Perempuan mana Pun," sambungnya


Gibran tahu bahwa Bianca menangis dalam guyuran air hujan sekarang Perasaan Gibran kusut. Dia tidak tahu harus melakukan apa kesalahannya Pada Bianca sangat besar sehingga dia sendiri tidak tahu bagaimana cara menebusnya


" Sekarang gue udah Jelasin semuanya sama lo Gibran Terserah jalan apa yang Lo mau ambil nanti ke depannya Yang Jelas gue Merasa Mentari lebih baik dari gue Dia berhak dapetin Lo seperti yang Lo bilang dulu bahwa Mentari jauh lebih baik di banding gue. Gue tahu Gibran gue gak Pantes dapetin lo jadi orang yang ada di sisi lo atau mungkin lo sudah muak sama gue,"


" Buat masalah Pertunangan kita. Gue udah ngomong sama nyokap gue. Setelah gue jelasin masalah ini sama Lo dan lo tetap gak bisa menerima gue nyokap gue akan membatalkan Pertunangan ini. Bagaimanapun caranya," ujar Bianca Panjang lebar


Gibran tahu. Sikap diamnya sekarang ini akam lebih menyakin perasaan Bianca Dia Tidak menyangka bahwa Bianca telah melakukan apa pun demi kebahagiaan dirinya. Gibran Sendiri hanya diam. itu semakin menyakiti Bianca


Gibran kembali menarik Bianca ke dalam pelukannya. Dia memeluknya dengan erat seolah Tidak ada waktu lagi untuk memeluk Kate keesokan harinya.


" Maafin gue, Bianca, maaf... maaf,” lirih Gibran. Baru kali ini Gibran bisa mengeluarkan air matanya. Dadanya terasa sangat sesak karena menyakiti Perasaan Bianca sebegitu dalamnya.


" Bilang sama gue, Bianca Jangan diem kayak gini, Bagaimana cara menebus semuanya ? Apa yang harus gue lakuin supaya lo mau maafin gue,” racau Gibran


Bianca bergeming. Itu membuat Gibran semakin merasa bersalah. Hatinya sangat sakit mengetahui keadaan Bianca yang jauh dan kata baik ini


" Bianca jawab gue. Jangan diem kayak gini,” Pinta Gibran. Dia bisa merasakan sekarang bahwa Bianca menangis di dadanya.


" Please, Bianca, jangan nangis lagi. Ini semua sudah cukup buat gue sakit. Jangan menambahnya lagi,” lirih Gibran


" Gue gak tau,” jawab Bianca


" Gue harus lakukan apa untuk menebus kesalahan gue Please Bianca jawab Bilang bagaimana cara menebus semua kesalahan yang udah gue lakuin sama Lo," ujar Gibran


" Gue cape, Gibran, harus nahan Perasaan ini sendirian. Gue malu ngeliat diri gue begitu lemah. Jujur aja, hati gue gue ngeliat lo sama Tari atau cewek lainnya. Tapi, gue bisa apa ? Gue sama sekali gak ada hak buat ngelarang Lo ngelakuin itu semua. Gue hanya minta lo lepasin dan maafin gue. Dan gue harap atu adalah keputusan yang terbaik untuk kita.”


Kali ini Gibran bersumpah. Dia tidak akan melepaskan Bianca walaupun gadis itu yang memintanya. Sudah cukup da menyakiti Bianca akan sikap dan Perilakunya,


" Don’t leave me Bianca,” lirih Gibran. “I don't care how complicated this gets, I still want you’,” bisiknya


Bianca hanya tersenyum kecut menanggapinya.


" Jangan kasih gue harapan yang berlebih, Gibran. Dan Jangan Pernah ada pikiran buat kasihani gue hanya karena gue bilang bahwa gue sayang dan cinta sama lo. Itu hanya akan buat gue merasakan sakit.”


Gibran menunduk dalam-dalam. “Gue mesti gimana agar lo bisa percaya sama gue," tanyanya sungguh-sungguh.


" Gue gak Pernah kasih harapan lebih sama lo. Gue sayang lo, sayang banget bahkan lebih sayang dibanding rasa Sayang lo sama gue Sekarang, gue gak Peduli bagaimana Lo dan Siapa Lo Asalkan Lo tetep sama gue gak ninggalin gue Lo masih mau memperbaiki hubungan kita kan ? tanya Gibran Penuh harap


Bianca terdiam cukup lama. itu membuat Gibran khawatir dan takut Bianca menolaknya.


" I want to be the one to show you love, call you babe, hss you when you're mad, hold you down, and wipe your tears away when you're in Patn’.”


Mata Gibran berbinar saat Bianca mengucapkan kalimar barusan. ini jauh dari ekspektasinya. Bianca memang benar-benar mencintainya Gibran dengan setulus hatinya. Dengan Perlahan, Gibran mendekatkan wajahnya ke wajah Bianca dan menyeimbangkan tingginya. Dengan lambat, Gibran menempelkan bibirnya ke bibir Bianca


" I'll be with you, even through the hardest of times," ucap Gibran Penuh keyakinan. Kate tersenyum bahagia


" Jangan nangis lagi. ini buat hati gue sakit,” sambungnya.


Bianca tersenyum lalu mengangguk Gibran mendaratkan sebuah ciuman di Puncak kepala Bianca cukup lama. Tak peduli seberapa deras air hujan yang membasahi tubuh mereka. Yang terpenting sekarang, dia dan Bianca mdak akan terpisahkan lagi


...•••••...