
"Tzuyu?" Sahut Seok jin.
Kemudian Seok jin menghampiri Tzuyu tidak lupa para reporter terus saja mempotret Poto mereka, para reporter tidak menyangka jika konferensi pers hari ini akan menjadi terending topik.
"Tzuyu apa ini kau nak?" Tanya Seok jin.
"Dad...hiks...dad..." Tzuyu terus saja menangis.
"Putriku" sahut Seok jin lalu ia menarik Tzuyu dalam dekapannya.
"Maafkan Daddy nak karena Daddy tidak mengerti perasaan putri Daddy." Sahut Seok jin.
"Daddy apa Daddy menangis?" Tanya Tzuyu.
"Ah anio Daddy tidak menangis ko?" Jawab Seok jin sambil mengusap pipi yg terkena air matanya
"Daddy zuyu minta maaf karena telah membuat Daddy khawatir " sahut Tzuyu dalam dekapannya.
"Daddy sedah memaafkan mu sayang." Ucap Seok jin.
"Daddy GX marah ?" Tanya Tzuyu.
Seok jin menggelengkan kepalanya
"Tapi kenapa Daddy ingin berhenti menjadi Aktor bukannya ini cita-cita Daddy?" Tanya Tzuyu.
"Mulai sekarang cita-cita Daddy adalah membahagiakan putri kesayangan Daddy." Jawab Seok jin. Kemudian Tzuyu langsung memeluk Ayahnya.
Acara haru-haruan yang membuat para penonton meneteskan air mata kini menjadi kebahagiaan.
Acara konferensi pers pun selesai sekarang saatnya acara perpisahan untuk Seok jin.
"Yhung hiks......kenapa kau seperti ini hiks ...." Tanya Jimin samng manusia alay:v.
"Yah...Jimin Si...kau jangan membuat masialah jadi runyam hiks..." Shut Suga.
"Hais mereka ini selalu saja begitu?" Sahut Jungkook, walaupun Jungkook adalah si member paling muda namun pemikirannya lumayan dewasa?"
Author
"Tenang masih lumayan ko guys"
Back
Setelah acara perpisahan untuk Seok jin selesai serta mengisi formulir penguduran Seok jin langsung pulang ke rumahnya.
Sesampainya di rumah Seok jin dan joga Tzuyu di sambut oleh kakek dan neneknya.
"Selamat datang kembali cucuku" sahut Ny. Seolhyun.
"Gomawo Halmeoni, Tzuyu minta maaf yah kemarin Tzuyu..?" Belum Tzuyu menyelesaikan kata-katanya.
"Shut.... Halmeoni dan Harabeoji sudah memaafkan Tzuyu. Yang seharusnya meminta maaf itu adalah Halmeoni gara-gara Halmeoni Tzuyu ?" My Seolhyun menggantung kata-katanya.
"Tzuyu juga sudah memaafkan kalian ko?" Sahut Tzuyu.
"Yasudah sekarang Tzuyu makan dulu setelah itu istirahat ne....?" Ucap kakeknya Tzuyu.
"Ne.... Harabeoji." Sahut Tzuyu.
_______
Jika keluarga Seok jin sedang makan melam. Lain halnya dengan Jisso kini Jiao sedang bingung. Bagaimana cara agar Jisso memberi tahu kepada Tzuyu bahwa ia ada lah ibu kandungnya.
"Eotokhe, eotokhe cara agar aku mengatakan kebenarannya ini, bagaimana jika Tzuyu tidak mau mendengarkan menjelaskan ku? Bagaimana ini." Saat Jisso sedang cemasnya kini tiba-tiba ponselnya berdering.
🎶 Tung tang tung tarang tung tatang tung, tung tang tang tung tarang tung tatang tung 🎶😂
📞Jisso
" Yeobhaseo? "
📞Sehun
"Jisso Rosse...."
📞Jisso
"Weo ada apa dengan Rosse apa dia baik-baik saja? "
📞Sehun
"Ne....dia akan melahirkan jissso ?"
📞Jisso
"What kalo gitu aku akan segera menyusul kalian ada di Rumah sakit mana?"
📞Sehun
"Kami di Rumah sakit xxxxxxx."
📞 Jisso
Baiklah aku akan segera menyusul."
Tut.
Sesampainya di Rumah sakit Jisso langsung bergegas ke ruang bersalin.
"Sehun" panggilan Jisso.
Sehun pun menoleh terlihat wajah cemas sehun pascalnya ini adalah kelahiran putra pertamanya.
"Sudah jangan cemas aku akan menemani mu?" Sahut Jisso sambil menepuk pundak Sehun.
Setelah beberapa saat akhirnya sang bayi pun keluar
Ohek ohek
" Dok bagaimana kondisi anak dan istri saya Dok?" Tanya Sehun kepada Dokter yang baru saja keluar.
"Istri dan anak anda selamat " jawab Dokter tersebut.
"Saya boleh masuk kan Dok." Tanya Sehun.
"Tentu "
Kemudian Sehun dan juga Jisso pun masuk ke ruang Rosse bersalin.
" Rosse terimakasih" ucap Sehun lalu mencium kening Rosse, kemudian ia melihat sosok bayi.
" Suster apa saya boleh menggendong nya sus?" Tanya Sehun.
"Silahkan bayinya laki-laki " jawab suster tersebut sambil memberikan bayi tersebut kepada ayahnya.
" Selamat ya untuk kalian berdua" sahut Jisso yang dari tadi melihat kebahagiaan sahabatnya itu.
" Terimakasih Jissso," sahut Rosse.
Sebenernya ada rasa cemburu di hati Jisso melihat ke harmonisan keluarga kecil sahabatnya itu. Andaikan saja dulu orang tua Seok jin menerima Jisso dalam keluarganya mungkin sekarang ini Jisso juga akan bahagia.