My Cold Wife

My Cold Wife
PART 17



sudah 5 hari sayang,tapi kau masih belum bangun"ucap jovan menitikkan air matanya


Ia begitu sedih,bahkan sangat terpukul karena ia tak bisa menjaga Zelina.Ami,Karin dan syifa datang bersamaan.mereka tak mengetuk pintu,sehingga mereka melihat Jovan yang melamun.


Ami yang memanggilnya membuyarkan lamunannya


"nak...jangan menangis,jika kau menangis itu akan membuat kami begitu sedih"ucap Ami mendekat kearah Jovan


ia mengusap rambut Jovan dan menyemangatinya.Karin,ibu kandungnya Jovan juga melakukan hal yang sama.Ia tak tega melihat putranya terus melamun dan bersedih


Jovan masih setia berada disamping istrinya,ia terus memegang tangan Zelina.Saat mereka sedang berbicara mengenai masalah percobaan pembunuhan Zelina,Jovan kaget dan ia sangat bahagia.Jari zelina bergerak dan mulai membuka matanya


"Ma,ibu,adik,Zelina sadar"ucap Jovan tersenyum bahagia


"wah,benar,cepat panggil dokter"perintah karin


Syifa segera memanggil dokter,ya,hanya dokter habib yang dipercaya oleh keluarga Zelina.Dokter habib mengecek keadaan Zelina,setelah mengeceknya,dokter habib tersenyum simpul.


"Kondisi nona Zelina sudah membaik,dia hanya butuh cukup istirahat dan memakan makanan yang sehat,dan jangan melupakan obat yang kuberikan untuk nona Zelina"ucap dokter habib


"baiklah dok,terima kasih ya"ucap Jovan


zelina hanya acuh,Ia ingin sekali segera pergi dari rumah sakit. ia merasa bosan dan ingin segera pulang.Ami yang melihat putrinya seperti bosan mengajaknya berbicara


"sayang,apa kau merasa bosan?"tanya Ami


"iya mom,aku sangat bosan"


"sabar ya sayang,sebentar lagi kau boleh pulang"ucap Ami ramah kepada putrinya


Zelina hanya membalasnya dengan tersenyum.kini ia sangat ingin pergi ke toilet,saat ia berusaha mengangkat kakinya,terasa berat. Zelina membuka selimutnya,ia terkejut karena kakinya diberi gips


ia menatap semua orang yang ada diruangan itu dengan tatapan bertanya,Zelina masih tak percaya dengan apa yang terjadi pada kakinya


"ada apa ini mom,kenapa kakiku diberi gips?"tanya Zelina


"ehmm,kakimu...Patah "ucap.jovan sedikit gugup


Zelina yang mendengarnya terkejut,kenapa kondisinya bisa seperti itu.Matanya memerah,air mata yang ia bendung,tangisannya pecah,ia begitu sedih karena tak bisa berbuat apa-apa saat ini


"mom,kaki ku mom,aku tak ingin begini"ucap zelina menangis


"sabar ya sayang"ucap ami,ia sangat tak tega melihat putrinya menangis


hati Jovan bagai teriris pisau yang tak nampak,hatinya begitu sakit saat melihat orang yang dicintainya menangis.


jovan mendekat,ia berusaha menenangkan Zelina,Awalnya Zelina memberontak karena dekapan yang diberikan Jovan


"lepaskan aku..."ucap zelina


"tidak sayang,kau harus kuat.kau bukanlah wanita yang lemah,kau bisa menjalani semua ini,setelah kau boleh keluar dari rumah sakit ini,kita akan berlatih mengontrollangkahmu,percayalah kau pasti bisa"ucap jovan yang berusaha menenangkan zelina sambil mengusap rambutnya


Zelina yang mendapat dekapan dan perlakuan lembut dari Jovan,sedikit tenang.Tangisnya mulai reda,Ami yang melihat menantunya bisa menenangkan Zelina tersenyum.syifa yang melihat kejadian tersebut terkekeh,zelina yang tak pernah menangis,dan sekarang menangis tersedu-sedu,bahkan tangisnya reda saat Jovan mendekapnya,adalah hal yang lucu baginya.


Zelina yang mendengar tawa syifa menatapnya tajam,entah kenapa saat ini Zelina begitu sensitif


"apa yang kau tertawakan"tanya Zelina datar


syifa langsung menghentikan tawanya,ia tak ingin membuat kakaknya marah dan menghukumnya dengan hukuman konyol namun itu begitu mengerikan bagi syifa


"ehehe,tidak ada kak,aku hanya melihat seekor singa yang menangis dan tangisannya reda saat dipeluk"ucap syifa terkekeh


"beraninya,awas saja,saat kakiku sembuh.aku akan memberimu sebuah hukuman yang bagus"ucap zelina sambil tertawa


ruangan yang tadinya mencekam,sekarang berubah menjdai hangat karena canda adik kakak tersebut.


Jovan memperhatikan Zelina yang tertawa,ia bahagia karena bisa melihat dan mendengar suara wanita yang selama 5 hari ini dia rindukan


.


.


suasana kota saat malam yang tenang.Ami syifa dan karin memilih untuk pulang,karena mereka juga butuh istirahat untuk hari esok.


kini,diruangan rawat zelina hanya ada ia dan jovan.suasana hening membuat Jovan canggung.ia tak ingin suasana ini terus-terusan ada


"Zelina apa kau tau,saat kau koma.Delvia dan kharen mencoba membunuhmu"ucap jovan memulai pembicaraan


"benarkah"selidik zelina memastikan


"iya,mereka tertangkap basah olehku kemaein malam.dan aku cukup senang,karena kharen mendapat hukuman yang pantas dari ayahnya,dan Delvia dia masuk penjara"ucap jovan


*Delvia?...siapa dia*batin zelina


"siapa Delvia,aku tak mengenalnya"tanya zelina


"kau tak perlu tau dia siapa,yang harus kau taudia adalah wanita paling menjijikkanyang pernah ku temui"ucap Jovan


"ternyata kau juga bisa berkata jijik" cemooh zelina sambil tertawa kecil


Jovan sangat bahagia,karena Zelina bisa menerima kehadirannya


"aku bisa melakukan apapun jika itu menyangkut istriku"ucap jovan tersenyum manis kearah zelina


Zelina merasa ada sesuaru yang hangat,membuatnya ingin tersenyum.namun ia tak mengekspresikannya,ia masih penasaran dengan cerita Jovan


"lalu?"sambung Zelina


"dan,aku mendapat pesan dari rama bahwa kecelakaanmu itu disengaja oleh seseorang"ucap Jovan serius


Zelina semakin tertarik untuk berbicara dengan Jovan,pembawaannya dmyang tenang dan gampang tersenyum saat bersama keluarganya


"siapakah dia,apa aku mengenalnya atau tidak"tanya zelina pada Jovan


"ya,bukan hanya kau tapi aku juga pernah bertemu dengannya"


"baikalh,sekarang aku berfikir bahwa yang melakukannya...


kharen fransisca?"ucap Zelina


"Benar sekali,memang dia* balas Jovan


"sepertinya aku harus memberinya pelajaran"ucap Zelina datar


"tunggu kakimu sembuh ya,kita balaskan bersama-sama"


Jovan memegang tangan Zelina,ia ingin melepaskan genggaman tangan Jovan,namun hatinya berkata untuk tidak melepaskannya.Zelina bingung dengan pikirannya,s


rasa kehangatan yang diberikan jovan sedikit membuatnya semangat


"ba..baiklah"ucap zelina sambil memalingkan wajahnya


Jovan tersenyum sumringah,karena melihat wajah Zelina yang memerah.Jovan meminta zelina untuk tidur karena sudah malam


"sayang,sebaiknya kau tidur"ucap Jovan


"jangan memanggilku dengan panggilan itu,aku tak suka" ucap Zelina berbohong


sebenarnya ia cukup menyukai panggilan dari Jovan itu,walau biasa namun ia suka.


"lalu aku memanggilmu dengan apa,haruskah dwngan my baby honey sweety i love you,my wife my love my dear "goda Jovan


"ck,kau begitu menyebalkan,dan sangat alai seperti anak milenial"ucap Zelina mendecak sebal


"tapi kau suka kan my wife"goda jovan lagi


"diamlah,aku akan tidur"ucap Zelina membaringkan tubuhnya dan membelakangi Jovan


Jovan naik keranjang Zelina dan memeluknya dari belakang


"kebiasaan yang tak bisa kuhilangkan,kau seperti guling bagiku"goda Jovan


zelina kesal,ia mencubit perut Jovan sangat kuat hingga meninggalkan jejak biru keunguan disana


"awww" ringis Jovan


"tenang dan diamlah,atau aku akan menendangmu"ucap Zelina


"bagaimana kau menendang suamimu,kaki dirimu saja patah"goda Jovan


"maka aku akan mematahkan tanganmu agar berhenti memelukku"ucap Zelina serius


Jovan yang mendengarnya langsung diam dan memilih unruk tidur bersama istri tercintanya