My Cold Wife

My Cold Wife
PART 9



hari ini adalah hari pernikahan zelina dan jovan.


zelina yang masih tertidur lelap dibangunkan oleh adik angkatnya,syifa.


"kak,ayo bangun,hari ini hari pernikahanmu,bangunlah,dandanlah yang cantik,ayo kak,bangun,!!!"ucap syifa sambil menggoyangkan tubuh zelina


zelina yang tidurnya diganggu kesal,ia menarik adiknya dan menggelitikinya,ia memberikan itu sebagai tanda hukuman bagi zelina


"iya aku tau,kau juga tak perlu menggoyangkan tubuhku"ucap zelina


"ahahahaha,baiklah kak,baiklah,tolong hentikan"pinta syifa


zelina pergi meninggalkan syifa menuju kamar mandi,didalam kamar mandi zelina termenung


*haih,hari ini mungkin akan sangat menjengkelkan bagiku,seharian harus bersama jovan.ya tuhan,apa aku sanggup?*batin zelina


*hah,sejak kapan zelina menyerah seperti ini,masa iya karena bersamanya saja aku tak sanggup,sudahlah,lebih baik aku mandi dan bersiap-siap,aku tak ingin momyku kecewa*pikir zelina


zelina mandi selama 15 menit


setelah mandi,ia mengeringkan tubuhnya.


ia masih mengenakan handuk kimono


karena zelina hanya bisa memakai make up harian yang natural


keluarga zelina meminta orang yang ahli make up pengantin di negara A


butuh 2 jam bagi zelina bersiap-siap diacara pernikahannya


ami yang sudah siap dengan gaun bewarna hitam,terlihat elegan walaupun usia yang sudah tidak muda lagi.


ami menuju kamar putrinya,dan ia tertegun melihat putrinya yang sangat berbeda,polesan make up yang sangat indah diwajah zelina,bibir yang diberi warna pink cerah,siapapun yang melihat zelina pasti sangat ingin memilikinya.


postur tubuh yang ramping,tinggi,putih,dan mulus.zelina memiliki kecantikan yang luar biasa


"kau benar-benar cantik sayang"puji ami


"momy terlalu berlebihan"ucap zelina


"itu memang kenyataanya sayang"


"haha,kau terlihat lebih muda dengan gaun hitam tersebut mon,aku sangat menyukainyai"


"terima kasih sayang"


"kakak,kau sangat cantik sekali"ucap syifa menyela


"wah,adikku juga sangat cantik dengan gaun merah tersebut,tapi sebaiknya kau memakai penutup punggung,itu terlalu terbuka dik"ucap zelina


"benarkah,itu tidak terlalu terbuka bagiku kak"


"tapi kakak tak ingin lelaki lain melihatnya"


"haih,kakakku ini terlalu cerewet,baiklah,aku akan menutupnya"ucap syifa


"penurut sekali"ucap ami


zelina dan ibunya turun kebawah,disusul oleh syifa


skip


pernikahan telah selesai dilaksanakan


zelina dan keluarga menuju tempat resepsi pernikahan dilaksanakan,disana telah ramai tamu undangan,dekor yang sangat mewah.


zelina duduk dipelaminan bersama jovan,jovan terus tersenyum,zelina dengan terpaksa ikut tersenyum saat tamu undangan mengucapkan selamat


"kakak,apa kau lapar?"tanya syifa


"tidak,kakak tidak lapar,kau pergilah megobrol bersama tamu"


"baiklah kakak,teruslah tersenyum"ucap syifa


zelina hanya membalas dengan senyuman


dari kejauhan,ada sepasang mata yang menatap zelina dengan tatapan yang membenci


*kau tunggu saja,aku akan membuatmu malu*batin kharen


keluarga zelina mengundang semua orang dekat,dan mengundang rekan-rekan kerja zelina


anak buah zelina juga diundang,zelina juga mengundang silvya,walaupun dulu silvya pernah membuat zelina sakit hati,namun hal itu sudah terbalaskan karena dia juga berhasil membuat silvya menjadi janda muda


rama yang kebetulan datang juga mengucapkan selamat pada zelina


"selamat bos,kau sudah menikah,semoga hubunganmu dengan tuan jovan selalu diberikan kebahagiaan,diberikan keturunan yang baik dan sopan,juga cerdas seperti dirimu bos"ucap rama


"terima kasih rama,kau segeralah mencari pasangan"ucap zelina


rama yang mendengar ucapan zelina tertunduk malu,ia langsung meninggalkan jovan dan zelina yang berada dipelaminan


silvya datang mengucapkan selamat pada zelina


"selamat zelina,semoga kau bahagia dengan jovan,aku berharap yang terbaik untukmu,dan aku juga ingoin mengucapkan terima kasih,jika saja kau tak mengajakku dulu,aku tak tahu bagaimana kehidupanku selanjutnya bersama si brengsek itu"ucap silvya


"terima kasih silvya,aku harap kau juga mendapat pasangan yang baru"ucap zelina


"selamat jovan,aku berharap kau dapat menaklukkan kutup es ini"ucap silvya sambil tertawa


"ehmm,terima kasih"ucap jovan


begitu banyaknya tamu undangan sampai zelina tak memiliki waktu untuk duduk,dan wajahnya terasa sangat pegal karena terus tersenyum


hari itu adalah hari yang sangat melelahkan bagi zelina


setelah acara pernikahan selesai,zelina yang ingin pulang kerumah tertunda karena ibunya meminta untuk ikut bersama jovan


ya zelina sudah menebak bahwa ia tak akan bisa pulang,karena ibunya telah memesan satu hotel untuk zelina dan jovan


sesampainya dikamar hotel,zelina duduk disofa dan menghembuskan nafasnya panjang


"sangat melelahkan karena terus bersidiri dan tersenyum"ucap zelina


jovan melihat wanita yang sudah menjadi istrinya tersebut dengan tatapan penuh cinta


*aku akan mendapatkan cintamu,istriku*batin jovan


jovan menghampiri zelina dan duduk disampingnya


"apa kau lapar?"tanya jovan


"tidak,aku kenyang"ucap zelina


zelina terpaksa berbohong karena tak ingin makan bersama jovan


"kau belum.makan seharian,makanlah,aku tak ingin dirimu sakit"ucap jovan


"sudah kubilang aku tidak lapar!"ucap zelina,ia berdiri dan meninggalkan jovan


zelina mendengus kesal,di lingrie tersebut terdapat surat dari adik dan ibunya


isi pesannya


membuat zelina merasa jengkel


cepat berikan kami debay


semoga kau suka lingrie nya kak


momy & syifa


itulah isi suratnya


jovan yang melihat zelina mendengus kesal menjadi penasaran,jovan menghampiri zelina,saat jovan hampir melihat apa isi lemari tersebut,zelina langsung menutupnya


zelina pergi kekamar mandi,dan membawa handuk,ia tak menyangka ibu dan adik ya akan segila ini


zelina membuka gaunnya,ia sedikit kesusahan saat membuka kaitan resletingnya


*ukh,gaun sialan ini,apakah aku harus meminta bantuan jovan?


tidak tidak,aku tak ingin dia melohat tubuhku*batin zelina


zelina lalu menarik gaun tersebut kuat-kuat


KREEK...


gaun nan indah dan mahal itu berhasil dirobek zelina


zeluna lalu mandi,ia merasa lega tak harus menggunakan lingrie tersebut,didalam kamar mandi tersebut,,masih ada handuk kimono yang dalam


sedangkan diluar kamar mandi


jovan yang masih penasaran dengan isi lemari tersebut membukanya


ia juga terkejut dengan isinya,tak lama kemudian ia tersenyum setelah membaca surat yang juga tertera disana


*ternyata ini yang dia kesalkan,


maaf bu,adik ipar,mungkin aku tak bisa memberikan apa yang kalian inginkan secepat itu,


aku tak ingin mengambil zelina sepenuhmya dengan paksaan,aku akan menunggu hingga dia bersedia*


batin jovan


suara pintu kamar mandi yang terbuka menyadarkan jovan,ia langsung menutup pintu lemari tersebut.


"kau sudah selesai mandi?"tanya jovan


"seperti yang kau lihat"


jovan membalasnya dengan sebuah senyuman yang manis


tak ingin mengganggu penciuman istrinya oleh baunya yang sudah asam karena keringat,jovan juga pergi mandi


zelina duduk di balkon hotel tersebut,ia merasa lapar


tapi ia merasa gensi jika harus meminta pada jovan


jovan yang baru saja selesai mandi melihat zelina dibalkon,ia mendekat kearah zelina dan duduk disampingnya


"kenapa belum tidur zelina"


"aku tak mengantuk"jawab zelina datar


jovan yang mendengar jawaban singkat dan datar zelina terdiam


di tengah suasana hening tersebut


suara yang tak seharusnya ada terdengar


kruuuyyuuuk kruuyuuuk....


cacing diperut zelina sudah demo minta diisi,wajah zelina seketika memerah


jovan tertawa,ia berusaha menyembunyikan tawanya dengan menutup mulutnya.


"sebaiknya aku memesan makanan"ucap jovan


zelina hanya diam,jovan meninggalkan zelina dan memanggil pelayanan kamar,ia memesan makanan yang lumayan banyak.


sesampainya makanan di kamar hotel tempat zelina dan jovan berada,jovan mengajak zelina untuk makan


"zelina,mari makan,aku tau kau laprar"


zelina berfikir sejenak,di lain sisi ia tak ingin,tapi di lain sisi,aroma makanan yang menggoda membuat zelina tak tahan


glek...


zelina susah payah menelan salivanya


akhirnya zelina memutuskan untuk makan,bagaimanapun,ia tak ingin.tubuhmya sakit hanya karena gensi


setelah selesai makan,zelina pergi ke ranjang,jovan juga menyusulnya.


zelina tidur dengan membelakangi jovan,iaerasa udara di ruangan itu sesak sekali.


zelina merasakan tangan yang kekar memeluknya dari belakang


zelina yang sedari tadi pura-pura tidur,merasa terusik


"zelina,aku tau kau masih belum siap,aku tak ingin memaksamu,aku tak ingin mengambil hal yang kau jaga tanpa persetujuanmu,tak ingin merusaknya"ucap jovan


zelina merasakan kehangatan tangan jovan,ia juga merasakan jantung jovan berdetak kencang


zelina berusaha melepaskan dirinya dari pelukan jovan


"jovan,lepaskan tanganmu"ucap zelina


"tidak"


"jovan lepaskan,atau aku akan..."ucapan zelina terputus


"zelina,kumohon,aku tak ingin mengambil hal yang kau jaga malam ini,jadi biarkan aku memelukmu"


ucap jovan lembut


zelina yang mendengar ucapan jovan terdiam,ia sedikit merasa keberatan,akhornya zelina pasrah,dan menerima pelukan tersebut


zelina yang masih belum tidur mendengar hembusan nafas teratur jovan,menandakan jovan sudah tertidur


***** ini apakah bisa tidur disaat sepeti ini*batin zelina


zelina yang sudah mengantuk akhirnya terlelap