My Cold Wife

My Cold Wife
PART 22



2 bulan sudah setelah kecelakaan zelina,kondisinya kini membaik.


Kedekatan dirinya dan Jovan sudah bagus.


mereka sudah tinggal dirumah baru mereka


Jovan yang melihat istrinya melamun di balkon rumahnya,menghampiri Zelina


"hai sayang" ucap Jovan membuyarkan lamunan Zelina


"iya,ada apa?" balas Zelina sambil menoleh kearah Jovan


"kau sedang berfikir apa sayang"


"umm,tidak ada" balas Zelina


"benarkah,lalu mengapa kau melamun begitu.jika tidak ada yang kau fikirkan maka kau tidak akan melamun" ucap Jovan panjang lebar


Zelina hanya tersenyum,lalu menatap kembali kearah jalanan kota yang ramai.


Jovan yang melihatnya memeluk Zelina dari belakang.


Selama ini,Zelina tak pernah menolak untuk dipeluk Jovan.


"jika ada masalah yang membebani fikiranmu,tolong katakan sayang"


Jovan menyingkirkan rambut yang menutupi leher Zelina,lalu ia mengecupnya.


Zelina terkejut,karena ini baru pertama kalinya Jovan mencium lehernya


"tolong hentikan itu" protes Zelina


"tidak,aku tidak akan menghentikannya sebelum kau memberi tahuku"


Jovan semakin agresif,dia membuat tanda kepemilikannya dileher Zelina


Zelina merasa risih,dia membalikkan badannya dan mendorong Jovan


"aku hanya memikirkan bagaimana keadaan momy"


"Benarkah,kalau kau merindukan momy,aku akan membawamu sayang" Ucap Jovan sambil tersenyum


rencana untuk menemui orang tua mereka selalu gagal karena kesibukan mereka berdua.


Zelina yang mendengar Jovan akan membawanya tersenyum senang.


Jovan bahagia melihat istrinya itu tersenyum,lalu ia mendekap tubuh ramping Zelina


"Teruslah tersenyum sayang,kebahagianmu adalah kebahagiaanku. jangan menangis atau bersedih,karena saat melohat kau menangis,jiwaku terasa hancur karena aku gagal sebagai suami" Ucap Jovan dengan lirih


Zelina yang mendengarnya merasakan kehangatan dihatinya, baru kali ini dia melihat Jovan yang terlihat lemah


Lantas,Zelina memeluk balik Jovan,lalu ia merasakan detak jantung Jovan yang berdegub kencang


Jovan memalingkan wajah Zelina untuk menatapnya. Zelina melihat mata Jovan yang sayu,seketika ia menjadi gugup


"Zelinaku sayang,aku mencintaimu"


tanpa aba aba Jovan mencium bibir Zelina,Zelina terdiam.


Ia berusaha menerka apa yang baru saja terjadi


Jovan terus mencium bibir Zelina lembut,Zelina yang terbawa suasana membalas kecupan Jovan


seakan mendapatkan lampu hijau,Jovan mel*m*t bibir Zelina lembut.ia menarik tengkuk Zelina, ia memperdalam ciumannya.


Jovan menggigit bibir bawah Zelina,kesempatan emas bagi jovan,ia memasukkan lidahnya.


lidah mereka saling berpaut,Zelina melenguh karena perbuatan suaminya itu


Jovan yang mendengar lenguhan Zelina semakin bersemangat,karena ia berhasil membuat wanita yang ada didepannya ini menikmati permainannya


Jovan tak tinggal diam,ciumannya turun keleher Zelina,tangannya tak bisa diam ditubuh istrinya.


Bjau Zelina yang awalnya rapi kini menjadi berantakan, Jovan terus bermain ditubuh istrinya.


Dia menggendong tubuh ramping Zelina dan membawanya kekamar mereka.


Jovan meletakkan tubuh Zelina secara perlahan diranjang.


Kecupan demi kecupan diberikan Jovan ditubuh istrinya.


Tak terasa mereka kini sudah tak memakai benang sehelai pun, tubuh Zelina telah memiliki banyak tato buatan suaminya.


Jovan terpana melihat tubuh seksi dan mulus Zelina


"sayang,izinkan aku memulainya" Ucap Jovan


Zelina hanya mengangguk,ia juga sudah menginginkannya.


Zelina merasakan sesuatu yang masuk.kedalam tubuhnya,ia mengernyit karena menahan sakit yang luar biasa dibawah sana.


Jovan yang mengetahui Zelina merasakan sakit,membiarkannya sebentar sampai Zelina merasa nyaman dengan memberi kecupan dibibir Zelina


melihat Zelina sudah tak mengernyit lagi,Jovan kembali memainkan permainannya.


Cairan merah segar keluar dari kewanitaan Zelina,kini ia sudah tak virgin lagi


Jovan sangat bahagia karena istrinya menjaga harga dirinya


kini ruangan yang awalnya dingin berubah menjadi panas dan suara khas orang bercinta memenuhi ruangan itu.


Tak kenal lelah Jovan dan Zelina menikmati permainan mereka hingga pukul tiga dini hari