MY ENEMY MY LOVE

MY ENEMY MY LOVE
PART 27 BACK TO SCHOOL



Bianca mulai


dewasa sebelum waktunya. Masih bocah sudah main cinta-cintaan,


Bianca terkikik geli sendiri mengingat kenangannya bersama Michael yang Penuh warna-warni Tentu saya dia mata karena dulu begitu manja kepada Michael.


" Woi Bianca Kalo mandi, tolong dong jangan sambil mimpi Apalagi lo sampe bavangin yang aneh-aneh. Cepet Bianca mandinya Udah jam tujuh Kalo kesiangan gue tinggal ya,",Bianca mulai


dewasa sebelum waktunya. Masih bocah sudah main cinta-cintaan,


Bianca terkikik geli sendiri mengingat kenangannya bersama Michael yang Penuh warna-warni Tentu saya dia mata karena dulu begitu manja kepada Michael.


" Woi Bianca Kalo mandi, tolong dong jangan sambil mimpi Apalagi lo sampe bavangin yang aneh-aneh. Cepet Bianca mandinya Udah jam tujuh Kalo kesiangan gue tinggal ya," teriak Andre dani luar.


Bianca mendelik sebal. Dia lupa Sekarang dia tidak akan merasa tenteram lagi di rumahnva karena keberadaan siluman seperti Andre.


Dengan sangat terpaksa Bianca harus menyudabi membayangkan wajah tampan Michael teriak Andre dani luar.


Bianca mendelik sebal. Dia lupa Sekarang dia tidak akan merasa tenteram lagi di rumahnva karena keberadaan siluman seperti Andre.


Dengan sangat terpaksa Bianca harus menyudabi membayangkan wajah tampan Michael Sekarang Pasti lebih tampan dan saat mereka bertemu dulu Dosa Gak sih dengan apa yang dia lakukan sekarang Dia membayangkan lelaki lain di kamar mandi Padahal sudah mempunyai tunanganBianca mulai


dewasa sebelum waktunya. Masih bocah sudah main cinta-cintaan,


Bianca terkikik geli sendiri mengingat kenangannya bersama Michael yang Penuh warna-warni Tentu saya dia mata karena dulu begitu manja kepada Michael.


" Woi Bianca Kalo mandi, tolong dong jangan sambil mimpi Apalagi lo sampe bavangin yang aneh-aneh. Cepet Bianca mandinya Udah jam tujuh Kalo kesiangan gue tinggal ya,",Bianca mulai


dewasa sebelum waktunya. Masih bocah sudah main cinta-cintaan,


Bianca terkikik geli sendiri mengingat kenangannya bersama Michael yang Penuh warna-warni Tentu saya dia mata karena dulu begitu manja kepada Michael.


" Woi Bianca Kalo mandi, tolong dong jangan sambil mimpi Apalagi lo sampe bavangin yang aneh-aneh. Cepet Bianca mandinya Udah jam tujuh Kalo kesiangan gue tinggal ya," teriak Andre dani luar.


Bianca mendelik sebal. Dia lupa Sekarang dia tidak akan merasa tenteram lagi di rumahnva karena keberadaan siluman seperti Andre.


Dengan sangat terpaksa Bianca harus menyudabi membayangkan wajah tampan Michael teriak Andre dani luar.


Bianca mendelik sebal. Dia lupa Sekarang dia tidak akan merasa tenteram lagi di rumahnva karena keberadaan siluman seperti Andre.


Dengan sangat terpaksa Bianca harus menyudabi membayangkan wajah tampan Michael Sekarang Pasti lebih tampan dan saat mereka bertemu dulu Dosa Gak sih dengan apa yang dia lakukan sekarang Dia membayangkan lelaki lain di kamar mandi Padahal sudah mempunyai tunangan


hari


...•••••...


Andre mengembuskan Napasnya melihat gerbang sekolah masih terbuka lebar. Pasalnya, ini adalah hari Pertama Andre bersekolah di sekolah yang sama dengan Bianca lagi dia sangat malas jika harus kesiangan Pada hari Pertama karena kebiasaan Bianca yaitu mengkhayal tingkat tinggi


" Untung aja gak telat Lo udah susah bangun, mandi Lo lama banget,” cibir Andre.


Bianca menatap Andre kesal. " Selow kalau, lo murid baru itu, bebas,” sahumnya asal.


Tiba-tiba ada tangan yang melingkar dengan sempurna Pinggang Bianca Kepalanya ditempelkan di bahu Bianca Bianca pun menoleh.


" Pagi Sweetie,” bisiknya tepat di telinga Bianca


Mata Bianca membulat sempurna. Dia berusaha melepaskan Pelukan Gibran


" Gibran, ya Allah, ngagetin aja lo! Mau buat gue mati mendadak karena jantungan," teriak Kate. Dia terkejut karena kedatangan Gibran yang tiba-tiba seperti hantu. Tidak ada yang berubah dan Bianca walaupun mereka sudah bertunangan. Tetap saja, Bianca dan mulut merconnya tidak Pernah terpisahkan.


Gibran menatap Bianca, " Sapaan Paginya gak dibales, Sweetie,"


Bianca menghela napas, lalu menaikkan satu alisnya


" Semua orang juga tahu kalo sekarang itu Pagi bukan Malam Lalu apa yang harus gue bales," jawabnya tak acuh.


" Kamu kok gitu sih, Yang?


Bianca terdiam lalu tertawa," Barusan lo manggil apa Same gue? Yang ? Please deh gue ngakak," teriaknya.


Gibran menautkan kedua alisnya


" Memangnya kenapa dengan kata Yang Ada yang salah," tanyanya. Dia Tidak mengerti kenapa Bianca bisa tertawa hanya dengan mendengar kata yang


Bianca menggeleng pelan lalu certawa kembali. “Pagi-pagi udah bikin tertawa aja heran gue aja,"


l


Tapi


kelasnya sekarang adalah