My Dad Is Handsome

My Dad Is Handsome
Bab 20



Setelah pesta semalam hari ini adalah hari Seok jin berangkat ke luar negeri untuk perjalanan bisnis.


"Daddy apa Daddy akan pergi hari ini?" Tanya Tzuyu.


"Benar?" Jawab Seok jin.


"Bisakah Besok saja tunggu aku libur sekolah aku ingin mengantar Daddy menuju bandara" rengek Tzuyu sambil menggoyangkan tangan Seok jin.


"Tidak bisa sayang Daddy harus berangkat hari ini?" Elak Seok jin yang sedang merapihkan baju ke dalam koper di bantu oleh Jisso.


"Kalo gitu aku GX mau sekolah aja aku ingin mengantar Daddy ke bandara ." Rengek Tzuyu.


"Tidak boleh" sahut Seok jin dan Jisso serempak.


"Kenapa?" Tanya Tzuyu.


"Sayang hari ini bukannya kau ada ujian nanti gimana kalo GX naik kelas ?" Sahut Jissso dengan nada yang lembut agar Tzuyu luluh.


"Bagaimana jika Daddy yang mengantar Tzuyu dan Mommy kesekolah setelah itu Daddy akan berangkat ke bandara " ucap Seok jin.


"Ah arraseo arraseo?" Jawab Tzuyu dengan muka cemberut.


setelah selesai beres-beres mereka bergegas untuk sarapan setelah ibu baru lah mereka menaiki mobil untuk mengantar Seok jin kebandara tapi sebelum itu Seok jin akan mengantar Tzuyu dan juga Jisso ke sekolah karena profesi Jisso adalah seorang guru sedangkan putrinya yaitu Tzuyu ia adalah seorang pelajar. Sesampainya di sekolah Tzuyu memeluk Seok jin dengan erat, mungkin ini adalah pertama bagi Tzuyu di tinggal untuk waktu yang lama, 1 bulan Tzuyu tidak akan bertemu dengan Ayah tercinta ya itu.


"Daddy aku akan sangat merindukan Daddy" rengek Tzuyu.


"Daddy juga akan sangat merindukan kalian." Sahut Seok jin lalu memeluk Tzuyu dan Jisso.


"Sayang jaga diri baik-baik ya kemudian jangan lupa jaga kesehatan." Ucap Jisso.


"Iyh sayang kamu juga harus jaga kesehatan dan juga jaga anak kita baik-baik ya....eoh sepertinya aku tak sanggup untuk meninggalkan kalian walaupun itu hanya 1 bulan." Sahut Seok jin kemudian mengecup kenin Tzuyu dan Jisso satu persatu.


Kemudian Tzuyu dan Jisso keluar dari mobilnya.


"Sampai jumpa ya Daddy " sahut Tzuyu.


"Hati-hati di jalan sayang " sahut Jissso lalu merangkul pundak Tzuyu.


"Iya dah ....." sahut Seok jin


"Jangan lupa oleh-olehnya Daddy ?" Teriak Tzuyu.


"Sudah jangan sedil lagi sekarang kamu harus pokus untuk ujian kali ini Tzuyu mau Daddy dan Mommy bangga kan?" Tanya Jisso.


"Baik aku akan buat Mommy dan Daddy bangga." Sahut Tzuyu dengan semangat.


"Kalo gitu Mommy do'akan supaya putri Mommy Nilanya bagus" ucap Jisso kepada Tzuyu.


"Iya Mommy makasih" sahut Tzuyu.


"Yasudah sekarang masuk gih udah mau bel juga " titah Jisso.


"Siapa Mom" hormat tzuyu.lai bergegas menuju kelasnya.


________________


Seok jin sedang berada di dalam pesawat bersama asistennya tak lupa sekertaris nya Seok jin merasa jengkel dengan tingkah sekertarisnya itu masalahnya Nayeon memakai baju extra ketat di samping Seok jin, Seok jin sudah bertekad jika kontrak kerja dengan neyeon habis Seok jin akan mencari sekertaris laki-laki Seok jin tidak mau memiliki sekertaris perempuan apalagi yang jelalatan seperti Nayeon ini.


"Pak peresdir apa anda baik-baik saja?" Tanya Nayeon .


"Ya " Jawab Seok jin singkat.


"oh nam ju bisakah kau duduk di samping saya sebentar saya ingi berdiskusi mengenai beberapa hal" sahut Seok jin kepada asisten pribadinya itu.


"Baik " jawab asisten Seok jin.


"Nona bisakah kita bertukar tempat duduk dulu saya dan peresdir akan berdiskusi secara peribadi." Titah Nam ju asisten Seok jin.


"Ah.... Silahkan" sahut neyeon, Nayeon merasa jengkel dengan asisten Seok jin.


"Terimakasih kasih" ucap Nam ju, Nam ju tau jika Seok jin tidak suka dengan sekertaris nya itu Nam ju juga tau apa yang di sukai atasannya itu sedari keci karena mereka telah bersahabat sedari kecil bahkan sebelum Seok jin bersahabat dengan para member artis Nam ku sudah kenal dekat dengan Seok jin.


"Haish...kapan aku bisa memecat permpuan itu sih" Sahut Seok jin sambil mengacak-acak rambut karena prustasi.


"Sabarlah bung, kau tenang saja aku akan menjagamu dari wanita itu" sahut Nam ju.


"Bagaimana caranya kau menjadi ku dari wanita itu?" Tanya Seok jin.


"Bagaimana jika?......." Bisik Nam ju