MY ENEMY MY LOVE

MY ENEMY MY LOVE
PART 26 CEMBURU



" Hei Para cowok gak jelas Kami cewek-cewek mau ganti pakaian di dalam mobil. Silakan kalian keluar dulu sckarang,” usir Bianca


Semua lelaki tidak mau adu mulut lebih lanjut. Mereka pun keluar, kecuali Gibran Dia mendekati Bianca, lalu membisikkan sesuatu.


" Jangan pake Pakaian seksi, ya, Sweetie,” Pinta Gibran


Bianca tersenyum Penuh arti. " Mana ada bikini yang engeak seksi sih, Gibran,” cibirnya.


" Kalo gitu, kamu gak usah Pake bikini aja, simple,” ucap Gibran kesal. Dia tahu Bianca bakal nekat berbikini walaupun tidak dilarang sedemikian rupa.


Bianca menggeleng tegas. " Gak mau ini Pantai dan gue gak mau hanya Pake celana jeans panjang Lucu tau Sekalian aja to suruh gue Pake gamis. Sekarang lo keluar dulu deh Gibran Gue Ama yang lainnya mau ganti baju," Bianca mengusir Gibran karena jika begitu tunangannya itu akan tetap membujuk dirinya supaya tidak memakai bikini


Gibran akhirnya mengangguk. Dia mengalah Dia begitu memanjakan Bianca Pada liburan kali ini. Baginya yang terpenting adalah kebahagiaan Bianca


Selesai berganti baju dengan bikini keempat Gadis itu keluar dari minibus Keenam lelaki yang Menunggu di luar mupeng melihat apa yang ada di depannya sekarang Pemandangan yang sangat bagus dan dinantikan. Bagaimana tidak ? Keempat gadis ini memiliki lekukan tubuh sempurna Bagaimanapun, mereka adalah lelaki normal. Jika melihat langsung Pemandangan seperti ini, mereka pasti mupeng.


Andre menggeleng tak Percaya. " Ajaib kalian seksi: banget, Gue sampe ngiler liatnya,” Pujinya sambil mengacungkaa dua jempol


" itu sih emang dasar lo mesum aja jadi yang ada otak lo Piktor," ketus Jane.


Andre berjalan menghampin Jane. " Gue kan muji badan Lo Jane sayang. Jangan ketus-ketus kayak gitu, Emang Lo mau Pacaran lagi sama gue," goda Andre sambil mengedipkan matanya


" Sayang Sayang Pale lu tuh Penyang," bentak Janne


Andre mencubit kedua Pipi Jane gemas


" Kalo lagi bentak-bentak kayak gini sama lagi kesel, Jane cuanet deh,"


" Andreeeeee " Pekik Jane kesakitan


Andre pun melepaskan cubitannya dan berlari ke Pantar jane yang tak mau kalah langsung mengejarnya.


Gibran menatap Bianca tak suka


" Udah aku bilang kan Bianca kamu gak usah Pake bikini seksi kayak gini Aku gak mau badan kamu jadu tontonan orang banyak, Sayang,"


Bianca menghela napas. " Selow aja Gibran Bule aja lihatnya selow karena ini sudah biasa. Lo nya aja yang primitif Gak modern Payah Lo,"


Gibran mengelus lembur rambut Bianca


" Bukan aku gak modern, Sayang, tapi kan—”


" Udah deh Gibran,” Potong Bianca


" Lo gak usah banyak omong lagi Katanya lo mau buat gue bahagia Sekarang gue mau main air dulu Jangan kebanyakan Protes kayak Bu Neta lo Bye," Dia Pun berlari menyusul teman-temannya. Mau tidak mau Gibran menyusul Bianca ke Pantai


Setelah Puas bermain-main dengan ombak, mereka Meminum air kelapa muda di Pinggir Pantai Tentunya sambil menikmati Pemandangan ombak yang indah Sebentar lagi sunset akan segera muncul Mereka tidak sabar untuk Mengabadikan momen yang sangat indah ini


Bianca menyandarkan kepalanya di dada Gibran


Gibran melingkarkan kedua tangannva di tubuh Bianca Dia mencium Puncak kepala Bianca. ini adalah momen terbahagianya semasa hidup.


" I love you more, Sweetie,” bisik Gibran lembut.


Sontak Pipi Bianca merona merah.


Gibran terkekeh melihat Perubahan raut wajah Bianca yang sangat jelas


" Lucu deh Sayang kalo kamu lagi blushing kayak gitu.”


Bianca memutar bola matanya kesal, lalu mengerucutkan bibir," Gibran ambalin hape gue di mobil dong Kira abadikan momen indah kita di sini,” Perintahnya.


Gibran menghela nafas Pelan. Dia sudah lelah karena di suruh ini disuruh itu untuk memenuhi Permintaan Bianca


" Ambil sendiri kenapa sih Bianca,” Jawabannya. Dia baru berani menolak Permintaan Bianca kali ini.


Bianca cemberut kesal. " Kalo lo gak mau, gue bakalan cari cowok yang mau nurutin semua kemauan gue. Seperti Bara sama Boy masih mau sama gue kok,” sindir Bianca


Semua sindiran itu tentunya bukan apa yang ada dalam hati Bianca. Itu hanya gertak kecil karena Gibran sangat tidak suka jika Bianca menyebutkan nama Ielaki lain selain dirinya. Hal itu membuat Gibran terbakar cemburu


Gibran menghela napas lalu menatap Bianca


" Aku bakal Turutin semua kemauan kamu Gak Perlu Bara sama Boy," ucapnya Dia pun berlari meauju mobil untuk mengambil Barang yang diminta Bianca


Bianca tersenyum bahagia melihat Gibran yang begitu menyayanginya. Mempunyai tunangan sepern Gibran sangat menyenangkan. Mungkinkah lelaki itu terlalu menyayanginya sampai rela melakukan apa pun agar Bianca bahagia ? Jika gadis itu tahu akan seperti ini akhirnya, mengapa Tidak dan dulu saya dia bertunangan dengan Gibran ? Supaya Punya Pesuruh yang tampan tapi gratis


" Hebat banget lo, Bianca Gibran jadi Penurut gitu. Mau aja lo suruh ini suruh itu. Lo kasih dia apa, sampe berubah drastis begitu,” tanya Jane Penasaran


Bianca terkekeh Pelan. " Sesuatu yang Tidak Pernah bisa orang lain berikan.”


Gadis itu memandang teman-temannya


" Kalian ngerasa aneh gak sih sama kita ini," tanyanya.


Anna menaikkan satu alisnya. Dia merasakan ada gelagat Kate yang sangat aneh.


" Maksud lo ... aneh gimana,"


Bianca mengangguk. " Sekarang kita bersama bahkan kita juga deket sama cowok yang bersama seperti kita. Gue sama Gibran yang dulunya musuh abadi sudah bertunangan. Anna den Angga mereka couple yang tak terpisahkan walaupun bagian orang Tidak tahu apa masalah Anna dan Angga. Lalu Alexa dia adalah murid baru yang sangat Polos Hidupnya Penuh misteri selalu dikelilingi cogan dan dia ditakdirkan untuk dekat dengan Kak Dylan. Cowok yang Cowok jiwanya dingin, tak Pernah tersentuh sama sekali Tapi semenjak dekat dengan Alexa, Kak Dylan jadi tahu bagaimana caranya untuk tersenyum. Dan, dia Perlahan menjadi cowok yang normal. Terus Jane, dia melengkapi kita dengan kejonesan dan kekepoannya. Walaupun sebenernya gue tahu, banyak sekali cowok yang Pengen jadi Pacar dia termasuk sepupu gue, tapi Jane selalu setia menunggu abangnya Alexa. Itu membuat gue yakin bahwa cinta dan setia itu adalah hal yang sangat membahagiakan,” Papar Bianca Panjang lebar.


Anna menautkan alisnya bingung


" Terus yang lo maksud aneh bagian mananya,” tanyanya.


Pertanyaan Anna membuat Bianca mendelik sebal. Dia baru saja menjelaskan Panjang lebar dan Anna menanggapi seperti itu. Inilah yang membuat Bianca kesal sahabatnya itu Anna selalu seperti itu, menanggapi bahwa curhatan Bianca hanya angin lalu.


" Tau ah,” jawab Bianca kesal.


Alexa menghela napas. " Gue juga gak ngerti, maksud Lo gimana," tanyanya


Bianca tersenyum dan menatap teman-temannya satu Persatu. " Apa kita akan selalu bersama seperti ini selamanya ? Sampe tua ? Gue takut kehilangan salah satu dari kalian Gue ingin kita tetap bersama seperti ini," ungkapnya disertai awa hambar.


Jane memeluk Bianca," Kira akan selalu bersama, Bianca Jangan ngomong aneh-aneh kayak gini," ucapnya


Bianca menunduk," Gue takut banget kehilangan kalia."


Anna mencibir. “Jangan sedih gitu deh Bianca. Kita sini mau Liburan Jangan mikirin yang kayak gitu Udah jelek nambah jelek aja Lo,"


Bianca terkekeh Pelan. " Kita akan selalu bersama selamanya. Sahabat selamanya,"


Keempat Perempuan saling berpelukan seperti Teletubbies.


Gibran yang melihat itu tersenyum. Dia berjalan ke arah Bianca Wajahnya kembali ditekuk untuk mengelabuhi Bianca. Dia ingin tahu reaksi Bianca saat melihat dirinya merenggut seperti ini


Gibran memberikan Ponsel kepada Bianca lalu duduk di sampingnya dengan wajah ditekuk.


" Kok cemberut gitu Mukanya jangan merenggut gitu dong, jelek,” cibir Bianca


" Hmm,” jawab Gibran malas.


Bianca tersenyum. Dia sudah menyadari bahwa Gibran akan kesal seperti ini. Perlahan dia mendekati Gibran


Cup


Seketika raut wajah Gibran berubah menjadi cerah kembali karena dicium Bianca


" Aku tahu apa yang buat kamu kesel kayak gini. Maaf Gibran aku gak maksud membuat kamu sekesal Kayak gini," ujar Bianca


Bianca tidak sadar bahwa dia mengubah gaya bicaranya Menjadi aku-kamu seperti yang Gibran gunakan setelah tunangan


" iya aku maafin kamu deh," ujar Gibran


" Gitu dong sayang,"


Ponsel Gibran berbunyi Awalnya Bianca membiarkannya karena Tidak mau mengganggu momen indah ini. Tapi Ponsel Gibran Tidak mau berhenti berbunyi.


Bianca kesal Mau Tidak mau dia mengambil Ponsel itu nakas untuk mematikannya agar tidak menggangu tidur Gibran


Bianca melihat siapa yang menghubungi Gibran via video Line call My Gorgeous Hal itu membuat Bianca mengerutkan kening. Kontak Bianca saja hanya di tulis nama aslinya lalu ditambah love di belakangnya sedangkan ini ?


Bianca meng-slide layarnya Ponsel Gibran untuk menerima Panggilan itu.


" Good Morning, Baby How are you today, Baby? I Miss you so much," teriak seorang Perempuan yang berada di layar itu


Bianca melotot. Bagaimana mungkin Perempuan itu memanggil Gibran dengan sebutan baby ?


Dada Bianca bergemuruh hebat Wajahnya menahan amarah yang kian memuncak. Sebisa mungkin dia menetralkan emosinya supaya tidak mengganggu tidur nyenyak Gibran Bianca dengan Perlahan mengecek chat Gibran bersama My Gorgeous itu. Matanya membulat saat membaca isi Chat-nya