
.
...••••...
karena Bianca adalah calon tunangan Gibran,” ucap Jasmine.
" Jas, apa gak sebaiknya kita jelaskan masalah ini," usul si lelaki yang bersama Gita dan Jasmine.
Jasmine mengangguk setuju. “ ini ngelibatin Dylan. Lo tahu, kan, kalo Dylan marah seperti apa," ujar Jasmine Yang mereka takutkan adalah Dylan
" Gue tahu "
Jasmine mengatakan bye sebagai tanda Perpisahannya dengan Gita. Dia menarik lengan lelaki itu agar Pergi dari ruangan ituJasmine mengangguk setuju. “ ini ngelibatin Dylan. Lo tahu, kan, kalo Dylan marah seperti apa," ujar Jasmine Yang mereka takutkan adalah Dylan
" Gue tahu "
Jasmine mengatakan bye sebagai tanda Perpisahannya dengan Gita. Dia menarik lengan lelaki itu agar Pergi dari ruangan itu
" Kalian berdua Pengkhianat Gue benci Kalian berdua," Teriakan Gita yang terdengar samar-samar. diabaikan oleh Jasmine dan sKalian berdua Pengkhianat Gue benci Kalian berdua," Teriakan Gita yang terdengar samar-samar. diabaikan oleh Jasmine dan si lelaki misterius itu
••••
" Kalian berdua Pengkhianati lelaki misterius itu
••••
" Kalian berdua Pengkhianat Gue benci Kalian berdua," Teriakan Gita yang terdengar samar-samar. diabaikan oleh Jasmine dan si lelaki misterius itu
...••••...
Berengsek lo ! Buyeeeng ! Kenapa lo telepon Gibran barusan," Teriak Gita tak terima karena sebentar lagi kedoknya akan terbongkar
" Gue gak bisa nyakitin lebih dari ini Gita. Cukup Hentikan Permainan ini," teriak lelaki yang menjadi lawan para Gita. Dia yang menelepon Gibran tadi
Teriakan Gita semakin menjadi, " Kalian berdua Pengkhianat Enyahlah dari muka bumi ini,"
" Pengkhianat, enyahlah, " jerit Gita.
" Lo sebaiknya periksain kejiwaan lo, Gita," teriak Jasmine tepat di depan wajah Gita.
Gita balas berteriak, " Lo yang sakit Jasmine," Dia tidak terima dianggap gila oleh Jasmine.
" Gue cuma dendam sama Bianca, dan gue mau Bianca merasakan hal yang sama kayak gue. Tapi, ternyata gue salah. Lambat laun gue akan dibuang karena Bianca adalah calon tunangan Gibran,” ucap Jasmine.
" Jas, apa gak sebaiknya kita jelaskan masalah ini," usul si lelaki yang bersama Gita dan Jasmine.
Jasmine mengangguk setuju. “ ini ngelibatin Dylan. Lo tahu, kan, kalo Dylan marah seperti apa," ujar Jasmine Yang mereka takutkan adalah Dylan
" Gue tahu "
Jasmine mengatakan bye sebagai tanda Perpisahannya dengan Gita. Dia menarik lengan lelaki itu agar Pergi dari ruangan itu
" Kalian berdua Pengkhianat Gue benci Kalian berdua," Teriakan Gita yang terdengar samar-samar. diabaikan oleh Jasmine dan si lelaki misterius itu
••••
Gue cuma dendam sama Bianca, dan gue mau Bianca merasakan hal yang sama kayak gue. Tapi, ternyata gue salah. Lambat laun gue akan dibuang karena Bianca adalah calon tunangan Gibran,” ucap Jasmine.
" Jas, apa gak sebaiknya kita jelaskan masalah ini," usul si lelaki yang bersama Gita dan Jasmine.
Jasmine mengangguk setuju. “ ini ngelibatin Dylan. Lo tahu, kan, kalo Dylan marah seperti apa," ujar Jasmine Yang mereka takutkan adalah Dylan
" Gue tahu "
Jasmine mengatakan bye sebagai tanda Perpisahannya dengan Gita. Dia menarik lengan lelaki itu agar Pergi dari ruangan itu
" Kalian berdua Pengkhianat Gue benci Kalian berdua," Teriakan Gita yang terdengar samar-samar. diabaikan oleh Jasmine dan si lelaki misterius itu
••••