MY ENEMY MY LOVE

MY ENEMY MY LOVE
PART 18 INTEROGASI MENTARI



Pertama dilaksanakan di rumah Angga. Menurut mereka, rumah Angga adalah tempat yang sangat nyaman untuk membicarakan apa pun.


sudah berkumpul dengan membentuk Lingkaran untuk memulai konferensi meja bundar tentang masalah Bianca dan Gibran


"Anna dan Angga,”


" Bianca bilang bahwa hubungannya dengan Boy hanya sebatas teman Mereka Tidak Pernah melakukan itu,"


" Tapi tunggu, Anna,"


" Gue memperhatikan setiap sudut kamar Bianca dan membandingkan dengan kamas yang digunakan di foto itu, sama Persis Artinya, Foto itu di ambil di kamar Bianca,"


Semua orang yang mengikuti sidang tersebut terhanyut dalam Pikirannya masing-masing.


" Tetep aja, gue Percaya sama Bianca sahabat gue. Dan gue yakin bahwa orang yang ada di foto itu bukan Bianca Kenapa gak ada yang sependapat sih,”


" Bukan gak Percaya sama Bianca tapi kita belum mendapatkan titik terangnya, Sayang. Semuanya belum jelas ini Masih abu-abu.” .


Dylan yang melihat Pasangan itu dan menganggap sebentar lagi Pasti akan terjadi Perang dunia ketiga langsung angkat bicara.


" Oke, sekarang laporan Janne, Arsen dan Gery,”


. " Boy sangat susah diajak berbicara masalah ini. Dia selalu membalikkan Pertanyaan lagi. Dia bertanya apa masalah kita jika dia melakukan tindakan yang di luar batas kewajaran kepada Bianca Dan dia juga bilang kalo itu semua bukan masalah kita. kita dapatkan di sini, Boy hanya mengakui kalo dia memang menyukai Kate,” Papar Jane dengan sejelas-jelasnya.


" hubungan kami Putus. Bisa lo simpulkan sendiri bagaimana hubungan gue sama Boy sekarang,”


", Tapi kenapa Boy gak Pernah nyangka kalo ditanya tentang foto Dan selalu diam Apa menurut lo dia tahu sesuatu," Arsen masih bersikeras mengorek rahasia tersembunyi mengenai apa maksud dari sikap diam Boy.


" Gue yakin tapi gue juga bingung kenapa Boy bersikap seperti itu," .


" Lo mau bantu kami, kan "


" Lo bantuin kami nanya ke , lo kasih tahu sama kami Gimana," tawar Gery


Mentari tersenyum. " Gue setuju Nanti kalo ada perkembangan tentang masalah ini gue kasih tabu kalian Sekarang udah selesai, kan ? Gue Pamit ya, soalnya gue taku Gibran nyariin gue," Gadis itu bangun dan kursi yang dia duduki,


" Tari satu lagi Jangan kasih tahu Gibran ya kalo kami hanya ginian," Pinta Janne


Mentari mengangguk tanda dia Tidak akan member tahu Gibran Dia Pun berlalu meninggalkan mereka bertiga


" Mentari lebih mudah untuk diajak kompromi dibanding dengan Boy. Tapi sekarang ini tetep kan tersangka utama di balik masalah ini adalah Boy," Arsen langsung merundingkan laporan mereka untuk Nanti setelah Mentari meninggalkan mejanya.


Perempuan mengangguk. " Tapi gak sih kalo dia sama dan Boy itu kerja sama Seperti Mentan dapetin Gibran dan Boy dapetin Bianca karena mereka satu rumah.” Persepsi Janne memang selalu berkeliaran yadi harap maklum Arsen dan Geri menatap Janne ragu.


" Bisa jadi sih, Janne. Itu bisa menjadi alasan utama kenapa foto itu tersebar ke Gibran kan ? Tapi gue sendiri gak yakin. Masa orang sepolos Mentari bisa melakukan hal serendah itu,” Ujar Gery Tindak Sejalan dengan Persepsi Jane.


" Sekarang mah orang Polos aja bisa jadi berengsek," cibir Janne


•••