My Cold Wife

My Cold Wife
PART 20



suara alarm membangunkan Zelina,hari yang masih pukul 5 membuat suasana yang tenang.Ia mengusap matanya,


melihat orang yang tidur disampingnya.


Zelina merasa tenang,ia tersenyum kecil.


Ia tak ingin berlama-lama diranjang dan memilih untuk mandi.Karena kondisinya yang sulit untuk berjalan,ia membangunkan Jovan untuk membantunya


"hei,Jovan...bisakah kau bangun dan membantuku" ucap Zelina dengan suara khas orang baru bangun tidur


Jovan mengerjapkan matanya,ia tersenyum lalu ia memposisikan dirinya untuk duduk disamping istrinya itu.


"apa.yang bisa kubantu hmm?"tanya Jovan


"aku tak bisa mengambil kursi rodaku,jadi aku memintamu untuk memberinya padaku" pinta Zelina


"memangnya kau mau kemana sayang?"


"aku ingin pergi mandi"


Jovan yang mendengar istrinya akan mandi,pergi kekamar mandi dan mengisi bak mandi dengan air hangat.setelah selesai,ia menghampiri zelina dan menggendongnya.


Zelina yang ingin menolak permintaan Jovan terpaksa harus mengikuti kemauannya karena Jovan cepat bertindak


sesampainya dikamar mandi, Jovan mendudukkan Zelina ditepi bak mandi.


"sekarang keluarlah"ucap zelina


"tidal bisa,kau sekarang pasti kesulitan,biar kubantu" ucap Jovan


"berdiri dibelakangku" ucap Zelina


Jovan mengikuti permintaan istrinya,Zelina mulai melepas piyamanya. kulit putih dan mulus Zelina,membuat Jovan kesusahan menelan salivanya.Ia menahan diri agar tidak melakukan perbuatan yang tidak diinginkan Zelina


Ia mulai menyirami dan menggosok punggung mulus istrinya itu.


20 menit kemudian,mereka keluar dari kamar mandi,Jovan menggendongnya menuju tempat tidur.ia memilih baju yang bagus untuk istrinya,jovan memilih model sabrina dress warna merah maron


*wow,seleramu tentang pakaian wanita tinggi juga ya* batin Zelina


Jovan meminta Zelina untuk memakainya,dengan senang hati Zelina menggunakannya.Jovan tersenyum,kemudian ia juga memikih untuk mandi,setelah selesai,ia menggendong Zelina ala bridal menuruni tangga


Karin yang sedang duduk meminum teh hijaunya tersenyum melihat perlakuan hangat putranya.


sesampainya diruang makan,Jovan mendudukkan Zelina secara perlahan dikursi.


"kau ingin memakan apa sayang?" tanya Jovan kepada Zelina


"terserah saja" ucap Zelina yang sedang memakan buah apel


Jovan memikirkan makanan yang ingin dia masak,terlintas dibenaknya untuk membuat Lobster dan kepiting pedas,ditambah jamur enoki.


Ia mulai mengambil bahan-bahan yang ada didalam kulkas dan mukai memasaknya.Semerbak harum menyelimuti ruang makan,Zelina senang saat mencium aroma khas cabai.


Ia memperhatikan Jovan yang tengah memasak untuknya.


*kenapa aku baru menyadari kau itu bisa segalanya*


batin zelina


kemudian ia tersenyum,ia memelintirkan rambutnya.Ia sudah cengengesan sendirj melihat Jovan yang tengah memasak


Karin yang memperhatikan dari jauh hampir tersedak karena sikap Zelina yang berbeda.ia berpikir dalam hati,mengapa Zelina yang dulu dingin sekarang seperti anak kecil yang menunggu sebuah mainan


*sepertinya aku akan segera mempunyai seorang cucu yang menggemaskan,aaa ya tuhan aku tidak sabar untuk mendapatkan gelar sebagai nenek ini* batin karin


20 menit kemudian,masakan telah tersaji dihadapan Zelina.matanya berbinar melihat makanan yang ada didepannya,ia kagum akan hasil kerja Jovan


"terima kasih.." ucap Zelina


"tidak masalah,lselagi aku bisa maka aku akan melakukannya" ucap Jovan tersenyum


"hemm,kenapa tidak meminta bibi untuk memasaknya"


"uhuk uhhukkk"


Zelina tersedak karena ucapan Jovan,


Ami dan syifa yang baru saja ikut bergabung,terkejut karena Zelina tersedak


seketika Jovan panik dan mengambil air,ia memberikan Zelina air tersebut lalu mengusap punggung Zelina


"apa sudah baikan" tanya Jovan khawatir pada istrinya itu


"sudah, huh... ini pertama kalinya seseorang memanggilku dengan imut,sungguh menggelikan jika didengar orang lain" ucap Zelina kembali memakan makanannya


"hei,bagi kami semua kau itu menggemaskan sayang" ucap ami


ĺbenar,kakak itu seperti anak kucing kecil yang sedang menikmati kehidupannya" tambah syifa


"itu benar kau itu imut bagi kami" ucap Jovan


"sudahlah,jangan bicara lagi,atau aku akan mati karena tersedak lagi" ucap Zelina sembarangan


mereka tertawa bersama,Karin yang mendengar suara tawa,menghampiri mereka dan ikut makan bersama.


"besok kita menyiapkan barang-barang kita yah" ucap Jovan pada Zelina


"ha?,pindah.kemana?"


"ke kota M,disana aku telah membeli rumah yang cukup besar" ucap Jovan


"kenapa kau tak mengatakannya padaku dulu" protes zelina yang kesal


"aku yakin kau tak akan mengizinkannya,jadi aku memintanizin kepada ibu" ucap Jovan


Zelina langsung menatap Ami dan Karin dengan tatapan bertanya,Ami menghela nafas dan menjawab tatapan Zelina


"zayang,kami ingin kau segera mempunyai rasa cinta pada suamimu,kami tau kau menikahinya karena terpaksa sayang." ucap Ami lembut


Zelina terdiam,ia ingin menolak,namun karena mamanya sudah mengijinkan ia tak bisa berbuat apa-apa


saat syifa mengetahui Zelina akan pindah rumah,ia menjadi sedih.ia menahan air matanya dipelupuk matanya


semua orang menatap kearah Syifa yang ingin menangis itu.mereka bingung karena syifa yang mendadak menangis


"syifa kau kenapa sayang?" tanya Karin


"kau tega kakak,kau meninggalkanku,lalu aku akan kesepian" ucap Syifa sambil menitikkan air matanya


"tenang syifa,kami akan datang 3 kali 1 minggu,jadi jangan bersedih ya" ucap Jovan


"benarkah?"


"benar,jadi jangan khawatir ya" ucap Jovan


"baiklah kakak,dan jangan lupa berikan aku seoramg keponakan"


ucap syifa sembarangan


seketika Jovan dan Zelina tersedak bersamaan,wajah mereka berdua berubah menjadi merah.Syifa tertawa melihat reaksi sepasang suami istri itu


"haih,kau ini ... " ucap Zelina sambil meneguk segelas susu


"hehe,aku serius kak" ucap syifa sambil cengengesan


Zelina menghela nafas,ia melanjutkan makannya,Jovan tak bergeming dengan ucapan sembarangan syifa.15 menit kemudian mereka selesai makan bersama,Zelina puas dwngan masakan jovan,kini ia menginginkan untuk bermain bersama hewan kesayangannya


Jovan yang mengetahui keinginan istrinya itu,meminta ART untuk mengambil kursi roda Zelina.


Jovan mendudukkan tubuh Zelina perlahan,lalu mendorongnya menuju taman belakang


"mi chen,coco" panggil Zelina


dua hewan itu keluar dari persembunyiannya dan berlari kearah Zelina,mereka bermanja di kami Zelina,Jovan yang melihatnya juga ikut bergabung bersama dua ekor kucing besar tersebut