My Cold Wife

My Cold Wife
PART 14



Syifa yang baru saja selesai mendonorkan darahnya menjadi pucat,ia menghampiri ami dan tersenyum.


Darah Syifa telah diberikan pada Zelina,setelah itu zelina dibawa keruangan VIP.Jovan,Ami,dan Karin mengikutinya


Jovan masih memikirkan keadaan istrinya.Zelina yang masih belum sadar,membuat Jovan sangat khawatir.Jovan yang sedikit terganggu karena bau darah dibajunya,memutuskan untuk pulang dan akan kembali lagi


"ma,ibu aku pulang dulu,aku ingin pergi membersihkan diri" ucap Jovan


"baiklah nak,segera lah kembali" ucap karin


ami masih termenung memikirkan Zelina,ia sangat khawatir sampai-sampai air matanya tak henti mengalir.Ami selalu berdoa agar putrinya akan segera membaik,semua orang yang berada diruangan Rawat zelina sangat terpukul dengan berita kecelakaan zelina


Jovan berjalan menuju parkiran,ia masuk kedalam mobil,pikirannya sangatlah kacau.Jovan menyalakan mobilnya,dan pergi meniInggalkan rumah sakit


selama perjalanan pulang,Jovan tak bisa menahan air matanya.Ia sangat mencintai zelina,walaupun zelina kadang berperilaku buruk padanya.Pikirannya hanya tertuju pada zelina,sampai lampu merah diterobos oleh Jovan.


untung saja,keadaan jalanan sedang sepi dan tidak ada polisi yang patroli.


sesampainya dirumah,Jovan langsung masuk kamarnya dan zelina,ia mandi selama 15 menit.ia keluar kamar mandi dan langsung berganti pakaian.Jovan yang tak ingin membuang waktu kembali lagi kerumah sakit


ia memparkirkan mobilnya,menyusuri koridor yang ramai.


Jovan melangkahkan kakinya dengan cepat.Saat didepan pintu ruangan rawat zelina,ia masuk dengan perlahan. Jovan menatap istrinya yang masih setia pada tidurnya.Jovan berjalan perlahan menuju ranjang Zelina


Jovan mengambil kursi,duduk disamping orang Yang dicintainya.Jovan memegang tangan Zelina,ia mencium tangan istrinya yang agak hangat.


"cepatlah bangun sayang,apa kau tidak kasihan melihat ibu yang terus menangis dan sedih" ucap Jovan


ia termenung,dilamunannya ia terus berdoa,agar istrinya cepat sadar,karena mengantuk Jovan memilih untuk tidur disamping ranjang Zelina,ia menyenderkan kepalanya di tepi ranjang Zelina


Karin yang melihat putranya tertidur,mengambil selimut dan menyelimuti putranya. Karin sangat sedih saat melihat kondisi Zelina.


Karyawan di perusahaan zelina,mendengar kabar bahwa bos mereka kecelakaan. Mereka terkejut bos yang selama ini tegas namun baik,sedang terbaring lemah diranjang rumah sakit


.


Jovan terbangun saat sudah malam,ia masih menemukan Zelina dalam keadaan tidur.Ami yang juga berada disana merasa sangat iba,kecelakaan Zelina adalah hal yang berat bagi mereka


Jovan berjalan menghampiri ibu mertuanya,ia duduk disamping ibunya.


"apa ibu dan mama sudah makan?" tanya jovan dengan suara serak khas orang baru bangun tidur


Ami,dan karin menggelengkan kepala.syifa yang tertidur disamping ami terbangun karena Ami yang bergerak.Jovan memutuskan membeli makanan untuk keluarganya


"ma,aku akan pergi membeli makanan sebentar ya"ucap Jovan lembut,ia juga tak menginginkan keluarganya sakit karena belum.makan dari tadi siang


di perjalanan menuju parkiran, seorang wanita menyenggol Jovan,wanita itu dengan sengaja menjatuhkan tubuhnya kepelukan jovan


"eh,maaf.aku tak sengaja" ucap sang wanita


jovan yang mendapat perlakuan itu terusik,ia mengernyitkan keningnya.Saat dia melihat wanita yang sengaja jatuh kepelukannya,ia begitu muak dan ingin pergi .


namun usahanya tertahan


"hei Jovan sayang,kenapa kau menghindar seperti itu,kita ini adalah sepasang kekasih yang sangat cocok"ucap sang wanita


"nona Delvia mouniera,kita sudah tak ada hubungan lagi,jadi jangan mengganggu saya" ucap Jovan datar


"kita saling mencintai,apa kau lupa"ucap delvia manja sambil mendekatkan wajahnya ke wajah jovan


jovan mendorong Delvia,jovan geram dengan sikap wanita tersebut.Jovan menatapnya datar,Delvia yang mendapat tatapan dingin dari jovan gugup


"Delvia,jangan membicarakan masa laluku denganmu. dulu aku memang mencintaimu,tapi kau? lebih memilih bersama orang kaya tersebut jadi sekarang sudah tidak ada apapun diantara kita" ucap jovan


Delvia yang mendengar perkataan jovan sedikit sedih,tapi ia tak hilang akal.Delvia mendekat kembali dan memegang tengkuk jovan.


"sudahlah,jangan mainkan trik kotormu itu,aku tak sudi melihat wajahmu itu"ucap jovan sinis dan mendorong Delvia,Delvia terhempas kelantai


"Jovan,apa kau todak mencintaiku lagi?"Tanya Delvia yang kini hampir menangis


"tidak,untuk apa aku mencintai orang yang sudah tidak suci,bahkan membuang anaknya.lagi pula,aku sudah mempunyai istri yang lebih baik darimu"ucap Jovan sambil meninggalkan Delvia


Delvia terkejut sekaligus geram,Delvia tak menyangka bahwa jovan akan mengetahuinya,dia memerintahkan anak buahnya untuk mencari tahu tentang identitas istri jovan.Dia tidak menerima kenyataan bahwa Jovan tak mencintainya lagi


flashback on


Dulu jovan memang pernah mencintai Delvia,namun hati jovan begitu sakit melihat Delvia sedang berhubungan intim dengan orang lain.Delvia bahkan acuh melihat keberadaan Jovan di pintu kamarnya,ia melanjutkan aktifitasnya bersama seorang pria tersebut


"Delvia...kenapa kau tega"ucap jovan


"kenapa memangnya,kau itu miskin,hanya wajahmu yang tampan,kau tidak bisa memenuhi kebutuhanku,kau tidak bisa memberikan apa yang aku inginkan,bahkan meminta sebuah ciuman saja kau tidak mau,"ucap delvia melanjutkan aktifitasnya


"itu demi kebaikanmu"ucap jovan


"ahhh,sudahlah sayang lupakanlah lelaki yang tak ada gunanya itu,aku bisa memberikanmu segalanya"ucap pria tersebut


jovan yang mendengarnya semakin sakit hati,ia lebih memilih untuk mengakhiri hubunganya dengan Delvia dan pergi


"baiklah,jika itu yang kau inginkan.kita akhri hubungan ini,dan semoga kau bahagia"ucap jovan sambil meninggalkan kamar Delvia


"pergilah sejauh mingkn,dasar tidak berguna"pekik delvia


8 bulan setelah kejadian itu, Jovan mendapatkan kabar bahwa delvia ditinggalkan oleh kekasihnya.karena sakit hati yang dirasakan Delvia,dan pikiran yang banyak


Delvia merasakan keram diperutnya,ia berteriak kesakitan dan ingin melahirkan.setelah melahirkan,delvia meninggalkan rumah sakit dan meninggalkan anaknya seorang diri


jovan menjadi semakin jijik saat mendengar kabar tersebut


flashback off


jovan yang sudah didalam mobil,mengendarai mobilnya menuku sebuah restoran.Disana ia membeli 4 porsi makanan dan 4 minuman,ia juga membeli buah ke supermarket.


sepulangnya dari luar,jovan segera masuk dan membawa makanan itu menuju ruang rawat zelina.ia meminta agar mamanya,ibu mertua dan adik iparnya agar makan


mereka menerimanya dan memakan makanan tersebut.


sudah 2 hari namun Zelina masih belum bangun.Jovan dan keluarganya tak henti meminta doa agar zelina diberi kesembuhan


selama itu pula,Delvia telah mendapat informasi tentang istri jovan.ia menyeringai licik saat mengetahui identitas istri jovan.ia juga mengetahui istri jovan sedang koma


ia juga bahagia saat mengetahui temannya juga memiliki musuh yang sama.ia bekerja sama,Delvia dan temannya berencana membunuh Zelina pada esok malam