
Seok jin pun membacanya, setelah membacanya Seok jin terkejut, lalu ia berlari menuju ruang makan.
"Eomma?" Teriak Seok jin.
"Ada apa sayang" tanya ibu Seok jin sambil memegang susu untuk Tzuyu.
"Hei jangan teriak-teriak, ada pa bicarakan baik-baik" sahut ayah Seok jin.
"Eomma, appa. Tzuyu..... Tzuyu" Seok jin Sulit untuk menyelesaikan kata-katanya.
"Ada apa ?" Tanya Ny. Seolhyun.
Kemudian Seok jin memberikan sebuah kertas kepada Tn dan Ny Kim. Lalu Meraka pun membacanya.
*Teruntuk Daddy.
Miane Daddy karena aku telah berkata seperti itu, aku benar-benar minta maaf aku tida bermaksud menyinggung atau menyakiti perasaan Daddy, aku hanya ingin tau siapa mommy ku sebenarnya kenapa satu Poto pun tidak ada. Aku hanya ingin mengetahui nya saja sekali lagi miane Daddy.
Dan untuk Halmoni dan Haraboji aku juga minta maaf atas kelakuan ku, aku harap kalian semua memaafkan aku.
Daddy, Halmoni dan Haraboji tenang saja tidak usah khawatir aku bergi cuma beberapa hari ko dad aku cuma mau menenangkan pikiran dan hati aja ko.
Aku janji aku GX akan nagis lagi. Lihat ni aku senyum 😇😊 lihat kan.
I love you and imuss you
Â
Tzuyu*.
Â
"Ini semua salah ku hiks..... gara-gara aku Tzuyu jadi pergi dari rumah hiks.... sekarang aku harus gimana?" Seok jin prustasi sambil mengacak-acak rambutnya.
"Sudah ini bukan salah mu nak, ini semua salah Eomma, Eomma minta maaf." Ucap Mu Seolhyun.
Kemudian Seok jin merogoh ponsel yang ada di kantung jaketnya lalu ia mencari kontak yang bernamakan 'KIM JIHYO' Seok jin menekan tombol panggilan dan menempelkan benda persegii itu ke dekat telinganya.
Tut..Tut...Tut...
"Annyeong Paman Kim ada apa?" Tanya Jihyo.
"Jih apa Tzuyu ada di rumah mu?" Sahut Seok jin.
"Anio paman waeyo?" Tnya Jihyo.
"Ah....anio tidak ada apa-apa paman hanya bertanya mungkin Tzuyu sedang ke swalayan." Jawab Seok jin.
"Ah....arraseo." kata Jihyo.
"Kalo gitu paman tutup dulu telpon nya yah...." Kata Seok jin.
"Oh... Nee." Jihyo.
Tut.
Seok jin menutup teleponnya lalu ia mengambil kunci mobil. Dan ia bergegas untuk pergi ke kantor karena ia terlambat.
_
_
_
_
_
"Hemmm...sss" Tzuyu.
"Ga boleh Tzuyu, hey....akh panas Tzuyu kamu demam?" Sahut Jisso yang memegang keningnya Tzuyu.
Kemudian Jisso mengambil termometer untuk mengatur suhu tubuh Tzuyu. Kemudian Jisso kembali ke dapur untuk mengambil bubur dan air hangat untuk Tzuyu.
"Tzuyu makan dulu nak?" Kata Jisso.
"Hemm...nee seam." Sahut Tzuyu. Kemudian Jisso menyuapi Tzuyu.
"Seam terimakasih" ucap Tzuyu sambil memeluk Jisso, "seam apa boleh aku seperti ini sebentar" tanya Tzuyu.
"Hemm.... tentu?" Jawab Jisso sambil mengelus-elus kepala Tzuyu.
Flash back
Hujan deras, seorang gadis berada di pinggiran jembatan gantung sedang berteriak, jika orang melihatnya mereka pasti mengira dia akan bunuh diri.
"Kenapa Tuhan kenapa disaat ulang tahun ku kenapa terjadi seperti ini, apa ini hadiah yang engkau berikan kepadaku hiks..." Tzuyu berteriak.
Sedangkan di saat itu. Kebetulan Jisso sedang menuju arah pulang.
Jisso yang melihat seorang gadis berada di pinggiran jembatan terus memperhatikan sampai akhirnya ia mengenali gadis tersebut.
"Tzuyu"
Seketika Jisso langsung keluar dari mobilnya, lalu Jisso memeluk Tzuyu entah apa yd sedang Jisso pikirkan.
"Tzuyu kamu jangan melakukan hal ini. Jika kamu punya masalah ceritakan semuanya kepada seam.
"k
"kenapa aku meras sedih melihat Tzuyu seperti ini?" batin Jisso.
"Jisso Seam?" Sahut Tzuyu.
"Hemmm." Jawab Jisso ia masih memeluk Tzuyu.
"Apa kau pikir aku akan bunuh diri?" Tanya Tzuyu.
"Waeyoo...kenapa kau akan bunuh diri hemmm..." Jisso balik nanya kepada Tzuyu.
"Aku tidak akan bunuh diri aku cuma menenangkan pikiran saja seam." Jawab Tzuyu.
"Tzuyu jika kamu punya masalah ceritakan saja sama seam ne....?" Sahut Jisso . "Sekarang kamu ikut seam ya.... nanti kamu kedinginan." Ucap Tzuyu.
"Hemmm..." Tzuyu mengangguk.
Skip..
Sesampainya di rumah Jisso.
"Tzuyu sekarang kamu bersihkan dulu badanmu nanti seam akan menyiapkan handuk dan juga bahunya." Sahut Jisso.
"Iya seam terimakasih." Kata Tzuyu, kemudian Tzuyu melakukan aktivitas yang di suruh oleh Jisso.