MY ENEMY MY LOVE

MY ENEMY MY LOVE
PART 14 CEMBURU



meraih wajah Gibran. Dia tersenyum. " Banyak hal yang kamu gak tahu tentang mereka, Gibran. Aku Tidak mencoba membelanya.”


Gibran menggenggam tangan Mentari Dia merasakan lembutnya sentuhan tangan sang kekasih di Pipinya.


" Jangan belain dia depan aku Karena itu tidak akan mengubah apa pun.”


" Kamu Percaya kalo aku yang ada di foto itu ? tanya Mentari


Gibran menggeleng tegas " Gak mungkin Kamu bukan orang yang seperti itu, Tar,” jawabnya.


Mentari mengangguk " Kamu Percaya Bianca melakukan hal itu,"


Gibran terdiam. Dia Tidak tahu Tuduhannya terhadap Bianca mulai goyah sedikit demi sedikit. Entah mengapa. Padahal, awalnya dialah yang Paling bersemangat dalam tuduhan ini


" Dalam hati, kamu tidak memercayai semua itu tapi kamu begitu keras kepala, Gibran. Kamu hanya cemburu karena banyak lelaki yang menginginkan Bianca Seharusnya kamu sadar Di hubungan kalian itu banyak sekali orang yang menyimpan dendam sama kamu ataupun sama Bianca karena masa lalu kalian yang bisa dibilang kurang baik,” tutur Mentari


Gibran menutup matanya. Dia tidak tahu harus berbicara apa. Sebagian Perkataan Mentari benar. Tetapi apakah benar Gibran cemburu karena banyak sekali lelaki yang sangat Menginginkan Bianca ?


" Aku tidak cemburu. Aku hanya tidak ingin Citra Perempuan rusak karena Bianca bersikap seperti itu,” bantah Gibran


" Lalu bagaimana citra lelaki yang kamu rusak dengan memaki Perempuan seperti itu,” tanya Mentari Dia memang sangat Pintar beradu argumen sehingga membuat lawannya kelabakan tidak bisa menjawab lagi


Gibran mengusap wajahnya gusar


" Kamu masih sayang sama Boy," tanya Gibran


Mentari terdiam lalu mengangguk


" Aku sayang dia "


Gibran tak Percaya Mentari akan sangat jujur mengatakan bahwa dia masih menyayangi mantannya dibanding dengan dirinya yang sekarang berstatus sebagai Pacar gadis itu.


" Kamu mau balik sama dia " tanya Gibran lagi


Mentari menggeleng. " Tidak karena sekarang aku Pacar kamu,” jawabnya


" Gue gak butuh Pacar yang gak sayang sama gue dan masih sayang sama orang lain Gue gak suka berbagi," tegas Gibran dengan nada sinus.


" Aku sayang Boy, aku cinta sama kamu. Apa kamu bisa membedakan antara sayang dan cinta " tanya Mentari.


Gibran menghela napas lalu menatap gadis itu.


Mentari hanya diam. Dia seharusnya tahu bahwa Gibran adalah orang yang sangat keras kepala jika sedang menyangkut hal seperti ini. Gibran tidak akan mendengarkan orang lain. Dia hanya Percaya terhadap persepsinya sendiri


" Kita Putus " ucap Gibran Pelan


Mentari menatap Gibran Lalu tersenyum Walaupun air matanya sudah sampa di ujung dia Tidak mau menangis di depan Gibran


" Maaf " tambah Gibran lagi


Mentari keluar dan mobil Gibran pun melayu meninggalkan Mentari Gibran Tidak tabu apa yang terjadi Pada dirinya. Dia baru Saja memutuskan Mentari secara sepihak. Mentari tidak seperti Perempuan terdahulunya. Dia berpacaran dengan Mentari bukan berdasarkan taruhan seperti biasanya tap karena gadis itu begitu menarik Gibran menyukainya sejak dulu, namun dia Tidak Punya keberanian untuk mengatakan semua itu karena gadis itu sangat baik kepada semua orang


...••••...


Gibran Tidak bisa berkonsentrasi dengan pelajaran di kelasnya. Banyak sekali yang mengganggu Pikirannya Dia Pun meminta izin kepada guru yang mengajar untuk Pergi toilet. itu hanya alibinya. Dia melangkahkan kaki menuju kantin sekolah.


Tatapan matanya tertuju pada dua orang yang duduk salah di salah satu meja kantin Gibran sangat mengenal Postur tubuhnya salah satunya Dia memicingkan mata untuk memperjelas Penglihatannya


Gibran berjalan mendekat sampai mejanya dan meja dua orang tersebut hanya berjarak aga meja. Sekarang dia bisa melihat dengan jelas. Tampak Bianca dengan seorang lelaki yang tidak Gibran tahu. Yang Pasti lelaki itu adalah siswa sekolahnya karena mengenakan seragam yang sama.


Lelaki itu membenarkan rambut Bianca yang menutupi sebagian wajahnya karena tertiup angin. Bianca tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Gibran Tidak suka melihat adegan tersebut Apalagi Bianca tertawa bersama lelaki itu. Gibran sangat Tidak terima Bianca bisa tertawa setelah mengecewakannya


Gibran menggebrak mejanya secara spontan saat lelaki mu memencet hidung Bianca. Keduanya melihat ke arah Gibran. Tatapan Gibran dan Kate terkunci beberapa detik. Setelah sadar apa yang terjadi, keduanya langsung memalingkan wajahnya untuk menghindari kontak mata seperti barusan.


Dada Gibran bergemuruh hebat Jantungnya udak bisa berdetak secara normal. Dia Penasaran apa yang terjadi antara Bianca dan lelaki itu. Dia melihat keduanya dengan ujung matanya Tangan lelaki itu berusaha meraih tangan Bianca. Gibran berjalan dan menepis tangan itu agar tidak bisa menyentuh Bianca lagi


Bianca menatap Gibran Tatapan mata Gibran tajam ke arah lelaki tersebut Gibran meraih gelas minuman di atas dan menyiramkannya ke seragam lelaki itu.


" Pergi " Perintah Lelaki itu


" Emangnya kenapa," Tanya Bianca berusaha memberanikan diri membuka Percakapannya dengan Gibran.


" Jangan melakukan sesuatu yang buat gue makin benci sama lo,” tegas Gibran


" Selama gue gak ganggu lo, lo gak usah ganggu gue," bentak Bianca kesal.


" Kelakuan lo barusan, semakin membuat lo terlihat murah.”


Gibran menendang mejanya lalu berdiri dan merapikan bajunya. Dia menatap Bianca sinis, kemudian meninggalkan Bianca sendirian di kantin


...••••...