My Dad Is Handsome

My Dad Is Handsome
Bab 13



Seok jin bingung bagaimana ia harus menjawab "bagaimana ini jika aku menolak orang tua ku akan malu, tapi jika aku menerima bagaimana dengan Jissso eh.. kenapa aku memikirkan jissso, bagaimana ini Mi Tae memang cantik tapi aku tidak menyukainya. Tzuyu ya Tzuyu benar" batin seokjin kemudian Seok jin tersenyum


"Saya...,terserah kepada Tzuyu saja karena ini menyangkut kebahagiaan putri ku" sahut Seok jin sambil melirik Tzuyu sedangkan yang di lirik nyapun terheran-heran dengan sikap Seok jin kenapa ia melempar pertanyaan ini kepada nya.


"Apa ini pernikahan bisnis?" Tanya Tzuyu.


"Sayang jangan seperti itu" sahut Ny Kim.


"Owh maaf bukannkan ini berdasarkan pakta? " Lagi-lagi Tzuyu bicara ngawur. Inilah alasn kenapa Seok jin melempar keputusan tersebut kepada Tzuyu Seok jin tau Tzuyu adalah anak yang jujur ia selalu berbicara sesuai isi hatinya.


"Tzuyu" panggil Tn Kim.


Tampa mereka sadari dari tadi mi rae bukanya memperhatikan Seok jin calon tunangannya melainkan Tzuyu sepertinya Mi rae mulai tertarik dengan Tzuyu.


"Ah mianeo arraseo aku akan katakan, menurut ku......itu tergantung kepada Tante Mi rae sendiri apakah Tante Mi rae tulus kepadaku? " Sahut Tzuyu.


Di sisi lain


_


_________


Seperti biasa Jisso sedang berada di rumah ia sedang meniapakan materi untuk ujian minngu depan tiba-tiba ia teringat sesuatu tentang Tzuyu akhir-akhir ini Jisso makin dekat denga Tzuyu mungkin itu adalah permulaan yang bagus.


("Tapi bagaimana jika Tzuyu tau jika ia adalah ibu yang telah membuanya ahh...itu tidak termasuk membuang tapi,")Jisso melamun


Argh


Jisso mengacak-acak rambutnya kemudaian Jisso beranjak menuju dapur untuk membuat sesuatu yang mengenyangkan perutnya.


Clek


"Daniel" begitu terkejutnya Jisso saat melihat Danie didepan rumahnya dengan rambut yang extra berantakan dan juga bau alkohol.


"Jisso yaa aku mencintaimu" sahut Daniel yang langsung ambruk di pelukan Jisso .


"Haish badebah ini membuat ku jengkel" gerutu Jisso lalu membawa Danie masuk kedalam dan membaringkan tubuh Daniel di sofa.


"Jisso aku mencintaimu"


"Jisso?"


"Kenapa kau malah kerumahku hah, bukan kan kau ini kuat minum, lah kenapa kau mabuk Hah.....apa kau sedang berpura-pura" Jisso teru saja mengoceh sambil membukakan kepatu yang masih nempel di kaki daniel kemudian menyelimutinya dengan selimut yang ia pakai saat duduk di sofa tadi. Saat Jisso Hendak pergi ke kamar, saat itu juga tangan Daniel memegang tangan Jisso .


"Jangan pergi ?"


"Kau selalu saja pergi?" Gumam Daniel, sebenarnya Jisso tidak tau kenapa ada rasa Kasihan kepada Daniel, dengan terpaksa Jisso duduk di lantai dan berhadapan Daniel sambil memegang tangan Daniel hingga tertidur.


Paginya Daniel terbangun dari tidurnya dan melihat Jisso sedang tertidur pulas di hadapannya sambil memegang tangannya, Daniel pun tersenyum.


"Andaikan saja setiap pagi kau selalu berada di sisiku" guman Daniel kemudian Daniel melepaskan tangannya dari genggaman Jisso, lalu menggendong Jisso kekamarnya dan menyelimutiny, Daniel tau Jisso pasti sangat tidak nyaman karena tertidur dengan posisi seperti itu.


Sebenernya Daniel sangat tulus mencintai Jisso, alsan Daniel selalu selingkuh dengan wanita lain adalah Daniel berharap Jisso akan cemburu namun ternyata tidak Jisso malah menganggap Daniel seorang ******** yang selalu mempermainkan perasaan wanita.


Daniel menyiapkan sarapan untuk Jisso setelah itu ia langsung pergi dari rumah Jisso tak lupa meninggalkan sebuah surat untuk Jisso.