
ia juga bahagia saat mengetahui temannya juga memiliki musuh yang sama.ia bekerja sama,Delvia dan temannya berencana membunuh Zelina pada esok malam
Delvia yang sedang bersantai dikolam renang,bersama seorang lelaki.menelvon seorang wanita,dia senang karena kematian Zelina ada ditangannya.
"halo,ada apa mencariku teman?" tanya wanita yang sedang menelvon dengan Delvia
"sepertinya kita mempunyai musuh yang sama"ucap Delvia sambil menyeringai.
"maksudmu"
"kau bodoh,kita memiliki musuh yang sama.lebih baik kau bekerja sama denganku.aku sudah merencanakannya,untuk membunuh wanita sialan itu esok malam" Ucao Delvia
"maksudmu,Zelina?"tanya wanita tersebut
"tentu saja,baiklah aku tutup dulu"
ucap Delvia kembali meletskkan ponselnya ditepi kolam renang.ia yang sedang bersama seorang pria,bercumbu di tepi kolam
sedangkan dirumah sakit
Jovan masih setia berada disamping istrinya,ia tak berhenti memegang tangan Zelina,dalam hatinya ia sangat merindukan suara gadis tersebut.
Jovan yang merasa bosan akhirnya tertidur,ia terlelap.didalam mimpinya ia melihat dua orang wanita,dengan pakaian serba hitam membunuh zelina,jovan tak bisa menghentikannya. Jovan berteriak karena melihat istrinya didorong kejurang.jovan mendekat kearah kedua wanita tersebut dan membuka penutup wajahnya.saat jovan melihat wajahnya,ia terbangun.
nafas Jovan menjadi tak beraturan,ia melihat sekelilingnya.nafasnya lega karena Zelina masih berada disampingnya.
"huh,ternyata hanya mimpi" ucap jovan
jovan menjadi cemas akan mimpinya,ia begitu takut itu akan terjadi.jovan memutuskan untuk meminta beberapa anak buah zelina menjaga di depan pintu
"halo rama,perintahkan beberapa anak buah menjaga di depan pintu zelina" titah jovan
"baiklah tuan"ucap rama
Jovan terus memandangi istrinya,ia tersenyum melihat wajah manis istrinya.Jovan mencium kening Zelina lama,ia sangat merindukan suara kesal Zelina saat ia mencoba mencuri perhatian Zelina.
"Zelina,cepat bangun ya,aku merindukan suara kesalmu,aku merindukan hukuman yang kau berikan saat aku mengganggumu,aku merindukan semua yang kau lakukan padaku,walau itu bukanlah hal yang romantis" ucap Jovan sambil mengelus rambut zelina
Jovan mendengar suara langkah kaki,saat ia melihat keluar, ternyata para penjaga yang diperintahkannya
"saat aku tak ada disini,tolong jaga istriku dari luar" ucap jovan
"baik tuan" ucap para penjaga tersebut serentak
jovan kembali maduk kedalam ruangan rawat zelina,ia seperti orang kebingungan.berbicara sendiri membuatnya seperti orang gila
"Zelina,semoga aku orang pertama yang kau lihat saat kau bangun,baiklah jaga dirimu ya.aku akan pergi bekerja,mungkin akan lembur pada malam ini,jaga diri baik-baik ya sayang"ucap jovan sambil mengecup kening dan pipi Zelina
Jovan pergi meninggalkan ruangan rawat zelina,ia menyusuri koridor rumah sakit,bau obat-obatan yang sangat kuat.Jovan menutup hidungnya,berjalan menuju parkiran dan melesat ke rumah dan menuju perusahaan
Jovan memasuki kantor,saat ia masuk ia disambut baik oleh karyawan
"pagi pak"
"pagi"ucap Jovan
ia memaduki ruangannya,ia membuka jas dan melonggarkan dasinya,pikirannya masih tak tenang karena mimpinya,walaupun sudah ada penjaga jovan masih tak bisa berpikir jernih
"akhhh,kenapa harus ada mimpi seperti itu" ucap jovan menarik rambutnya kebelakang
ia begitu pusing,ditambah lagi ia akan mengadakan pertemuan bersama 3 klien,sungguh membuatnya begitu sakit kepala.
jovan yang baru saja menyelelesaikan pertemuannya dengan 1 klien,melanjutkan dengan yang lainnya.
tak terasa karena begitu sibuknya,hari sudah malam dan menunjukkan pukul 9,ia akan pulang dalam 1 jam lagi.ia meminta staf di dapur untuk membawakannya kopi
dirumah sakit
Delvia bersama temannya berjalan memasuki area rumah sakit.ia mencari ruangan ganti,tak butuh waktu lama.Delvia dan temannya menemukan ruang ganti tersebut
ia masuk dan mengganti penampilannya.temannya juga mengikutinya.mereka berdua menyeringai bersamaan
"akupun begitu"
mereka pergi meninggalkan ruang ganti,dan berjalan menujunruangan rawat zelina
ia terkejut saat melihat beberapa penjaga,namun ia tak hilang akal,ia pergi mengambil perlengkapan pengganti infus sebagai penyamaran
temannya mengikutinya dari belakang,di depan pintu kamar rawat zelina,ia dihadang oleh 5 orang pria bertubuh kekar
"aku akan mengecek pasien,jadi tolong berikan kami jalan"ucap Delvia
penjaga tersebut sedikit ragu,karena yang ia ketahui dari bos nya,waktu pengecekan zelina 30 menit lagi. karwna melihat perlengkapan yang ia bawa,penjaga tersebut mengijinkannya
Delvia masuk diikuti oleh temannya
"ternyata ini wanita yang membuat jovan melupakanku"
"Dia juga membuatku malu saat di toko jam tangan mahal,Delvia.kau tau dia menginjak tanganku waktu itu,kini waktunya untuk mati" ucap kharen fransisca,
wanita yang menghancurkan jam tangan Zelina
"sepertinya kita memang ditakdirkan untuk menjadi teman"ucap Delvia
"lebih cepat lebih baik"ucap Kharen
Mereka mengambil bantal dan menutup wajah zelina,saat mereka sedang berusaha membunuh zelina.Pintu ruangan rawat zelina terbuka,mereka berdua terkejut dan melihat ke belakang
"PENJAGA!!!"teriak jovan
kedua wanita itu panik,dan segera keluar dari ruangan rawat Zelina. Jovan memerintahkan mereka untuk.mengekar 2 wanita tersebut.
Jovan yang panik melihat istrinya hampir kehilanagn nyawa berteriak memanggil dokter
"DOKTER!!"
dokter habib,masuk kedalam ruangan rawat zelina,ia bertanya kepada jovan
"ada apa tuan?"
"tadi ada 2 orang wanita hampir membunuh istriku dengan cara menutup wajahnya dengan bantal,tolong periksa istriku apakah akan berakibat fatal"ucap jovan menjelaskannya
dokter habib memeriksa keadaan Zelina,ia bernafas lega karena Zelina baik-baik saja
"Nona zelina baik-baik saja tuan"
"ah,baguslah"ucap Jovan
tak berselang lama,para penjaga yang diperintahkan Jovan membawa dua orang wanita yang hampir membunuh istrinya
Jovan menatap Delvia dan Kharen tajam,Jovan mendekat dan meminta penjaga membuka masker yang dikenakan wanita tersebut
"buka maskernya"ucap jovan
Delvia dan kharen membulatkan mata,dan berusaha melarikan diri dan memberontak.namun tanaga mereka dikalahkan oleh pria bertubuh kekar itu
"TENANGLAH KAU WANITA"ucap salah satu penjaga
saat masker yang dikenalan Delvia dan kharen terbuka,jovan langsung menatap mereka dengantatapan membunuh dan rahang yang mengeras
tanpa aba-aba tangan jovan langsung menampar wajah putih Delvia dan kharen,wajah dua wanita itu langsung memerah dan pipinya terasa panas karena tamparan itu,bahkan sudut bibis mereka mengeluarkan darah
"sungguh wanita murahan,beraninya kalian ingin membunuh istriku,aku tak akan membiarkan kalian bisa bangkit kembali,dan kau Delvia,kau sama seperti seorang wanita murahan yang bermain bersama orang kaya hidung belang diluar sana,setelah kau mencampakkanku,bermain dengan pria kaya,bahkan membuang anakmu,kau masih berani menampakkan wajahmu dihadapanku,bahkan bernia membunuh istriku"ucap jovan tegas dengan rahang yang mengeras
"tapi aku mencintaimu jovan,aku menyesal,apa hebatnya wanita yang lemah itu,dia hanya bisa terbaring diranjang"ucap Delvia,dan...
Plak!!
Jovan kembaki menampar Delvia,Delvia yang mendapat perlakuan itu menangis,kharen yang menyukai jovan,menjadi takut saat melihat jovan yang bersikap datar datar itu,bisa berbuat kasar hanya karena istrinya
"istriku lebih baik darimu,kau hanya seperti kotoran semut jika dibandingkan dengannya, dan jika kau berani menyebutku istriku lemah,aku akan merobek mulutmu"ucap jovan dengan tatapan ingin membunuhnya