
"mi chen,coco" panggil Zelina
dua hewan itu keluar dari persembunyiannya dan berlari kearah Zelina,mereka bermanja di kami Zelina,Jovan yang melihatnya juga ikut bergabung bersama dua ekor kucing besar tersebut
mereka asik bermanja dan bermain bersama. Seketika,terlintas dibenak Zelina untuk melakukan sesuatu.
Dia meminta Jovan untuk mengambilkan nya buah
"Bisakah kau memberikan ku buah? "tanya Zelina
"ehhmmm,baiklah.Tunggu sebentar ya" ucap Jovan lalu ia meninggalkan Zelina
*hahaha,masuk keperangkap * batin Zelina sambil tertawa
Zelina meminta Mi Chen dan Coco untuk mendekat, Zelina mulai membisik kan sesuatu pada Mi Chen dan Coco.
Sambil memperhatikan keadaan sekitar,Zelina terus membisikkan hal yang ada dibenak nya kepada Mi Chen dan Coco.
Seakan mengerti dengan apa yang diperintahkan Zelina, kedua hewan itu mengaung kecil. Zelina tersenyum simpul melihat reaksi kedua hewan kesayangan nya itu.
BRAKKK!!!
Buah yang ada ditangan Jovan jatuh dan berserakan dilantai, Ia membelalak kan matanya. Jovan berusaha melangkahkan kakinya mendekati Zelina yang terlihat lemah ,dan dikelilingi oleh dua ekor hewan yang ganas itu.
"Kalian pergi!! pergi !!" bentak Jovan
Mi Chen dan Coco berjalan mundur, Jovan mendekati Zelina dan ia berusaha membangunkan Zelina.
Jovan sedih melihat istrinya yang tak kunjung bangun,
bahkan kini tubuhnya bergetar.
Zelina yang merasakan tubuh Jovan bergetar,membuka mata kirinya dan menyaksikan pemandangan yang menurutnya lucu. Akhirnya Zelina membuka kedua matanya dan berusaha untuk duduk
"ahhh,baru saja ingin bersantai dengan Mi Chen dan Coco,
kau malah menangis seperti bayi yang jatuh dari tempat tidurnya " Ucap Zelina sambil merenggangkan tubuhnya
Jovan kaget,ia tertegun lalu bingung. Ia berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi. Pandangan nya masih menatap ke lantai taman, tak lama kemudian Ia menatap Zelina heran.
"Barusan kau mengapa?" tanya Jovan
"aku hanya ingin bersantai bersama Mi Chen dan Coco, aku lelah terus duduk di kursi roda" Ucap Zelina berusaha menahan tawanya
"la...lalu yang ta..tadi?" Jovan kini bingung sendiri
"Mi Chen, Coco kemarilah... sepertinya kita berhasil " ucap Zelina
Mi Chen dan Coco berjalan kearah Zelina, kedua kucing besar itu merebahkan diri mereka disamping Zelina.
Jovan berfikir,untuk sesaat ia diam. Dan akhirnya ia menyadari bahwa Zelina sedang mengerjainya.
"Kau tega sekali sayang... Aku hampir mati tadi" Ucap Jovan seraya menampilkan wajah sedihnya
Zelina tertawa terbahak-bahak, air matanya keluar sedikit karena tawanya itu. Jovan yang ditertawakan Zelina akhirnya pasrah. Ia menghela nafas panjang lalu mengumpulkan buah yang berserakan tadi.Jovan membuang buah tersebut karena sudah kotor dan lecet.
Ia kembali menghampiri Zelina dan duduk disampingnya, melihat Zelina yang sedang fokus membelai kucing tersebut,membuat Jovan tersenyum kecil.
"jika kau mengantuk, lebih baik tidur ya " ucap Jovan dengan suara yang lembut
"tidak,aku masih ingin disini " ucap Zelina
"baiklah" balas Jovan
Suasana kembali sunyi,Zelina yang sudah tak kuat menahan kantuknya akhirnya tertidur. Jovan merasakan hembusan nafas Zelina yang teratur, ia meminta Mi Chen dan Coco untuk pergi,namun kedua hewan itu juga sudah tertidur.
Akhirnya Jovan berdiam bersama istri dan dua kucing besar itu. Jovan terus mengusap rambut panjang Zelina, Ia bersyukur karena Zelina sudah mulai bisa menerima keberadaan nya
"eheeem"
satu deheman itu membuat Jovan menoleh kebelakang,
ia tersenyum malu saat mengetahui siapa yang ada dibelakangnya
"wah wah wahh,ada yang lagi mesra mesra an nih" ucap Karin
"haha, mama ada ada saja,Zelina hanya ketiduran ma..." ucap Jovan
"benarkah?" selidik Karin
"iyah,masa anakmu ini berbohong" Ucap Jovan
"baiklah nak...
mama hanya ingin berpesan,saat kau ada masalah dengan istrimu,cari solusinya dengan tenang,jika kau sudah mempunyai anak nantiny,jangan biarkan istrimu kesusahan sendiri dalam mengurusnya,jangan pernah egois, jangan sampai ada kesalah pahaman, buat istrimu senyaman mungkin,nanti akan banyak hal yang akan kau alami,jadi kau harus sanggup nak..." ucap Karin memberi nasehat pada Putranya
"baiklah ma..." ucap Jovan
"hemmm,kau harus sabar dan tabah dalam menjalani masalah di rumah tangga nak..."
"ma,aku hanya takut,kalau suatu hari keluargaku akan hancur dan..." ucap Jovan terputus karena ibunya sudah memotong pembicaraan
"pertahankan hubungan mu,jangan berikan celah pada orang yang ingin merusaknya" Ucap Karin
"hmmm,baiklah ma,sepertinya aku harus membawa Zelina menuju kamar" Ucap Jovan sambil mengangkat tubuh Zelina
"baiklah,mama ingin cucu kembar yal" Pinta Karin
"apa sih mama,ada ada aja" Ucap Jovan tersenyum malu
*haih,dasar anak muda.mas... aku merindukanmu* batin Karin
Jovan berjalan menaiki tangga,ia masuk kedalam ka.ar mereka dan menidurkan Zelina secara perlahan.
Ia menyelimuti tubuh Zelina hingga dada,lalu mengecup keningnya sebentar.
Jovan melepas kecupannya dan meninggalkan Zelina,ia berencana untuk pergi ke tepian danau
*maaf ya,author hanya sebanyak ini up kali ini
sekali lagi maaf ya
jangan lupa like,comen,dan vote agar author makin semangat nulisnya*ππ