MY ENEMY MY LOVE

MY ENEMY MY LOVE
PART 22 MAAF



" Udah sampe Kamu kenapa,” tanya Mentari.


" Eh .... " Gibran seperti orang yang malu ketahuan sedang melamun.


" Gak Papa, masuk yuk,” ajaknya.


Mereka pun keluar dari mobil dan berjalan masuk ke rumah Angga


Gibran melihat ada mobil Bianca terparkir rapi di garasi. Dia menghela napas berat. Dia tahu bahwa Bianca akan datang, mengingat Angga adalah Pacar Anna, sahabat dekat Bianca


Gibran menarik lengan Mentari untuk kembali ke mobilnya. Dia batal ikut Party UAS di rumah Angga. Usaha Gibran Sia-sia karena Angga dan Anna datang dan menahan keduanya supaya tidak Pergi.


Gibran menatap Angga tajam. " Lo bohongin gue, Ga,” tudingnya.


Angga menautkan kedua alisnya lalu menatap Gibran


" Bianca,” tanyanya berapi-api


Anna menghela napas berat. Dia harus sabar menghadaps sifat Gibran yang bebal seperti ini," Dia berhak buat bicara jatuh di hadapan gadis itu.


Mentari mengangguk lalu menyentuh Pundak Gibran dengan lembut. " Yang Anna saranin bener Gibran Kamu harus ngomong berdua agar masalah ini segera selesai," Pintanya


"Pundak Gibran dengan lembut. " Yang Anna saranin bener Gibran Kamu harus ngomong berdua agar masalah ini segera selesai," Pintanya


"


Tanpa menunggu waktu lama, Gibran berlari ke kamar Angga yang berada di lantai dua. Dia melihat ke sekelilingnya Di sana ada beberapa lembar foto yang sudah dicetak.


waktu lama, Gibran berlari ke kamar Angga yang berada di lantai dua. Dia melihat ke sekelilingnya Di sana ada beberapa lembar foto yang sudah dicet saya bedanya, Pada foto itu ada Bianca dengan Andre, sedangkan yang Gibran lihat dari foto Perbedaan Gita adalah Bianca dengan Boy.


Gibran menunduk. Dia sudah menyakiti Perasaan Bianca


Gibran segera berlan keluar rumah Angga Teman-temannya hanya bisa bernapas lega melihat hal itu. Mereka tidak terlambat untuk menyatukan dua orang yang sangat keras kepala itu.


Gibran memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Di tidak Peduli meskipun hujan deras mengguyur kota Jakarta. Yang dia inginkan sekarang adalah bertemu dan memeluk Bianca dengan lembut. Lalu dia akan mendengarkan semua Penjelasan Bianca


Tanpa menunggu waktu lama, Gibran berlari ke kamar Angga yang berada di lantai dua. Dia melihat ke sekelilingnya Di sana ada beberapa lembar foto yang sudah dicetak.


Foro itu sama Persis dengan foto Pemberian Gita waktu itu. Hanya saya bedanya, Pada foto itu ada Bianca dengan Andre, sedangkan yang Gibran lihat dari foto Perbedaan Gita adalah Bianca dengan Boy.


Gibran menunduk. Dia sudah menyakiti Perasaan Bianca


Gibran segera berlan keluar rumah Angga Teman-temannya hanya bisa bernapas lega melihat hal itu. Mereka tidak terlambat untuk menyatukan dua orang yang sangat keras kepala Perasaan Bianca


Gibran segera berlan keluar rumah Angga Teman-temannya hanya bisa bernapas lega melihat hal itu. Mereka tidak terlambat untuk menyatukan dua orang yang sangat keras kepala itu.


Gibran memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Di tidak Peduli meskipun hujan deras mengguyur kota Jakarta. Yang dia inginkan sekarang adalah bertemu dan memeluk Bianca dengan lembut. Lalu dia akan mendengarkan semua Penjelasan Bianca


•••••


Tanpa menunggu waktu lama, Gibran berlari ke kamar Angga yang berada di lantai dua. Dia melihat ke sekelilingnya Di sana ada beberapa lembar foto yang sudah dicetak.


Foro itu sama Persis dengan foto Pemberian Gita waktu itu. Hanya saya bedanya, Pada foto itu ada Bianca dengan Andre, sedangkan yang Gibran lihat dari foto Perbedaan Gita adalah Bianca dengan Boy.


Gibran menunduk. Dia sudah menyakiti Perasaan Bianca


Gibran segera berlan keluar rumah Angga Teman-temannya hanya bisa bernapas lega melihat hal itu. Mereka tidak terlambat untuk menyatukan dua orang yang sangat keras kepala itu. adalah bertemu dan memeluk Bianca dengan lembut. Lalu dia akan mendengarkan semua Penjelasan Bianca


•••••