
" Akhirnya kau bangun hiks..." Hyuna menangis di pelukan Eun woo.
Eun woo tersenyum membalas pelukan Hyuna, inilah yang Eun woo harapkan saat ia bangun orang yang mencintainya hadir di sini.
" Sudah jangan nangis lagi ya?" Eun woo mengusap puncuk kepala Hyuna.
Kemudian Eun woo beralih menatap Tzuyu orang yang ia sangat cintai sampai detik ini.
" Eun woo " lirih Tzuyu mendekati Eun woo dan Hyuna.
" Tzuyu ?" Sahut Eun kemudian melepaskan pelukannya dengan Hyuna.
" Eun woo aku minta maaf hiks semua ini gara-gara aku hiks jika saja di hari itu aku tidak meninggalkan mu. Mungkin ini semua tidak akan pernah terjadi hikss." Sahut Tzuyu dengan menundukkan kepalanya karena merasa menyesal.
" Sudahlah tidak apa, ini bukan salahmu Tzuyu ini adalah takdir ku?" Sahut Eun woo kemudian Tzuyu memegang tangan Eun woo.
" Terimakasih Eun woo berkat kamu aku dan Jungkook Oppa sudah tidak ada kesalahpahaman lagi " Tzuyu tersenyum menatap Eun woo.
" Eun woo apa kau tahu ada orang yang selalu mendampingi mu selama 1 bulan ini " sahut Tzuyu yang berniat menggoda Hyuna.
" Memangnya siapa ?" Tanya Eun woo.
" Tuh " Tzuyu menunjuk ke arah Hyuna yang sedari tadi melihat tingkah Tzuyu dan Eun woo dengan tatapan cemburu.
" Kemari lah " Eun woo menyuruh Hyuna datang mendekatinya.
" Hyuna terimakasih karena kau selalu ada di sisiku, Aku sangat berterima kasih aku janji setelah ini aku akan berusaha mencintaimu. Walaupun kau bukan cinta pertamaku namun aku akan berusaha mencintaimu dengan tulus." Eun woo mengucapkan kata-kata yang membuat suasana menjadi canggung bagi Tzuyu dan Jihyo.
" Emmmm Eun woo selamat untuk kesembuhan mu ya ?" Sahut Jihyo yang sedari tadi terabaikan.
" Eh ada Jihyo " sahut Eun woo lalu mengangguk.
" Kalo gitu aku, ah tidak kami permisi dulu yah " sahut Jihyo lalu menarik tangan Tzuyu untuk meninggalkan Eun woo dan Hyuna.
Eun woo mengangguk setuju kini Tinggal Eun woo dan Hyuna.
Jihyo mengantar Tzuyu pulang ke rumahnya.
" Jihyo apa kau mau mampir dulu ?" Tawar Tzuyu.
" Tidak ah.. aku akan langsung pulang saja " elak Jihyo.
" Oh baiklah kalo gitu hati-hati di jalan yh." Sahut Tzuyu lalu melambaikan tangannya kepada Jihyo " dah " Jihyo melakukan mobilnya sedangkan Tzuyu masuk ke dalam rumahnya.
Clek
Tzuyu membuka pintu rumahnya dan melihat ada Jungkook yang sedang duduk bersama orangtuanya.
" Tzuyu, akhirnya kau pulang juga " sahut Jisso lalu menggandeng tangan Tzuyu agar Duduk di dekat Seok jin.
" Mommy ada apa ini " tanya Tzuyu kepada Jisso.
" Sayang beri salam dulu dong sama Tuan dan Nyonya Jeon." Sahut Seok jin.
" Oh hehe " Tzuyu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Tzuyu segera berdiri " Annyeong haseyo naneun Tzuyu imnida ." Karena gugup Tzuyu malah memperkenalkan dirinya.
Tuan dan Nyonya Jeon tertawa melihat tingkah laku Tzuyu.
" Wah kau lucu Tzuyu " ucap Ny Jeon.
" Hehehe " lagi-lagi Tzuyu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Begini Tuan Kim maksud kedatangan kami kesini adalah untuk Melamar Tzuyu menjadi menantu saya " ucap Tuan Jeon.
Seok jin berpikir sambil menatap wajah Tzuyu.
Tzuyu terkejut mendengar kata Melamar. Sedangkan Jungkook sedari tadi sangat gugup Ia takut jika Seok jin tidak mau menerimanya sebagai menantunya karena Jungkook lebih tua dari Tzuyu.
" Begini bukannya kami menolak tawaran dari kalian. Tapi masalahnya Tzuyu masih kelas 12 mungkin ini akan menggangu konsentrasi belajarnya " ucap Seok jin dengan penuh hati-hati agar keluarga Jeon sedikit mengerti.
" Kami mengerti, tapi kami merencanakan agar Tzuyu dan Jungkook Mereka bertunangan dulu bagaimana ?" Tawar Tuan Jeon Siwon.
" Hemmm gimana sayang apa kau setuju jika Tzuyu kita tunangan kan " tanya Seok jin kepada Jisso.
" Menurut ku sih jika tujuan keluarga Jeon kemari untuk tujuan baik. Maka aku setuju untuk pertunangan ini. " Sahut Jisso.
Seok jin mengangguk paham lalu beralih ke Tzuyu " Sayang bagaimana apa kau akan menerima pertunangan ini " ujar Seok jin pada Tzuyu.
" Hemmm " Tzuyu tersenyum lalu mengangguk " baiklah aku akan menerima pertunangan ini " sahut Tzuyu menatap wajah Jungkook yang terlihat sangat gugup.
" ET kalian jangan senang dulu, masih ada syaratnya " sahut Seok jin.
" Hyungie Apa itu syaratnya." Tanya Jungkook kepada Seok jin.
" Syarat pertama kau tidak boleh memanggilku dengan sebutan Hyuong, Yang kedua kalian boleh menikah setelah Tzuyu selesai sekolah, syarat yang ke tiga kau harus membahagiakan putri kesayangan ku ini " Seok jin memeluk dan mencium Tzuyu.
" Baiklah Hyung " sahut Jungkook lalu Seok jin melototi Jungkook.
" Ah anio maksud ku D.. Daddy.." mendengar Jungkook menyebut Seok jin dengan sebuah Daddy membuat seluruh yang ada di ruangan tersebut tertawa pascalnya Jungkook yang biasanya memanggil Seok jin dengan sebutan Hyung kini berganti dengan sebutan Daddy menjadi sangat aneh