
Keesokan harinya Tzuyu masih saja gelisah karena semalam Ayahnya tidak pulang Tzuyu telepon pun hp nya tidak aktif Tzuyu semakin cemas karena ini sudah menjujukan pukul 09:58 hingga Tzuyu lupa hari ini sekolah.
Di tempat lain
Seok jin terbangun dari tidurnya dan menemukan Jisso berada di sampingnya lalu ia tersenyum bahagia dan beberapa kali mengecup kening Jisso. Jisso pun merasa terganggu dengan kelakuan Seok jin.
" Chagia aku harus pulang Tzuyu pasti khawatir karena aku tidak pulang tadi malam " kata Seok jin yang masih saja memeluk Jisso.
"Pulanglah jangan membuat putri kita khawatir hemm" sahut Jissso yang masih saja memejamkan matanya.
" Baiklah aku pulang dulu ya istirahatlah baik-baik " kemudian Seok jin pun beranjak dari tempat tidur dan mengajak mengambil satu-persatu pakaian yang acak-acakan di lantai dan memakainya kembali.
"Aku pulang dulu ya...." Sahut Seok jin sambil membenarkan selimut yang di pakai Jisso tak lupa Seok jin membuatka bubur untuk Jisso.
Sesampainya di rumah Seok jin bendapati putri kesayangannya yang sedang menekuk lutut sambil menangis Seok jin benar-benar merasa bersalah karena dari kemarin dia tidak memberi kabar terhadap putri nya itu.
"Sayang " sahut Seok jin sambil menepuk bahu Tzuyu
"Daddy..... Daddy kemana saja hiks.. aku mengkhawatirkan Daddy hiks.... Kenapa Daddy tidak menelpon ataupun hiks...memberikabar hiks...a...aku..hiks ... khawatir Daddy.....hiks ......" Tzuyu menangis sampai segukan, Seok jin semakin merasa bersalah karena Tzuyu menangis sampai seperti ini.
"Maafkan Daddy sayang Daddy sibuk di kantor pekerjaan Sangat banyak" sahut Seok jin.
"Daddy minta maaf Daddy janji GX akan mengulangi lagi" sahut Seok jin
Kemudian Tzuyu bengulurkan jari kelingking nya kepada Seok jin.
"Janji"
"Janji"
"Dad. Daddy bau, ini bau parfum apa ko aneh ? " Tanya Tzuyu lalu melepaskan pelukannya.
"Ah ini....eh Daddy mau mandi dulu yah. Kau juga mandi sana bangun tidur langsung nangis kan tuh bau iler. Soal sekolah Daddy yang akan meminta izin kepada sekolah ya " Seok jin mengalihkan pembicaraan.
"Ah . Oke Daddy...." Jawab Tzuyu lalu ia merlari terlebih dahulu kekamarnya.
"Oh Dad setelah ini aku ingin membicarakan tentang guru les itu" sahut Tzuyu lalu melanjutkan langkahnya.
__________
"Hoamm"
Jisso terbangun dari tidur nyenyak nya dia merasakan nyeri dan pegal-pegal di badannya ternyata semalam bukanlah mimpi melainkan kenyataan. Lalu ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah selesai ia langsung pergi ke ruang makan karena ia merasa lapar.
Setelah sampai di meja makan Jisso melihat sebuah wadah berisi bubur yang sudah menjadi dingi, Jisso tersenyum kecil karena mengetahui siapa yg membuatnya.
Ting nong
("Hey author kenapa bagian ceritaku selalu saja ada yang menggangu" Taya Jissso.
"Maaf, maaf author janji GX akan ngulang lagi? " )
Lanjut
Setelah mendengar suara bel pintu lagi-lagi yang data adalah Daniel Jisso sudah muak dengan sikap Daniel yang sekarang ini, Daniel benar-benar berbeda dengan Daniel yang dulu.
Daniel pergi mengunjungi Jisso dengan membawa sebuket bunga mawar dengan sebuah kotak merah yang berisi cincin lamaran.
"Mau apa kau kemari?" Tanya Jisso kepada Daniel ia sama sekali tidak mempersilahkan Daniel masuk.
"Jisso ya.....apa kau mau menerima ku menjadi suamimu?" Daniel tidak menjawab pertanyaan Jisso tapi malah Daniel yang bertanya kepada Jisso.
"Apa kau ini gila hah!" Bentak Jisso membuat Daniel kembali berdiri.
" Jiss aku serius " sahut Daniel.
" Apa kau pikir aku tidak serius hah " kata Jisso rada membentak.
"Jisso aku benar-benar mencintaimu " sahut Daniel.
" Tapi aku tidak Daniel, dari dulu sampai sekarang aku hanya menganggap mu sebagai teman!" Sahut Jissso.
" Jika kau tidak mencintaiku lantas apa, kemarin kau seperti memberi sebuah harapan untuk ku ?" Sahut Daniel.
" Daniel akan aku katakan sekali lagi, aku tidak mencintaimu Daniel, aku hanya menganggap mu sebagai teman dan sahabat, Daniel aku tau Daniel adalah orang yang baik dan bijaksana. Aku yakin suatu saat nanti kamu pasti akan mendapatkan wanita paling baik untuk mu. Daniel aku mohon jangan membuat aku menjadi benci terhadap mu? Aku menyukaimu karena kau adalah teman baik ku? Aku menyayangimu karena kau adalah sahabat ku? Daniel aku mohon hapuslah rasa cinta ini terhadapku. Aku tau rasa cinta mu ini bukan lah cinta antara pasangan namun rasa cintamu ini adalah rasa sayangmu terhadap sahabatmu ini Daniel, jadi bukalah hatimu untuk mencintai orang yang juga mencintaimu." Sahut Jissso dengan panjang lebar.
Ucapan Jisso membuat Daniel terdiam dan berfikir apa benar rasa cintanya ini hanya cinta terhadap teman? Dan Daniel juga tidak mau Jisso menjadi benci terhadapnya, mungkin yang di katakan Jisso memang benar.
" Kalo gitu Jisso maakan aku aku GX mau Jisso menjadi benci kepadaku?" Sahut daniel merengek seperti anak kecil.
" Hemm... Akhirnya kau sadar Niel...baik aku akan memaafkan mu?" Kata Jisso sambil tersenyum.
" Klo gitu terimalah bunga ini sebagai pertanda persahabatan kita " sahutnya semudian Jisso punn mengambil bunga tersebut.
____________
Seok jin dan Tzuyu sudah berada di ruang keluarga