
" Ngapain aja Maksud Lo,"
Angga menatap Anna Pacarnya itu memang Tidak bisa berbasa-basi Dan selalu bertanya langsung ke intinya itu Pasti akan membuat Bianca bingung.
" Anna, biar gue yang nanya,” usul Angga. Kalau Anna yang bertanya, itu bukan interogasi, Tapi Bianca seperti sedang dituduh, atau dipaksa untuk mengakui sesuatu.
" Lo sayang Boy "
Gita diam lalu menatap Angga dan mengangguk
" Kalo lo sayang dia lo gak akan keberatan jika melakukan suatu hal yang Tidak terpuji, bukan," tanya Angga.
Bianca menggeleng dan terkekeh
" Maksud tidak terpuji,"
" Seperti tidur bareng " tanya Angga Pelan tapi Pasti
Bianca menggeleng tegas. " Meskipun gue sayang Boy, tetap saja gue gak akan melakukan tindakan itu. Gue sayang sama Boy seperti gue sayang sama lo, Arsen, Gery, Kak Dylan, karena kita teman.”
Angga mengerutkan keningnya. Kenapa dari lima sahabat hanya empat yang Bianca sebut ?
" Gibran " tanya Angga.
Bianca menunduk malu Pipinya merona merah. Entah apa yang harus dia ucapkan mengenai nama itu
" Gue cinta dia "
Pernyataan Bianca barusan membuat Angga dan Anna tercengang Bagaimana mungkin keduanya yang dijuluki musuh abadi bisa saling jatuh cinta seperti ini Bianca Jatuh Cinta kepada Gibran saat hubungan mereka dalam keadaan tidak baik
" Lo gak lagi becandain gue, kan, Bianca," Anna khawatir karena Bianca selalu menganggap Perasaan lelucon.
Bianca menggeleng Pelan. " Gue gak bercanda. Gue sendiri gak tahu bagaimana dan kapan Perasaan ini bisa ada Yang jelas, sampe sekarang gue gak bisa benci sama Gibran. Walaupun Gibran sudah melukai hati gue dengan jelas Perasaan gue, tetap saja gue cinta sama dia.”
Anna tahu Bianca adalah orang yang paling tidak suka menyimpan Perasaan Dia akan bilang jika dia suka atau tidak suka kepada siapa pun. Bianca rang yang frontal. Dia bukan orang yang selalu memendam masalahnya sendiri Bianca sangat terbuka. Itu yang membuat Anna yakin bahwa Bianca memang benar-benar mencintai Gibran
Angga memperhatikan setiap inci sudut kamar Bianca Dia sedang meneliti sesuatu yang sangat berharga. Setelah menemukan apa yang dia cari, Angga memainkan Ponselnya, sambil menunggu Anna bertanya lebih lanjut kepada Bianca
" Lo gak ngelakuin hal aneh kan sama Boy," Anna sedikit khawatir dengan kelakuan Bianca
Bianca menggeleng
Anna mengangguk " Semoga masalah lo sams Gibran cepat selesai,” harapnya tulus.
" Bianca hubungan lo sama Bara Apa," tanya Angga, Terdengar seperti bentakan.
Bianca mengerutkan keningnya Kenapa Pasangan ini sangat kepo dengan apa yang Bianca alami dan rasakan sekarang ?
" Kami berteman seperti gue sama Boy.”
Angga memberikan Ponselnya kepada Anna. Gadis itu sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya. Tatapan matanya beralih kepada Bianca yang terlihat kebingungan.
" Lo gak balikan sama Bara, kan," tanya Anna.
Bianca menggeleng. “Lo tahu Anna Prinsip gue Yaitu gue gak akan mau balik sama mantan, bagaimanapun cintanya gue,"
" Tapi ini " Anna memperlihatkan kan apa yang dia lihat Ponsel Angga. Bara memposting foto saat dia dan Kate masih bersama.
Pada foto itu mereka terlihat sangat bahagia Tampak Kate tersenyum manis dan Bara yang sedang menatapnya dengan Penuh cinta Tertulis caption
" I missing you bike crazy Princes," Hal itu membuat Instagram Bara kebanjiran komentar yang menanyakan apakah mereka kembali berhubungan ataukah Barra yang tidak bisa move on,
Banyak hujatan yang dilayangkan kepada Bianca Karena, Bianca terkesan seperti Perempuan gampangan yang mau dengan lelaki mana saja. Ada Pula yang mendukung walaupun tidak sebanyak yang mengkritik hubungan mereka
Bahkan, online shop dan produk baju peninggi badan juga turut meramaikan komentar di Postingan Bara
" Masalah kita akan semakin berat, Ga™ lirih Anna.
Angga hanya tersenyum Lalu mengusap rambut Anna dengan lembut
" Semua akan ada jalan keluarnya.”
Bianca yang melihat kemesraan itu mendengus sebal. Kenapa mereka tidak melihat-lihat situasi Jika ingin bermesraan?
" Keluar dan kamar gue Kamar gue bukan tempat untuk mesum," teriak Kate dengan suara supernya.
...•••••...