
Setelah selesai mandi, Zelina dan Jovan pergi makan bersama. Tawa renyah keluar dari mulut Zelina saat mendengar candaan Jovan yang sangat konyol.
Jovan merasa sangat bahagia, karena Zelina sudah sepenuhnya menjadi miliknya.
Setelah selesai makan bersama, Jovan memutuskan mengajak Zelina untuk bersantai ditaman belakang rumah mereka.
Suasana siang yang cukup ramai, dibatasi dengan pagar. Masyarakat disekitar komplek Zelina berlalu lalang melakukan aktivitas mereka
sebagian juga tersenyum melihat kemesraan dua insan itu. Ada juga sebagian anak muda ABG yg terpikat dengan ketampanan Jovan.
Zelina langsung mengeluarkan tatapan tajamnya.
Jovan terkekeh geli saat melihat tingkah istrinya itu,baginya sangat lucu melihat Zelina yang sedang marah pada anak ABG itu
*ingin sekali ku cium bibir munyil itu"
batin Jovan
Tangan Jovan tak melepaskan pelukan hangatnya kepada istrinya itu. Sesekali ia juga mengecup pucuk kepala Zelina
"husband?" panggil Zelina
Jovan kaget dengan panggilan dari Zelina.
Ini pertama kalinya Zelina memanggil Jovan dengan panggilan itu
"ada apa my wife? "tanya Jovan balik
Apa kau juga melakukan hal semanis ini pada
mantanmu itu" tanya Zelina
Jovan tersenyum kecil mendengar pertanyaan dari istrinya itu.
"sayangku, aku berbuat manis kepadamu itu, Karena kau adalah istriku. Berbuat manis itu adalah caraku mendapatkan cintamu.
Dan aku katakan,aku tak pernah berbuat semanis ini pada mantanku.
Jadi jangan berfikir aneh aneh ya sayang" ucap Jovan mengeratkan pelukannya
"lalu darimana kau belajar perbuatan manis ini,apa kau gay yang melakukannya dengan pria?"
Jovan semakin tercengang dengan ucapan istrknya itu
"ya ampun sayang,aku pria yang normal. hal itu tak mungkin terjadi, dan... aku belajar berbuat manis padamu. Karena aku mencari informasi tentang cara membuat wanita jatuh cinta pada pria" Ucap Jovan memberi penjelasan
"ternyata begitu,aku pikir kau gay " balas Zelina sambil tertawa renyah
"jika aku gay,mungkin aku tak akan memakanmu tadi malam sayang"
ucap Jovan berbisik ditelinga Zelina
wajah Zelina langsung bersemu merah, ia sangat malu saat Jovan mengucapkan kata kata mesum itu,. Jovan memukul bahu Jovan sebagai tanda bahwa ia kesal. Jovan tertawa melihat tingkah istrinya