
Gibran sedang berkumpul bersama teman-temannya di kafe tongkrongan mereka. Dia hendak memberi tahu teman-temannya bahwa dirinya dan Kate akan bertunangan.
" Bisa bicara sebentar Kak,” ucap seseorang di belakang Gibran
Sontak Gibran berbalik. Di sana ada Gita. Gibran Pun mengabaikannya.
" Kak, gue mau ngomong sama Kak Gibran," Pinta Gita.
Gibran menggeleng lalu menatap Gita
" Gue gak ada waktu,” katanya sinis
" ini tentang Bianca,” Saat nama Bianca keluar dari mulut Gita, Gibran langsung mengiyakan.
" Ngomong di sini aja,” Pinta Gibran
Gita menggeleng. “ ini Privasi.” Gibran Pun mengangguk latu mengajak Gita menjauh dan teman-temannya dan duduk di meja kosong di kafe tersebut,
" Gue gak tahu ngomongnya harus gimana, tapi gue harus bilang ini semua sama Kak Gibran tentang Bianca,” ujar Gia,
" Ngomong langsung Jangan berbelit-belit Gue gak mau buang-buang waktu,” ketus Gibran
" Gue takut salah, tapi gue hanya ingin kasih tahu apa yang gue tahu sama Kak Gibran ini siapa tahu Kak Gibran bisa mengerti.” Gita memberikan Ponselnya kepada Gibran
Di dalam Ponsel Gita ada beberapa rekaman. Gibran memutar rekaman tersebut. Tampak Gita dan Bianca yang sedang adu mulut saat mereka camping. Keduanya memperebutkan Perhatian Gibran. Dengan kata lain Bianca mendekatinya saa camping itu hanya karena Tidak ingin kalah dari Gita, bukan karena berniat memperbaiki hubungannya dengan Gibran
Gibran hanya menatap Gita datar. Dia tidak Peduli Bianca bagaimana, yang terpenting sekarang Bianca masih bersamanya
" Gue gak masalah,” ujar Gibran enteng.
Gita mengangguk. " iya sih Gak masalah, tapi Kak Gibran belum liat ini.” Gadis itu menyodorkan amplop cokelat kepada Gibran
Gibran mengerutkan keningnya, lalu matanya membelalak saat melihat isinya. Lelaki itu langsung meninggalkan Gita Dia Pergi begitu saja dari kafe tanpa Pamit kepada teman-temannya
Saat itu Gibran ingin marah kepada Bianca. Dia sangat kecewa mengapa Bianca bisa seperti itu.
Gibran memacu mobilnya menuju rumahnya. Kali ini dia harus membicarakannya dengan orangtuanya.
" Gibran Pulang,” ucapnya saat dia melangkahkan kaka ke dalam rumah.
Cammila dan Jason menatap anak Pertamanya dengan bingung. Tidak biasanya malam minggu Gibran Pulang secepat ini.
Sang anak menghampiri kedua orangtuanya, lalu duduk di depan mereka. “Ada yang mau Gibran omongin sama Mommy dan Daddy,” ucapnya datar.
Cammila mengangguk. “Apa?” tanyanya.
" Gibran ingin membatalkan Pertunangan Gibran dan Bianca,"
Jason menatap Gibran tajam. Jika Jason mempunyai riwayat Penyakit jantung, dia akan sudah berada di rumah sakit saat ini karena ucapan anaknya.
" Kenapa " tanya Cammila.
" Gibran merasa tidak cocok dan kami tidak Pantas untuk bersama,” jawabnya.
" Tapi tidak ada cinta di antara Gibran dan Bianca, Dad,” Protesnya.
Jason menatap anaknya geram. " Dulu Daddy sama Mommy dijodohkan, sama seperti kamu. Buktinya kami Punya kamu dan Geisha Cinta akan datang dengan sendirinya.”
" Tapi Gibran gak mau sekarang udah zamannya mengikuti apa yang dinginkan sendiri. Bukan dengan jodoh-jodohan , "
Cammila menghela napasnya. Putranya memang sangat keras kepala, " Gibran dalam hubungan itu bukan hanya butuh Cinta tapi harus saling melengkapi. Kekurangan kamu akan ketutup dengan kelebihan Bianca begitu Pun sebaliknya, Kamu Tidak bisa memilih siapa jodoh kamu. Kamu harus menerima takdir bahwa jodoh terbaik kamu adalah Bianca,"
" Tap — "
" Gak usah Protes lagi. Sekarang masuk ke kamar kamu, Daddy tidak menerima bantahan. Pertunangan kamu akan segera dilangsungkan,” tegas Jason.
" Jangan membuat ulah,” ingat Cammila. Dia tahu anak laki-lakinya adalah orang yang sangat nekat.
Gibran mengentakkan kakinya, lalu masuk kamar. Ponselnya berbunyi Gibran melihatnya. Ada Pesan masuk dari Bianca
Gibran membulatkan matanya Bagaimana mungkin dirinya membiarkan semua ini terjadi ? Dia tidak mau melanjutkan Kisahnya yang seperti ini. Dia tidak mau Perempuan seperti Bianca yang akan menjadi tunangannya Nanti
Pesan tersebut tidak dibalas lagi oleh Bianca
Gibran tidak habis Pikir. Bagaimana bisa Bianca melakukan suatu hal yang tak Pernah Gibran kira ? Suatu hal yang membuat dada Gibran sesak karena kecewa. Kenapa harus Bianca yang berada di foto itu ? Dan Kenapa harus dengan Ielaki itu Bianca berdua ? Isi amplop yang diberikan Gita adalah empat foto Bianca sedang tidur dengan seorang lelaki.
...•••••...
Sikap Gibran yang terus menjaga jarak dari Bianca membuat dirinya sendiri tidak nyaman. Dia ingin berbaikan dengan Bianca tapi rasa gengsinya terlalu Tinggi untuk membuka suara saat berhadapan dengan Bianca
Ada rasa memberontak dalam diri Gibran Dia ingin melihat dan menghabiskan waktu bersama Bianca Dia ingin melupakan foto-foto itu. Foto yang belum jelas kebenarannya, Gibran harus mengonfirmasi kepada Bianca masalah foto itu
Setelah berpikir semalaman untuk membatalkan Pertunangannya dengan Bianca, ternyata hatinya sendiri tidak menginginkan hal itu. Dia ingin tetap bersama Bianca walaupun gadis itu membuatnya kecewa.
Ponsel Gibran bergetar. Ada Pesan masuk. Dia mengerutkan kening Setelah Putus, tidak biasanya Gita mengiriminya Pesan, Gita mengirim Foto Bianca sedang berpelukan di sebuah kafe. Tampak si lelaki membelakangi kamera dan berhadapan dengan Bianca Gibran lemas melihatnya. Bagaimana mungkin Bianca melakukan hal tidak terpuji seperti ini di depan umum ?
Gita mengirimkannya alamat kafe itu Gibran memacu mobilnya dengan cepat menuju kafe tersebut.
Tak butuh waktu lama bagi Gibran untuk sampai di kafe itu karena lokasinya dekat dengan rumahnya Gibran turun dari mobil lalu memasuki kafe. Dia melihat Bianca sedang tertawa bersama lelaki di foto itu. Tapi lelaki itu berbeda dengan lelaki di foto sebelumnya.
Hati Gibran memberontak. Dia ingin menyeret Bianca untuk Pergi dari situ tetapi sekarang rasa kecewanya membuncah mengalahkan Perasaan apa pun. Level kecewanya lebih tinggi daripada level marah.
" Mana mungkin gue mau hidup bersama Piala bergilir seperti Bianca,” wajahnya sinis. Gibran meninggalkan kafe tanpa ada Pembicaraan sepatah kata Pun dengan Bianca
Sepanjang Perjalanan Gibran terus-menerus mengusap wajahnya gusar. Hannya sangat sakit. Baru kali ia merasakan hal yang tulus kepada Perempuan, tetapi Pada saat yang sama, dia dikecewakan.
Rasa kecewa itu membekas. Dia benci kenapa harus Bianca yang melakukan itu dan kenapa harus lelaki lain yang mencicipi tubuh Bianca lebih dulu.
Baru kali ini Gibran menyesal takdirnya karena dijodohkan dengan Bianca
...•••••...