
3 Tahun kemudian
Paman Daniel dan Tante Mi Rae telah menikah 2 tahun lalu kini mereka mempunyai Anak kembar yang berusia Satu Tahun.
" Sayang sepertinya yisoo dan yebin butuh teman baru ?" Sahut Daniel yang sedang memainkan tangan purta dan putrinya yang berusia Satu Tahun.
" Lalu " sahut Mi Rae yang sedang menyedihkan susu untuk Anaknya.
" Bagaimana jika kita buat lagi " sahut Daniel yang kini sudah berada di depan Mi Rae dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Yak "
Beralih kepada Jihyo dan Taehyung kini sedang berada di lestoran yang paling megah di kota Seoul.
" Sayang bagaimana jika kita besok saja menikahnya " sahut Taehyung.
" Kenapa ?" Tanya Jihyo.
" Karena aku tidak tahan " jawab Taehyung.
" Untuk apa ?" Tanya Jihyo.
" Hemmm itu hemm " ucap Taehyung lalu melihat tatapan Jihyo yang polos " CK sudahlah pokonya aku ingin menikah besok " sahut Taehyung.
" Yak tapi kan pernikahan kita masih 1 bulan " sahut Jihyo.
Cup
" Arraseo aku akan menunggu walaupun aku harus menahnya " sahut Taehyung lalu kembali mengecup bibir Jihyo.
Cup
Beralih kepada Hyuna dan Eun woo kini Hyuna dan Eun woo adalah pasangan pengantin baru yang dua bulan lalu telah meresmikan hubungan mereka.
Hyuna Bagun setelah semalam di dempur oleh Eun woo.
" Akh " lirih Hyuna yang di karenakan daerah sensitifnya yang terasa ngilu akibat semalam.
Bruk
" Ahk " Eun woo di pukul oleh Hyuna agar bangun.
" Kau ini kenapa sayang " sahut Eun woo dengan nada khas dari bangun tidur.
" Lihat gara-gara kau aku tidak bisa berdiri " rengek Hyuna.
" Oh hahaha apa kau mau lagi " tanya Eun woo sambil mengedipkan sebelah matanya.
" Yak aku ini ingin mandi badoh " sahut Hyuna.
" Yasudah mandi saja " sahut Eun woo.
" Yak kau ini sangat tidak pengertian " sahut Hyuna.
" Arraseo aku akan mengantar mu ke kamar mandi " sahut Eun woo lau menggendong Hyuna menuju kamar mandi.
" Sekarang kau keluar aku ingin mandi " sahut Hyuna.
" Yak kenapa kau masih berdiri di sini, cepat keluar " sahut Hyuna.
" Tidak " sahut Eun woo.
" Kenapa ?" Tanya Hyuna.
Eun woo berjalan mendekati Hyuna
" Yak jangan mendekat " sahut Hyuna.
" Kita mandi bareng ya " sahut Eun woo.
" Kya "
Beralih kepada Tzuyu dan Jungkook, Tzuyu dan Jungkook menikah setelah lulus dari sekolah menengah atas tepatnya Satu Tahun lalu.
" Sayang " Tzuyu tengah menyiapkan sarapan pagi untuk Jungkook.
" Nee " jawab Tzuyu.
" Sudah aku bilang jangan terlalu capek ini pekerjaan bibi " sahut Jungkook.
" Tidak apa ini sudah kewajiban ku sebagai istri " sahut Tzuyu.
" Sayang kau ini harus jaga kesehatan kalian, lihat kau ini sedang hamil tua " sahut Jungkook lalu menuntun Tzuyu untuk duduk.
" Bibi capat bawakan sarapannya " teriak Jungkook kepada pelanggan yang ada di rumahnya.
" Tidak aku sudah izin untuk cuti selama 6 bulan " sahut Jungkook lalu menyiapkan sarapan untuk Tzuyu.
" Kau tau tidak aku ini khawatir sela kau belum melahirkan aku akan tetap berada di rumah untuk menjaga mu " sahut Jungkook.
Memang selama Tzuyu hamil Jungkook selalu pulang tepat waktu agar bisa menjaga istrinya.
Tok tok tok
" Bibi tolong buka pintunya " sahut Jungkook.
Clek
" Eh selamat datang Tuan dan Nyonya besar " sahut pelayanan rumah Jungkook.
" Nuna ?" Seorang Anak laki-laki yang baru saja menginjak usia Duatahun setengah berlari ke arah Tzuyu.
" Soobin " sahut Tzuyu lalu memeluk adik kecilnya itu.
" Nuna?" Sahut Soobin.
" Mommy Daddy Tzuyu beralih memeluk Jisso dan Seok jin.
" Aku merindukan kalian " sahut Tzuyu.
" Kami juga merindukan mu putri kecil ku " sahut Seok jin, bagi Seok jin Tzuyu masih ia anggap sebagai putri kecilnya.
" Kim soobin jangan nakal " sahut Jungkook yang kini berlari mengejar adik iparnya.
" Hahah Hyung kejal acu " sahut Soobin yang membuat Jungkook kelelahan karena mengejar soobin.
Semua orang tertawa kecuali Tzuyu yang merasakan kesakitan.
" Akh " lirik Tzuyu.
Semua orang menatap Tzuyu.
" Kenapa sayang?" Sahut Jungkook yang beralih menatap Tzuyu.
" Akh Oppa pertutku sakit " sahut Tzuyu.
" Sayang sepertinya kau akan melahirkan " sahut Jisso kini memapahnya.
" Kokkie cepat siapkan mobil " sahut Seok jin lalu menggendong Putrinya.
Jungkook bergegas menyiapkan mobil, sedangkan Jisso memangku Soobin.
Skip
Sesampainya di Rumah sakit kini Tzuyu sedang berada di ruang persalinan kini Jungkook dan orang tuanya beserta keluarga Tzuyu sedang menunggu.
Ohwek owek
Suara tangisn seorang bayi.
Clek
Seorang dokter keluar.
" Bagaimana keadaannya Dok " tanya Seok jin.
" Mereka selamat , silahkan masuk " sahut Dokter tersebut.
Jungkook memasuki ruang Tzuyu dan melihat kondisi Tzuyu yang masih lemas.
" Terimakasih Sayang " Sahut Jungkook lalu mengecup kening Tzuyu.
Tzuyu hanya bisa mengangguk.
" Ini Tuan bayi ya perempuan " sahut perawatan tersebut.
" Wah Tzuyu lihat bayi kita sangat cantik " sahut Jungkook menata bayi kecilnya.
" Benar ini seperti Tzuyu saat masih kecil " sahut Jisso.
" Katakan kau akan memberi Nama Apa ?" Tanya Jungkook kepada Tzuyu.
" Jeon Hyun ji " sahut Tzuyu.
" Jeon Hyun ji, Nama yang indah " sahut Jungkook.
Beberap tahun kemudian.
" Paman tunggu aku " sahut seorang gadis yang masih menduduki bangku sekolah Menengah Pertama.
" Yak sudah ku bilang jangan memanggilku dengan sebutan Paman " sahut Pria yang hanya beda 2 tahun setengah dengan gadis tersebut.
" Kenapa ? Kau malu Pamam Soobin " sahut Hyun ji mengejek pamannya.
" Yak Jeon Hyun ji " sahut Soobin mengejar keponakannya itu.
Selesai