My Dad Is Handsome

My Dad Is Handsome
Bab 10



Di pagi hari yang cerah ini tidak seperti biasanya ada kebahagiaan yang tidak dapat dijelaskan, tidak seperti biasanya seorang gadis bangun terlebih awal.


Tzuyu yang biasanya harus di bangunkan saat pagi entah kenapa hari ini bangun lebih awal, Tzuyu melangkahkan kakinya ke arah dapur, lalu ia membuka sebuah lemari es dan mengambil satu\-persatu bahan Yang ada di dalamnya setelah itu ia lanjut berjalan menuju arah kompor. Entahlah sepertinya Tzuyu ingin menyiapkan sarapan pagi untuk Seok jin juga kakek dan neneknya.


Pukul 06:00


Begitu terkejutnya saat My. Seolhyun saat melihat meja makan sudah rapi dan terpapar makanan, Ia mengira bahwa Seok jin lah yang menyimpan semua ini. Namun pikiran itu luntur saat melihat cucu tercinta yang sedang mengubek dapur.


"Tzuyu sayang" panggil Ny. Seolhyun.


"Eoh... Halmeoni?" Sahut Tzuyu yang masih memegang sebuah sepatula.


"Kau yang menyediakan semua ini?" Tanya Ny. Seolhyun yang masih tidak percaya dengan apa yang sedang dilakukan Tzuyu.


"Hemm heheh ne Halmeoni" jawabannya sambil cengengesan.


"Wah.... Halmeoni tidak percaya klo cucuku bisa memasak" sahut Ny. Seolhyun.


"Ih Halmeoni nyebelin" sahut Tzuyu tak lupa dengan memasang wajah cemberut yang membuatnya lebih cute.


"Hahaha yaampun cucuku sangat lucu" sahut Ny. Seolhyun sambil mencolek dagu Tzuyu.


"Halmeoni......"


"Hahaha biar Halmeoni bantu sekarang kamu mandi dan bersiap sekarang udah jam berapa tuh liat kamu kan harus sekolah" ucap Ny. Seolhyun sambil menunjuk arah dinding yang terdapat sebuah jam.


"Ommo..." Tzuyu langsung berlari kearah kamar setelah melihat jam dinding tersebut. Ny. Seolhyun hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat tingkah laku Tzuyu.


|| Sekarang semua sudah berkumpul di ruang tamu saatnya bagi penghuni rumah sarapan||


"Mmmyamyammm... eomma kenapa makanannya rasanya agak beda ya?" Tanya Seok jin. Masalahnya rasanya tuh kaya ada manis-manisnya gitu: v.


"Eoh hari ini Tzuyu yang masak" jawab Ny. Seolhyun.


"Eoh benarkan anak Daddy yang masak?" Tanya Seok jin. Tadinya Seok jin mau marah karena ia tidak suka makanan yang manis tapi karena ini yang masak adalah anak kesayangannya mau gimana lagi Seok jin tidak mau Tzuyu kecewa.


"Hehehe" Tzuyu malu-malu.


"Wah benar kah pantas saja rasanya biru kaya ada....?" Sahut Tn.jeon. belum sempat menyelesaikan kata-katanya.


"Enak kan ABEOJI " sahut Seok jin menekan kata abeoji untuk berhenti mengatakan yang sebenarnya.


"Hahaha benar sangat lezat" sahut Tn. Jeon.


"Benarkah?" Mata Tzuyu berbinar.


" Klo gitu aku ingin mencobanya?" Sahut Tzuyu.


"Tidak!" Ucap Seok jin sambil mengambil makanan buatan Tzuyu.


"Daddy waeyo? Tanya Tzuyu. Bingung


"Ah ini untuk Daddy semua Daddy suka banget sama makanan buatan kamu" sahut Seok jin.


"Yaudah klo gitu aku setip hari akan membuat untuk Daddy" Tzuyu.


"Tidak perlu" Seok jin.


"Kenapa? " Tzuyu.


"Tugasmu adalah belajar" tegas Seok jin.


"Tapi?" Tzuyu.


"Sudahlah ayo makan nanti Tzuyu telat " kata Tn.jeon


Hari ini hari dimana Seok jin bebas dari tugasnya jadi ia bebas untuk mengantar jemput Tzuyu, tapi ia juga harus memikirkan kedepannya ia tidak mungkin terus\-terusan seperti ini paling tidak ia harus bekerja untuk mengisi kekosongannya.


Setelah sampai di tempat tujuan Seok jin bergegas turun dari mobil untuk membukakan pintu untuk Tzuyu bak Seorang putri. Lalu sang putri pun keluar lalu Seok jin mengecup kening Putri nyh. Membuat para siswa beserta guru yang melihat pun menjadi gaduh.


"Wah bukannyah itu Kim Seok jin sang aktor legendaris?" Tanya salah satu siswa ke siswa lainnya.


"Wah ternyata benar berita itu" jawab siswa tersebut.


"Bukankah itu Tzuyu?" Sahut siswi lain.


"Kau mengenalnya?" Tanya siswa tadi.


"Iya dia teman sekelasku yang Minggu lalu ulang tahun" jawab siswi tersebut.


Terlihat seseorang yang mungkin tidak melihat jalan yang hanya pokus pada jam yang ada di tangannya ia tidak menyadari jika didepannya ada yg berdiri alhasil dia menabraknya.


"Ah....miane" sahut wanita Tersebut Tampa melihat siapa yang ia tabrak.


"Gwencanayo?" Sahut pria tersebut sambil mengulurkan tangannya. kemudian wanita tersebut membalas uluran tangannya dan menengok keatas.


1 detik


2 detik


Hingga 1 menit mereka saling menatap.


"Kau masih saja ceroboh seperti dulu" sahut Seok jin. Yah yang wanita itu tabrak ada lah Seok jin sang legendaris.


"Kau?...." Sahut Jisso yang masih mencerna penglihatannya.


"Daddy kau mengenal ssaem?" Tanya Tzuyu.


"Oh dia....." Seok jin menggantung kata-katanya.


"Ah....dia kami teman SMA" sahut Jisso agar Tzuyu tidak curiga.


"Ah benar kami teman SMA " jawab Seok jin pada Tzuyu.


"Ah kalo gitu aku masuk Dulu yh Daddy ? Ssaem aku duluannya?" Sahut Tzuyu berlari sambil melambaikan tangannya dan meninggalkan dua sejoli yang baru saja bertemu.


"Ah ne hati-hati sayang " seokjin sambil membalas lambaian tangan Tzuyu.


Kecanggungan yang melanda Seok jin dan juga Jisso.


"Sudah lama ya ?" Tanya Seok jin.


"Benar sudah 17 tahun" jawab Jisso.


"Apa kau tak merindukannya?" Tanya Seok jin.


"Jadi Tzuyu?" Jisso menggantungkan kalimatnya.


"Benar" jawab Seok jin.


"Jadi benar Tzuyu itu?" Jisso mulai meneteskan air matanya.


"Hei jangan nagis, orang akan mengira jika aku sedang melecehkan mu. Ah ya..apa kau ada waktu?" Tanya Seok jin.


"Yak aku sedang sedih kau selalu saja mengalihkan pembicaraan" cloteh Jisso.


"Ah miane, jika kau tidak ada waktu hari ini klo gitu aku minta no ponselmu?" Sahut Seok jin.


"Tapi......yak.....sembalikan ponselku?" Sahut Jisso karena Seok jin mengambil ponselnya lalu memasukan nomor ponselnya ke ponsel dirinya.


"Terimakasih" sahut seokjin sambil cengengesan GX jelas lalu meninggalkan Jisso yang sedang berdiri mematung atas perlakuannya.


"Haish"