My Dad Is Handsome

My Dad Is Handsome
Bab 17



...........🌺🌺🌺.........


Tzuyu sudah sampai di kediaman Cha Eun woo. Tanpa basa-basi Tzuyu langsung saja mengetuk pintu rumah Eun woo.


Tok tok tok


Clek


Pintu terbuka memperlihatkan seorang wanita paruh baya yang terlihat sakit-sakitan.


" Ah ....annyeong haseyo Ajuma perkenalkan nama saya Kim Tzuyu apa benar ini rumahnya Cha Eun woo?" Tanya Tzuyu kepada wanita paruh baya tersebut.


" Oh... Benar. nona ini siapanya anak saya yah..." Sahut ibunya Eun woo.


" Ah...saya teman sekelasnya Eun woo Ajuma, apa Eun woo nya ada? " Tanya Tzuyu.


" Eun woo sedang bekerja" jawab ibunya Eun woo.


" Ah...hehe kalo boleh tau dimana Eun woo bekerja?" Tanya Tzuyu


Kemudian ibunya Eun woo memberikan alamat tempat dimana Eun woo bekerja.


"Terimakasih Ajuma?" Sahut Tzuyu.


"Sama-sama."


Kemudian Tzuyu bergegas menuju ke tempat pekerjaan Eun woo, sesampainya di sana benar sekali Eun woo sedang berada di sebuah rumah makan kecil yang jaraknya agak jauh dengan rumahnya. Lalu Tzuyu pun masuk kedalam rumah makan tersebut.


"Selamat datang " sudah jadi rutinitas Eun woo saat pelanggan masuk, untuk mengungkapkan selamat datang sambil membungkuk. Tapi alangkah terkejutnya ia saat yang berada di depannya ini adalah Tzuyu satu-satunya orang yang ia sering ajak berbicara."Tzuyu?" .


" Eun woo ?" Tzuyu berpura-pura tidak tahu klo Eun woo bekerja di sini "kau sedang apa? " Tanya Tzuyu.


"Aku....ah silahkan duduk mau pesan apa?" Eun woo mengalihkan pembicaraannya kepada Tzuyu.


"Emmm.." Tzuyu melihat isi menunya kau ia memilih salah satu menu yang tercantum di daftar menu. "Aku pesan Ramyeon dengan memakai banyak bawang dan juga es teh lemon dingin ".


Eun woo sedikit tidak percaya bisa-bisanya anak kolongmerat seperti Tzuyu makan di tempat seperti ini.


" Baik tunggu sebentar" ucap Eun woo kemudian pergi dan mengambilkan pesana Tzuyu. Beberapa saat kemudian pesanan Tzuyu pun datang.


" Silahkan kan " kata Eun woo saat ia akan melangkah tangannya di tahan oleh Tzuyu. "Wae?" tanya Eun woo.


"Duduk dulu sebentar aku ingin bicara" sahut Tzuyu kemudian Eun woo pun duduk di hadapannya. Dan melihat Tzuyu mencicipi makanannya " eoh...benar- benar Nikmat."


"Yah sebenernya apa yang ingin kau bicarakan" sahut Eun woo.


" Kenapa kau jarang sekolah? " Tanya Tzuyu


" Seperti yang kau lihat aku sedang bekerja" Jawab Eun woo.


" Akan ku usahakan " jawab Eun woo.


" CK singkat sekali jawaban mu? Apa kau sudah makan ?" Tanya Tzuyu.


"Sudah" Jawab Eun woo.


Kruyuk


Bunyi perut lapar.


" Lain di mulut lain di hati, kemari lah makan bersama dengan ku " sahut Tzuyu.


"Tidak. Tidak usah" sahut Eun woo.


"Kumohon plis.... lihat makanan ini Pakah akan masuk di perut ku yang kecil ini" sahut Tzuyu dengan ayegyo nya. Mau tidak mau Eun woo menuruti kemauan Tzuyu. Mereka pun makan bersama.


Setelah selesai makan dan tak lupa membayar Tzuyu bergegas untuk pulang karena terlalu lama Tzuyu berada di luar rumah.


"Sampai jumpa disekolah Eun woo?" Ucap Tzuyu sambil melambaikan tangannya.


" Sampai jumpa " Eun woo pun membalas lambaian tangannya tidak lupa tersenyum.


"Eh apa barusan dia tersenyum " guman Tzuyu.


_____________


Sesampainya di rumah Tzuyu


" Aku pulang " teriak Tzuyu menandakan jika ia sudah pulang.


" Tzuyu kau sudah pulang sayang " sahut Seok jin lalu merangkul pundak Tzuyu. "Tumben lama banget pulangnya?" Tanya Seok jin.


"Tadi aku ke tempat temanku dulu Daddy" jawab Tzuyu.


" Teman apa teman...?" Seok jin.


"Ih Daddy beneran teman ko " Tzuyu cemberut.


"Iya Daddy percaya ko, oh iya ada yang ingin Daddy kenalan " sahut Seok jin.


"Siapa dad? " Tanya Tzuyu yang penasaran.


" Nah itu dia orangnya " sahut Seok jin sambil menunjuk ke arah tamu yang duduk di kursi ruang keluarga.


"Sseam?"......