
"maka aku akan mematahkan tanganmu agar berhenti memelukku"ucap Zelina serius
Jovan yang mendengarnya langsung diam dan memilih untuk tidur bersama istri tercintanya
saat tengah malam,Zelina ingin buang air kecil,ia mencoba untuk melangkahkan kakinya.alhasil Zelina terjatuh dan meringis,Jovan yang mendengarnya membuka mata dan langsung mencari keberadaan Zelina,Ia melihat Zelina terduduk dan mengernyitkan dahinya
"kenapa kau turun dari ranjang?" tanya Jovan cemas
"aku ingin ke toilet"ucap Zelina
"mengapa tak membangunkanku" Jovan merasa kasihan melihat istrinya
"aku ingin mencobanya!" bantah Zelina
"ingat ya,aku ada untukmu,akan selalu menemanimu,kapanpun kau membutuhkan bantuanku,aku akan selalu ada" ucap Jovan sambil mengusap pipi lembut istrinya
Zelina menjauhkan wajahnya dari tangan hanagt Jovan,Jovan tersenyum dan megendong istrinya,Zelina membelalakkan matanya.Ia memukul ringan dada Bidang Jovan
"kau sungguh menggemaskan" ucap Jovan sambil mencium kening Zelina
Zelina begitu kesal,karena Jovan mencium keningnya tanpa meminta ijin.Zelina lalu menjentik bibir Jovan kuat-kuat.Jovan mengerucutkan bibirnya.Zelina tertawa melihat tingkah Jovan yang menurutnya lucu
"kau tega sayang" ucap Jovan dengan raut wajah sedih
"itu hukumanmu,karena menciumku tanpa meminta izin"
sesampainya di toilet,Jovan mendudukkan Zelina di atas toilet duduk.Zelina sedikit senang dengan perlakuan Jovan.
"jika sudah selesai,nanti panggil aku ya" ucap Jovan
Zelina hanya medehem,ia meminta Jovan untuk menutup pintunya.saat Zelina seselai buang air kecil,ia merasakan sesuatu yang hangat.ia memanggil Jovan dan bertanya hari ini tanggal berapa
"Jovan,hari ini tanggal berapa"tanya Zelina dari dalam toilet
"19,memangnya kenapa" tanya Jovan balik
*astaga,kenapa harus disaat seperti ini sih,sungguh menyebalkan* batin Zelina
"emmm,anu..duh gimana yah"
Zelina bingung cara menyampaikannya pada Jovan,ia tak mungkin harus meminta kebutuhannya pada Jovan.
karena mendengar Zelina yang kebingungan,Jovan masuk.untung saja Zelina sudah memperbaiki celananya
"Ada apa?" tanya Jovan
Zelina tambah bingung saat Jovan masuk,ia harus berkata apa.Zelina menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"apakah kau bisa membelikan kebutuhanku" tanya Zelina
"maksudmu?"Jovan bingung
"emmm,itu...bulanan..." ucap Zelina tertunduk malu
Jovan yang melihatnya tertawa terbahak-bahak,sikap istrinyayang malu begitu lucu baginya.Zelina mengangkat kepalanya,dan menatap Jovan tajam.Jovan langsung berhenti tertawa.
"bagaimana aku membelinya,hari telah malam,toko sudah tutup sayang" ucap Jovan sambil berjongkok dihadapan istrinya
"minta syifa membawakannya,ada di laci meja riasku"
"baiklah,aku akan menelvonnya" ucap Jovan beranjak pergi dari toilet dan mengambil ponsel Zelina.ia menelvon syifa
disana,Syifa yang masih menonton drama korea,merasa kesal karena ada yang menelvonnya saat sedang asyik menonton.saat ia melihat siapa yang mrnelvon,ia menghilangkan amarahnya dan memilih untuk tenang
"Halo,ada apa kak" tanya Syifa
"emm,Syifa ibisakah kau mengambil hal yang paling dibutuhkan wanita saat bulanan di laci meja riasnya kamarku,dan mengantarnya kerumah sakit" ucap Jovan langsung ke intinya
"baiklah kak ipar,aku akan segera kesana" balas Syifa
Syifa bergegas kekamarnya,dan memakai jaket tebal.karena syifa sudah bisa mengendarai mobil,ia pergi sendiri,ia tak membangunkan pak Anwar karena sudah tertidur
30 menit waktu yang dibutuhkan Syifa,dan akhirnya sampai dirumah sakit,ia langsung berlari menuju ruang rawat Zelina .koridor yang sepi membuatnya bergidik ngeri
sesampainya diruang rawat Zelina,ia langsung memberikannya pada Jovan Jovan mengucapkan terima kasih,syifa pergi meninggalkan rumah sakit.
"ini kah sayang?"tanya Jovan sambil mengeluarkan isinya
"jangan dilihat,seorang pria tak boleh melihatnya"ucap Zelina
Jovan tertawa dan memberikannya pda Zelina,10 menot kemudian Zelina selesai,ia memanggi jovan
Jovan masuk kedalam toilet,ia langsung tau apa maksud Zelina.Jovan menggendong Zelina dan membawanya ke ranjang,Zelina berterima kasih atas perlakuan jovan.
Zelina kembali melanjutkan tidurnya diikuti oleh Jovan.
paginya,Zelina terbangun,ia masih mendapati Jovan yang terlelap.Ia memperhatikan Jovan.Zelina tersenyum
*ternyata kau tampan dan baik juga ya,wah bulu matamu panjang,aku suka. oppss,sadar Zelina sadar,kenapa kau begitu mudah tertarik* batin Zelina
ia tersadar dan menampar wajahnya,ia meringis karena tamparannya sendiri
Zelina menyentuh hidung mancung Jovan,Jovan langsung menangkap tangan Zelina dan membuka matanya,ia menatapa istrinya itu,
"baru sadar aku tampan?" gida Jovan dengan penuh percaya diri
"ihh,kamu pede sekali,sejak kapan aku bilang kamu itu tampan,jangan terla..." ucap Zelina terpotong
Cup!...
Jovan mengecup bibir ZelOIna agar berhenti mengoceh,Jovan kembali mengecup bibir Zelina berulang kali.kini kecupan itu berubah menjadi lumatan halus,Zelina tak membalas lumatan dari Jovan.lama kelamaan Zelina terbawa suasana dan membalas lumatan dari bibir Jovan
Jovan menekan tengkuk Zelina untuk memperdalam ciumannya,ia menggigit bibir bawah zelina,zelina mendesis dan membuka mulutnya.itu kesempatan emas bagi Jovan,ia memasukkan lidahnya dan mengabsen gigi Zelina,Zelina menggalungkan tanganya keleher Jovan
krek....
pintu ruang rawat Zelina terbuka
"selamat pagi putra dan..."ucap Ami dan Karin bersamaan terputus,ia melihat pemandangan yang begitu indah
"aihhh,kalian lanjutkan saja"ucap Ami berlalu menutup pintu dan diikuti oleh Karin
*huhh,untunglah momy dan ibu datang,jika terus berlanjut aku tak tak tau apa yang akan terjadi* batin Zelina lega
*kau melakukan apa Jovan,sungguh memalukan.tapi...bibirnya manis* batin Jovan
Zelina merasakan jantungnya berdetak kencang,pipinya terasa panas dan nafasnya tak beraturan,Jovan juga mengalami hal yang sama.
Zelina beralih menatap Jovan,ia melihat Jovan yang sedang mengatur nafasnya
"kau curang"ucap Zelina
"maaf aku kebablasan sayang"
"jangan panggil aku" ucap Zelina berbalik dan membelakangi Jovan
Jovan langsung memutar tubuh Zelina agar menghadap kearahnya,ia mengecup singkat bibir Zelina dan tersenyum
"Morning kiss pertama sayang" ucap Jovan sambil berdiri dan pergi ke kamar mandi
"HEEII,DENGAN APA AKU HARUS MENGHUKUM MU" teriak Zelina yang begitu kesal
Jovan hanya tertawa mendengar ucapan istrinya.
Zelina menyentuh bibirnya,ia membayangkan kejadian tadi
"ternyata begini rasanya berciuman,bibirnya hangat" ucap Zelina sembarangan
"huh,sadar....sejak kapan kau begitu bosoh seperti ini Zelina"
Zelina memukul-mukul kasurnya karena kesal,Jovan yang saat itu keluar dari kamar mandi melihat kelakuan istrinya seperti anak kecil
"sepertinya kau belum puas" ucap Jovan menggoda Zelina
"siapa yang puas,aku bahkan tak ingin"
"lalu tadi siapa yang membalasnya" goda jovan lagi
"terserah" ucap Zelina kesal
Ami dan Karin yang masih berdiri didepan pintu,saat mendengar suara putra dan putri mereka langsung masuk
"Ami,pemandangan yang tadi sungguh menarik" goda Karin
"betul sekali,akh aku teriingat masa mudaku" Balas Ami
saat mendengar perkataan ibu mereka,wajah Jovan dan Zelina seketika memerah.Ami dan Karin yang melihat reaksi sepasang kekasih tersebut tertawa terbahak-bahak.
hai readers,apa kabar?semoga readers ku yg ganteng cantik,manis dan imut selalu terhindar dari virus Covid19 yang membuat dunia Gempar,jaga kesehatan ya readersku
๐