My Cold Wife

My Cold Wife
PART 10



zelina yang masih belum tidur mendengar hembusan nafas teratur jovan,menandakan jovan sudah tertidur


*orang ini apakah bisa tidur disaat sepeti ini*batin zelina


zelina yang sudah mengantuk akhirnya terlelap


paginya,zelina merasakan hembusannnafas yang hangat menerpa wajahnya,saat ia bangun,dia terkejut dan zelina refleks menendang jovan agar menjauh


jovann yang setengah sadar meringis


"akh,ini sakit sekali"


"itu salahmu,tidur dengan wajah yang sangat dekat"gerutu zelina


jovan terus tersenyum mendengar ucapan zelina yang sedang menggerutu


zelina yang acuh dengan jovan yang masih meringis meninggalkannya dan pergi mandi


zelina memanjakan kulitnya selama 15 menit,untuk menjaga agar tulangnya tetap sehat


zelina berjemur dibawah sinar matahari,ia merasakan hangat yang memanjakan kulitnya


saat sedang terbawa suasana nyaman tersebut


ponsel zelina berbunyi


saat tau siapa yang menelfonnya,zelina tersenyum dan mengangkatnya


"halo,ad apa bu"


"sayang,apa kau sudah bangun,ibu pikir kau akan terlelap sampai tengah hari"ucap ami dari seberang sana


"tidak,aku tak akan bangun sesiang itu bu"


"kau sudah makan sayang"


"belum aku masih belum makan"


"sayang,apa kau suka hadiah kemarin"


zelina berfikir,hadiah apa?*zelina lupa kalau ibunya memberinya lingrie*


batinnya,ia bertanya kembali pada ibunya


"hadiah apa bu?"


"apa kau tidak melihat lemarimu sayang?"


saat zelina mendengar kata "lemari"


ia baru ingat kalau ibunya memberinya lingrie


"yah,aku suka"ucap zelina berbohong


"baguslah jika kau suka,segera berikan kami DEBAY yang menggemaskan"


"baiklah bu,jika tidak ada yang dibicarakan lagi aku tutup telvonnya"


"baiklah sayang"


zelina menghentikan telvonnya bersama ibunya bukan karena malas,namu ia tau,jika pembicaraan terus dilanjutkan ibunya akan berbicara ngawur


jovan yang juga baru selesai mandi,menghampiri zelina di balkon


dia duduk disamping istrinya


mereka terdiam,zelina yang tak ingin terlalu basa basi langsung mengatakan apa yang ingin dia sampaikan


"jovan,kau harus tahu,aku menikahimu karena terpaksa,jadi kau harus mengingat,kau tidak boleh mencampuri urusan pribadiku,kau tidak boleh menciumku,kau tidak boleh menyentuh barang ku,dan meski aku istrimu,jangan pernah mengaturku,dan kau harus tau batasmu,hanya statusmu sebagai suamiku,tapi jangan pernah berharap aku menerimamu"tegas zelina


jovan terdiam dengan ucapan pedas zelina


dia membalasnya dengan senyuman


*ini baru awal dari ujianku,aku tak tau,masalah apa yang akan kuhadapi dalam perjuanganku meluluhkan zelina,jadi aku harus sabar*batin jovan


zelina lantas menelfon rama,dan memintanya untuk membawakan pakaian ganti bagi dirinya dan jovan,zelina mengirimkan alamatnya pada rama


tak perlu waktu yang lama,15 menit lamanya,rama sampai di alamat yang dikirimkan zelina,jovan menuju kamar tuannya,dia mengetuk pintu beberapa kali,dan akhirnya tuannya membuka pintu


zelina mengambil 2 paper bag yabg berisikan baju ganti,dia mengambil dan menutup pintunya


rama lantas pergi,karena ia masih ada tugas yang harus dikerjakannya


"ini,bajumu"ucap zelina sambil memberikannya pada jovan


"terima kasih"ucap jovan menerimanya


zelina kekamar mandi untuk berganti pakaian,jovan yang didalam kamar juga mengganti pakainannya


setelah selesai mengganti pakaian,zelina keluar dan mengajak jovan pergi makan,karena ia sudah lapar


jovan menerimanya dengan senang hati


saat baru akan masuk,zelina sudah disergap oleh kedua orang yang disayanginya


"kakak,kau kembali"ucap syifa


"sepertinya kau merindukan kakak ya,baru sehari tak bertemu"goda zelina


"benar,aku merindukanmu kak"


"aku juga merindukanmu"


"jadi kau tidak rindu pada ibumu"ami juga ikut berbicara


"tentu saja aku juga merindukanmu ibu,sangat merindukan"


ucap zelina


"pagi bu,pagi adik ipar"sapa jovan


"pagi,menantu ibu tampan sekali"goda ami


"terima kasih bu"


"benar,kakak ipar sangat tampan,aku harap aku memiliki kekasih yang tampan seperti kak ipar juga"ucap syifa


"maka carilah adik"


syifa membalasnya dengan senyuman


mereka semua masuk kedalam rumah


didalam rumah,zelina langsung menju dapur,dan mencari sesuatu yang sangat disukainya


"wah,momyku membuat cheese cake,aku suka sekali"ucap zelina sambil memakan kuenya


"apapun unruk putriku"


jovan yang melihat zelina makan menghampirinya,dia duduk didepan zelina dan menatapnya hangat


"tatapan apaan itu"ketus zelina


"apakah aku tak boleh menatapmu?"


"tidak,aku melarangnya"


"maka aku akan memperhatikanmu"ucap jovan


zelina yang merasa kesal meninggalkannya dan pergi menemui hewan kesayangannya,mi chen dan coco


saat kedua hewan tersebut melihat zelina


mereka langsung berlari kearah zelina


"hewan kecilku sangat menggemaskan"ucap zelina sambil mengusap leher hewan tersebut


diruang makan,ami sedang berbicara dengan jovan


"nak jovan,apa zelina berbuat kasar padamu?"


"tidak bu,dia bersikap baik,namun ada moment yang membuatku tak henti tertawa"


"apa itu?"ami penasaran


"awalnya aku menawarkannya untuk makan,namun dia bilang,tidak ingin makan,saat kami selesai mandi,dan bersantai di balkon,tiba-tiba suara perutnya berbunyi keras,wajahnya langsung memerah,aku tak bisa melupakan ekspresinya waktu itu"ucap jovan sambil tersenyum


"benarkah,akan sangat lucu jika aku ada disana"ucap ami tanpa pikir


mereka tertawa,jovan meminta pada ibunya untuk menemui zelina.jovan menghampiri zelina yang ada disana.


saat jovan sampai dosana,ia hampir berteriak melihat zelina yang sedang bermain dengan dua ekor kucing putih yang besar


hewan tersebut tidak masalah dengan kehadiran jovan


dia tetap bermanja di dekat zelina


jovan akhirnya memberanikan diri mendekati zelina.


zelina yang terganggu dengan keberadaan jovan ,berpindah tempat duduk,jovan juga ikut berpindah dekat zelina,hal itu terulang selama 5 kali,akhirnya zelina kesal dan menyuruh mi chen dan coco mengganggu jovan


"jangan biarkan dia mendekat padaku"ucap zelina


seakan mengerti apa yang diperintahkan tuannya,mi chen dan coco mengganggu jovan


jovan membelalakkan matanya,ia tak menyangka zelina akan tega padanya


"zelina,apa kau tidak tega denganku" ucap jovan memelas


"itu salahmu,membuatku kesal" ucap zelina santai


zelina yang sudah merasa kasihan melihat jovan terus diganggu oleh kedua kucingnya,memutuskan agar kucingnya berhenti mengganggu jovan