My Dad Is Handsome

My Dad Is Handsome
Bab 5




"Lalu aku harus memanggil Ajushi apa". Lagi-lagi Tzuyu bertanya.


"Oppa". Jawaban Jungkook.


"Ahh..Ara Ajushi" ucap Tzuyu yang membuat ditatap tajam oleh Jungkook.


"Ah..anio maksudku OPPA.." sahut Tzuyu lalu di balas senyuman kelinci khas Jungkook, akhirnya merekapun tertawa bersama.


Waktu berlalu terlalu cepat para tamu sudah pulang hanya tersisa kakek-nenek Seokjin dan juga Tzuyu, yang sedang duduk di ruang tamu.


Hingga akhirnya kakek Tzuyu berkata "Tzuyu sayang kakek dan nenek kan belum memberi hadiah kamu mau hadiah apa dari Haraboji ?".


Tzuyu berpikir sejenak hingga akhirnya dia berpikir sesuatu "aku menginginkan hadiah yang kalian pun tidak bisa memberikannya untukku ". Jawab Tzuyu.


"Memangnya Tzuyu memiliki menginginkan apa?" Tanya neneknya.


Tzuyu ragu untuk mengatakannya.


"Daddy, Haraboji, Halmoni jika zuyu mengatakan ini apa kalian akan marah padaku?" Tanyanya, kemudian mereka bertiga pun menggelengkan kepalanya pertanda tidak akan marah jika Tzuyu mengatakan hal tersebut.


"Aku ingin mommy". Sahut Tzuyu sambil menundukkan kepalanya.


Ucapan Tzuyu membuat kakek-nenek dan juga ayahnya itu syok, pascalnya ini adalah permintaan pertama Tzuyu kepada mereka, memang selama 17 tahun ini Tzuyu tidak pernah meminta apapun dari mereka. Tidak disangka ternyata permintaan pertama Tzuyu adalah 'IBU'. Mereka bertiga pun hanya berdiam diri dan juga tidak mengatakan apapun.


"Sudahlah jika kalian tidak ingin menjawab, aku akan pergi ke kamar" sahut Tzuyu.


"Tunggu. Daddy ingin tahu apa alasan kamu?". Tanya Seok jin.


"Alasan ya? Jika aku bicara apa kalian akan memahami ku." Jawab Tzuyu, lalu ia melanjutkan langkahnya menuju kamar.


"TZUYU TIDAK BOLEH BERBICARA SEPERTI ITU KEPADA DADDY MU APALAGI BERBICARA SAMBIL JALAN ?" Bentak Ny. Seolhyun selaku ibu dari seokjin dan juga neneknya Tzuyu.


Tzuyu terkejut ini pertama kali dalam hidupnya ada yang membentak itupun neneknya sendiri.


Tzuyu pun menghentikan langkahnya lalu ia berbalik, butiran air bening mengalir di pipi nya.


"Apa...apa salahku....aku hanya ingin seorang ibu, ibu yang selalu ada di sampingku merawatku dan juga selalu ada buatku." Tzuyu menangis membuat kakek-nenek dan juga ayahnya merasa bersalah. "Apa kalian tau dalam hidupku ini walaupun aku hidup dalam kecukupan di hidupku ini terasa ada yang kurang tidak seperti anak lainnya bahkan ayah ku sendiri......menyembunyikan identitasku? Aku paham ko Daddy adalah seorang idola...aku paham....tapi apa kalian tau dalam hatiku aku ingi seperti anak lainnya' seperti saat ada rapat orang tua di sekolah apa salah satu dari kalian ada yang datang. Jawaban nyh adalah tidak, haya Ajuma lah yang membantuku untuk mengambil rapor." Air mata Tzuyu semakin mengalir semakin deras membasahi pipinya. "hiks.....apa...apa kalian teman-temanku yang lain tidak bertanya kenapa orang tua tidak datang saat itu, apa kalian pikir uang-uang yang kalian berikan untuk ku, mengapa aku selalu menghamburkan uang, itu semua hanya untuk menutup mulut mereka yang menanyakan sesuatu yang hiks....menyakiti hatiku." Tangisan Tzuyu semakin menjadi.


"Cukup" ucap Tn seun Jo ayah Seok jin.


Tampa basa-basi Seok jin langsung memeluk Tzuyu tapi Tzuyu tidak membalas pelukannya.


"Miane.." kata Seok jin. Tzuyu masih diam tak bergeming. Kemudian Tzuyu melepaskan pelukan ayahnya secara paksa.


"Daddy aku lelah aku ini tidur." Sahut Tzuyu.


"Kakek-nenek aku selamat malam." Ucap Tzuyu lalu ia berlari ke kamar.


"Eomma aku juga ingin ke kamar selamat malam?" Sahut Seok jin ia pun pergi meninggalkan ruangan tamu.


"Hiks.... semua ini salahku hiks.....aku yang telah memisahkan Tzuyu dari ibunya hiks....." Israk Ny. Seolhyun.


"Sudah-sudah" ucap Tn. seun Jo sambil mengusap bahu Ny. Seolhyun.


_


_


_


_


_


Di sebuah pemakaman seorang wanita sedang merenun entah apa yang ada di pikirannya sehingga larut malam begini berada di sebuah pemakaman.


"Eomma..... Apppa aku merindukan kalian." Kata Jisso sambil mengusap batu lisan.


"Eomma apa kamu tau aku aku benar-benar merindukan kalian."


_


_


_


_


_


Di kamar Tzuyu entah sedang memikirkan apa, pagi tiba.


Cllek


Seok jin membuka kamar Tzuyu merniat untuk membangunkan Tzuyu namun ternyata.


"Tzuyu sayang" sahut Seok jin mamun Tzuyu tidak ada dikamar nya kemudian Jin mencari Tzuyu di semua area tapi nihil Tzuyu tidak ada di dalam kamarnya.


Hingga Jin menemuka sebuah kertas di meja belajarnya.


Seok jin pun membacanya, setelah membanya lalu ia berlari menuju ruang makan.


"Eomma?" Teriak Seok jin.