My Dad Is Handsome

My Dad Is Handsome
Bab 14



Hari ini hari dimana guru les privat Tzuyu datang entah apa yang ada di pikiran Tzuyu kenapa ia menjadi sangat gelisah karena kedatangan guru les nya itu tidak tau perasaan aneh apa yang akan datang pada hari ini.


Clek


pintu terbuka terlihat sosok wanita cantik namun meraura menyeramkan terlihat bola matanya yang tajam dan juga terlihat sangat antusias akan sesuatu yang ia inginkan.


Tzuyu POV


"Annyeong haseo" ucap wanita itu seraya membukukan badannya kepadaku dia tersenyum melihat ku.


"Eoh annyeong" balasku entah kenapa saat melihat wanita itu tersenyum aku melihat sesuatu yang akan terjadi. "Eoh silahkan duduk sseam" ucapku mempersilahkan nyh duduk kemudian wanita itu pun duduk dan mulai memperkenalkan dirinya.


" Perkenalkan nama saya Kim nayeon senang berkenalan dengan mu nona Tzuyu tuan sudah memberikan tahu segalanya tentang anda nona" sahut wanita Tersebut kemudian dibalas anggukan dan senyman dari ku, aku tidak tahu lagi harus bagaimana toh dia juga sudah tahu nama ku.


"Ku dengar kau adalah sekertaris Daddy kenapa kau mau menjadi guru les ku?" Aku bertanya kepadanya karena merasa aneh apa alasan seorang sekretaris malah mengajukan diri sebagai guru les untuk anak bosnya.


"Saya berpikir saya pantas untuk menjadi guru les Anda Nona" di menjawab dengan rasa kepercayaan diri yang tinggi.


"Kurasa cukup dengan pertanyaan ini, bagaimana kita mulai pelajarnya" sahutnya aku pun mengangguk ucapannya, toh aku juga tidak mau berlama-lama lama bersamanya, aku harus bicara sama Daddy tentang dia dan juga alasan mengapa Daddy mengutus dia untuk menjadi guru les privat ku.


Tzuyu POV end


______________________


Dua pasangan yang sedang berjalan-jalan di sekitar kota Seoul mereka bukanlah sepasang kekasih ataupun suami istri. Mereka adalah dua orang saling mengenal yang memiliki masa lalu yang kelam. Mereka benar-benar menikmati suasana seperti ini karena mengingatkan akan 16 tahun lalu saat hubungan mereka belum renggang seperti saat ini, kecanggungan yang berbeda di tengah-tengah mereka yang enggan untuk mengungkapkan suatu kata yang ingin mereka katakan.


"Apa kau sangat kedinginan padahal ini baru saja jam 7 malam" sahut Seok jin kebudian membuka jas yang ia pakai untuk memakaikan jas tersebut untuk siapa lagi selain Jisso cinta pertama Seok jin.


"Ah... terimakasih" jawab Jissso tersenyum canggung.


2jam lalu mereka saling komunikasi di ponselnya hingga mereka ini bertemu satu sama lain, tapi saat bertemu malah seperti orang asing.


"Jisso...apa aku boleh bertanya?" Sahut Seok jin.


" Hemmm memangnya kamu mau Naya apa?" Jawab Jisso.


"A...apa kau masih mencari ku?" Tanya Seok jin sebenarnya Seok jin masih belum melupakan rasa cintanya kepada Jisso mungkin karena Jisso adalah cinta pertama atau Mungkin Jisso adalah ibu kandungnya Tzuyu perasaannya tidak pernah berubah terhadap jisso, belum lagi sekarang ini dia telah di jodohkan dengan Mi Rae.


"Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?" Tanya balik Jisso. Sebenernya Jisso masih sangat mencintai Seok jin namun ia sudah mencoba untuk melupakan Seok jin tapi nihil Jisso sama sekali tidak bisa melupakan Seok jin, apalagi setelah ia bertemu dengan putri kandungnya.


"Kumohon Jisso aku hanya ingin mendengar kalimat itu sebelum aku menyesal?" Sahut Seok jin ia tidak mau jika ia menerima perjodohan nya dengan Mi Rae jika Jisso masih mencintainya.


" Kenapa kau bicara seperti itu lagi?" Tanya Jisso.


"Kumohon jawab sajalah sebelum semuanya terlambat" jawab Seok jin.


" Sebenernya aku memang belum melupakan mu? Jawab Jisso.


Jisso mengangguk dan mengatakan


"Iyah.. seperti nya aku memang masih mencintaimu Seok jin" jawab Jissso.


"Terimakasih. Terimakasih atas jawabanmu Jisso" kemudian Seok jin langsung memeluk Jisso sambil meneteskan air matanya, Jisso pun sama ia membalas pelukannya.


"Seok jin_si kenapa kau seperti ini?" Tanya Jisso yang masih berada di pelukan Seok jin sambil mengusap punggung Seok jin.


"Hiks....tidak bisakah aku seperti ini dulu" jawabnya.


"Arasso" Jisso


"Jisso malam ini apa kau ingin menemani ku?" Tanya Seok jin kepada Jisso sambil lalepaskan pelukannya. Kemudian Jisso pun menyanggupi permintaan Seok jin.


Malam ini Seok jin tidak pulang kerumahnya melainkan pulang kerumah Jisso entah apa yang ada di pikirannya hari ini hanya Jisso yang menjadi perioritas utamanya.


Seperti saat ini Seok jin sedang diduran di pangkuan Jisso sedangkan Jisso sedang mengelus-elus kepala Seok jin.


"Sebenernya kau ini punya masalah apa?" Tanya Jisso.


Seok jin enggan untuk mengatakannya ia tidak tau apa ia harus memberi tahu Jisso kebenarannya atau tidak.


"Jissso si.. apa kau mau memulai kembali bersama ku seperti dulu?" Sahut Seok jin sambil meraba pipi jisso. Sedangkan Jisso masih belum menjawab "jika kau mau kembali aku akan mengatakan sejujurnya kepadamu" sahut Seok jin.


"Baiklah aku akan kembali bersamamu, ayo kita memnulai hubungan baru?" Kata Jisso kemudian Seok jin mengubah posisinya menjadi duduk berhadapan dengan jisso.


" Terimakasih" Seok jin langsung mengecup singkat bibir Jisso. Terlihat pipi jisso memerah seketika.


"S... sekarang jelaskan padaku kenapa kau jadi seperti ini hemm..?" Tanya Jisso


"Baiklah tapi kau jangan marahya?" Jawab Seok jin kemudian Seok jin memberi tahu kan kepada Jisso soal perjodohan nya dengan Mi Rae. Jisso pen sedikit kajet " aku menemui mu bukan karena aku tidak ingin menerima perjodohan itu Jisso.. yang aku cintai hanyalah kau, aku tidak mau kehilanganmu untuk kedua kalinya."


"Hemm...."Jisso pun tersenyum dan juga kagum dengan pria yang berada dihadapannya ini, sekian lamanya ternyata masih saja mencintainya.


Kemudian Seok jin pun mulai menciumi kening Jisso kemudian turun ke arah pipi kanan dan kiri berlanjut ke arah bibir nya dan ******* bibirnya dan di balas oleh Jisso. Seok jin mulai mabaringkan tubuh Jisso dengan Seok jin berada di atasnya dan tangan mereka mulai tidak karuan menjalar kemana-mana.


Suara desahan yang keluar dari seluruh penjuru kamar Jisso menjadi kenikmatan bagi mereka berdua.


Dan malam itu pun menjadi malam yang panjang bagi Seok jin dan Jisso.


Astaghfirullah halazim apa-apansi aduh gue ah mulai gesrek masakan hamba ya Allah 😭😭


Gimana ceritanya