
"istriku lebih baik darimu,kau hanya seperti kotoran semut jika dibandingkan dengannya, dan jika kau berani menyebutku istriku lemah,aku akan merobek mulutmu"ucap jovan dengan tatapan ingin membunuhnya
Delvia menangis,ia tak menyangka Jovan berani memukulnya hanya karena istrinya.Delvia memberontak,ia ingin pergi namun usahanya sia-sia karena tenaganya sudah lemah.
Jovan beralih menatap kharen,Kharen melihat tatapan dingin jovan.Dia tak berani memperlihatkan wajahnya pada Jovan
"seperrinya aku pernah bertemu denganmu" ucap Jovan dingin
"Tolong maafkan aku,aku diajak oleh Delvia untuk membunuh istrimu" ucap Kharen memelas
"kenapa kau menumpahkan semua kesalahanmu padaku,bukankah kau membencinya"ucap Delvia
"tidak aku tidak membencinya" Bantah kharen berbohong
Jovan muak dan menyuruh mereka diam,ia terusik dengan suara Delvia dan Kharen
"kalian berdua diam"bentak jovan
jovan mengingat-ingat kembali wanita yang ada disamping Delvia.tak lama kemudian,ia mengingatnya.Wanita yang menghina Zelina sebagai pel**ur dan menghancurkan jam tangan istrinya.
"namamu kharen fransisca,putri dari tuan mahendra dan nyonya Lisa,kau putri keluarga terkaya kedua di negara ini.untung saja aku mengenal ayahmu,karena dia adalah rekan bisnisku.akulihat dia begitu tegas,lebih baik aku memberi tahu ayahmu atas tindakan memalukan putrinya ini
Jovan menelvon ayah kharen,dia tersenyum sinis saat melihat kharen yang begitu gugup.jJovan menghidupkan mode speaker,agar kharen dapat mendengarnya
"halo tuan mahendra,aku Jovan" ucap Jovan memberi tahu ayah kharen
"oh,tuan jovan.ada apa memanggilku,"balas ayah kharen ramah
"aku mempunyai kabar yang mungkin membuatmu terkejut"
"apa itu"tanya ayah kharen penasaran
"putrimu tertangkap basah olehku karena mencoba melakukan pembunuhan terhadap istriku yang terbaring diranjang rumah sakit,aku harap kau segera datang kerumah sakit xxxx kamar nomor 247"
"tuan jovan pasti becanda" bantah mahendra sambil tertawa
"apa nada bicaraku seperti orang bercanda" ucap jovan serius
"tidak ayah,aku tidak melakukannya" bantah kharen
mahendra yang mendengar suara putrinya percaya,karena ia mengetahui kharen hanya bisa membuat masalah pada keluarganya
"DASAR ANAK SIALAN,KAU MEMBUAT MALU KELUARGA SAJA!!" teriak mahendra yang terdengar dari ponsel Jovan
kharen merutuki dirinya karena melalukan perbuatsn yang bodoh
"sekarang apa tuan Mahendra percaya"Jovan kembali bertanya
"ya tuan,maafkan tindakan memalukan dan tak termaafkan putriku
10 menit kemudian Mahendra tiba diruangan yang diberitahu jovan.Karena letak perusahaan Mahendra tidak terlalu jauh dari rumah sakit tersebut.
Mahendra memasuki ruangan itu,sesampainya disana ia langsung menghampiri putrinya dan menamparnya dengan kuat
"putri sialan,beraninya kau melakukan itu.aku salah karena terlalu memanjakanmu.Apa kau tau kau sedang mencoba membunuh siapa?" ucap mahendra Geram
Jovan yang memperhatikannya tersenyum,ia merasa sedikit senang.Jovan tidak akan membiarkan yang buruk terjadi pada keluarga dan istrinya.
"tapi ayah,kenapa kau membela wanita murahan itu dan malah menamparku,apa kelebihan dia ayah!!!?"bentak kharen
"kau harus mengetahui ini,dan dengar menggunakan telingamu yang tak berguna ini.wanita yang ingin kau bunuh,adalah pemilik perusahaan terbesar dan termaju di negara ini apa kau tak pernah mendengar.dalam sekejap,ia menghancurkan perusahaan mantan tunangannya.aku bekerja dibawah naungan perusahaannya.AKU BEKERJA UNTUKMU,TAPI KAU MALAH MENGHANCURKANNYA.APA KAU INGIN HIDUP SEPERTI GELANDANGAN!!!" Bentak mahendra
Delvia dan kharen yang mendengar ucapan Mahendra terkejut,ia tak menyangka wanita yang sangat dicintai Jovan adalah wanita yang paling berpengaruh dinegaranya
"maafkan ayah,aku tidak tahu itu" ucap kharen dengan wajah sedihnya
"tidak ada gunanya kau meminta maaf,kau sudah membuatku malu,mulai sekarang namamu akan aku hapus dari kartu keluarga"
Kharen semakin terkejut,ia tak menyangka ayahnya tega berbuat demikian
"ayah,kenapa kau tega sekali" kharen menangis
"itu hukuman yang pantas untukmu dariku" ucap mahendra
jovan merasa sedikit puas,jovan mengambil ponselnya,dan menelvon 110.
"halo tuan,tolong datang kerumah sakit xxxx ruangan nomor 247,Disini ada perencanaan pembunuhan istriku oleh 2 orang wanita yang tak tahu malu" ucap Jovan sambil menatap Delvia dan Kharen dengan tatapan yang amat membenci
"baiklah,kami akan kesana"ucap Polisi tersebut
mahendra tidak mempermasalahkan Jovan menelvon polisi,bagaimanapun kharen telah membuat malu
"tuan jovan,sekali lagi saya meminta maaf pada tuan"ucap mahendra sambil membungkuk
"tidak maslah tuan Mahendra "ucap jovan sambil tersenyum
Jovan memasukkan ponselnya kedalam saku,ia duduk mendekati istrinya.Ia mencium tangan Zelina lembut,kemudian mencium keningnya.
kharen yang meenyukai jovan,melihat perlakuan Jovan.pada zelina menjadi sedih,itu membuatnya semakin membenci zelina
sedangkan Delvia,begitu marah karena Jovan mencium tangan istrinya
"Jovan,hanya aku yang pantas menjadi istrimu,jangan mencium wanita murahan itu"bentak Delvia
Jovan mengambil air yang ada diatas nakas,ia berjalan menuju Delvia.Jovan menyiramnya dengan air.
"hei jal*ng,berani sekali kau.apa tamparan tadi belum cukup?" tanya jovan
"Jovan,aku mohon maafkan aku,aku masih mencintaimu"
Delvia memelas dengan tatapan sedih,jovan yang melihatnya merasa jijik karena pernah berhubungan dengan dengan wanita seperti Delvia
"sudahlah,terima saja hukumanmu"ucap jovan datar
berselang 15 menit,para pihak berwajib sampai dirumah sakit.mereka langsung menuju ke ruangan yang disampaikan Jovan.Mereka langsung masuk,dan menangkap Delvia dan Kharen
"ayah,tolong aku ayah,kumohon"ucap kharen memelas
"bawa saja dia pak"ucap mahendra
polisi membawa keduanya,Delvia sedikit memberontak.namun apalah dayanya,yang sudah lemah.
Mahendra yang melihat kondisi Zelina terkejut,ia memberanikan diri untuk bertanya pada jovan
"tuan Jovan,kenapa nona Zelina bisa seperti ini"
"dia mengalami kecelakaan,kejadian detailnya masih belum ku ketahui,namun sekarang dia sedang koma"ucap jovan sedih
Mahendra yang melihat kesedihan di wakah Jovan,mengetahui bahwa Jovan sangat mencintai Zelina
"begitu ya tuan jovan,maaf saya baru mengetahui nona zelina masuk rumah sakit"
"tidak apa-apa tuan"ucap jovan ramah
"baiklah,kalau begitu saya permisi untuk kembali kekantor saya tuan"ucap mahendra ramah
jovan hanya membalasnya dengan tersenyum,ia merasa tenang,karena diruangan itu hanya ada dia dan zelina.
Jovan mengantuk karena sudah malam,ia memilih untuk tidur disamping zelina
"lekaslah sembuh sayang"Jovan mengecup pipi istrinya
keesokan paginya
Jovan terbangun,ia melihat jam di ponselnya,sudah menandakan pukul 6 pagi
dilayar pinsel,juga terdapat pesan whatsapp
ia membukanya,ternyata pesan tersebut dari Rama.
pesan itu menyampaikan informadi tentang kecelakaan zelina.saat ia tetus membacanya,ia terkejut dengan siapa pelaku sebenarnya
"tunggu kau sembuh sayang,biarkan kau yang memberikan hukuman baginya"ucap jovan
Jovan pergi mengambil baju yang sudah disiapkannya untuk menginap dirumah sakit ini.ia mandi selama 20 menit dan kembali menjaga zelina,karena harini hari minggu jovan tak berangkat kekantor
"sudah 5 hari sayang,tapi kau masih belum bangun"ucap jovan menitikkan air matanya