My Cold Wife

My Cold Wife
PART 2



*skip


keesokan paginya,zelina melalukan aktifitas seperti biasa


"sayang,apakah hari ini sibuk?"


"tidak mom"


"baguslah,apakah kau bisa pergi bersama momy?"


"kemana?"


"rahasiaaa..."


"ya sudah lebih baik kau ikot dengan momy hanya untuk hari ini"


"baiklah mom,"


sampainya ditempat yang dituju oleh momy zelina


"akhirnya kita sampai"


"mengapa kita kerestoran ini mom?"


"diamlah nanti akan mama ceritakan padamu"


"huh,menyebalkan*batin"


mereka masuk kedalam restoran tersebut,ami celingak celinguk seperti mencari seseorang,dan akhirnya orang yang dia cari nampak oleh matanya


"wahhh,udah lama menunggu kah?"


"hemmm,tidak aku baru saja sampai"


ucap seorang wanita paruh baya


"ini putramu,?karin?"tanya ami


yah wanita paruh baya itu namanya karin,dia berasal dari kampung,sahabatnya ami,kehidupannya hanya sederhana


"iya,ini putraku"jawab karin


"dia tampan ya,"


zelina yang melihat interaksi tersebut hanya diam


"ah,karin,perkenalkan,ini putriku,zelina"


"dia sama cantiknya denganmu ami"


"kau terlalu memuji"


zelina hanya tersenyum tipis


"zelina,perkenalkan ini karin,teman momy,dan itu putranya"ucap ami memperkenalkan dua orang dihadapannya


"oh..." ,satu kata itu lolos dari mulut zelina


suasana menjadi canggung


"zelina,perkenalkan ini putra tante Jovanka Lovata,tante harap kalian bisa akrab ya"ucap karin sambil tersenyum


"jovanka lovata,panggil saja aku jovan"


ucap jovan sambil mengulurkan tangannya


"Zelina Zakeisha."


jawab zelina singkat,tanpa membalas jabat tangan jovan


jovan menarik kembali tangannya


suasana kembali canggung,


ami memecah suasana canggung tersebut


"baiklah,ibu akan meninggalkan kalian berdua untuk mengobrol"ucap ami


"ya,kami tinggal dulu ya"ucap karin


dua orang wanita itu meninggalkan putra dan putrinya


suasana diantara mereka berdua sangat mencekam


"berapa umurmu?"tanya jovan untuk menghilangkan suasana mencekam tersebut


"25"


"ahh,baiklah,ternyata umur kita berbeda 3 tahun"


"oh"


jovan yang melihat sikap cuek zelina tidak putus asa,


"apa makanan kesukaanmu"


"cheese cake,"


"emm,kita memiliki selera yang sama ya"


"sudahlah,jika tidak ada yang perlu dibicarakan saya pergi"


ucap zelina ketus


"bolehkah aku antar?"


"tidak perlu!"


zelina mengambil tas nya dan meninggalkan jovan,


Jovan yang melihat sikap zelina hanya tersenyum


*kau sangat misterius zelina*batin jovan


ami dan karin yang melihatnya pun menuku tempat jovan duduk


"apa yang kalian bicarakan?"tanya ami


"hanya beberapa pertanyaan tante",jawab jovan


"emmm,jovan,maafkan sikap dingin putri tante ya,dia bersikap begitu bukan karena dia sombong,tapi masalalulah yang menyebabkan nya menjadi seperti itu"ucap ami dengan wajah sedihnya


"tidak apa ami,kami mengerti,mungkin putrimu sulit untuk membuka hati"ucap karin


"jovan,kau pria yang baik,ramah,dan penyabar,tante harap,kau dapat melelehkan es seperti putriku,sulit bagiku menemukan orang sepertimu,tante yakin kau bisa mengubahnya,tante tak ingin melihatnya terus memikirkan masalalunya"ucap ami dengan wajah yang sedih


"maksud tante?"tanya jovan tak mengerti


"jovan sayang,mama ingin menjodohkau dengan karin apa kau bersedia nak?"tanya karin penuh harapan


jovan bingung,dia tak tau apa yang harus dilakukannya,sesaat jovan terdiam


"aku akan berusaha mama,"ucap jovan sambil tersenyum


"terima kasih nak jovan,tante hanya bisa meminta bantuanmu"


"tidak usah sungkan tante"ucap jovan


*skip


"zelina,kemari sebentar" panggil ami


"ada apa mom"


"momy ingin meminta sesuatu padamu"


"apa itu?"tanya zelina


"maukah kau menerima perjodohan ini dengan anaknya tante karinmu?"tanya ami


sontak zelina pun terkejut,dia berdiri dan marah


"aku tidak ingin melakukan perjodohan yang todak ada gunanya ini!!!"amarah zelina memuncak


"zelina,momy mohon,momy sudah tua,momy tidak ingin kau menderita,momy ingin kau bahagia"ucap ami dengan isak tangisnya


"tapi mom..."ucap zelina terputus


"hanya ini permintaan terakhir momy,mommy mohon sayang,lakukanlah"ucap ami sambil memeluk tubuh putrinya


zelina juga tak tega melihat keluarga satu-satunya menjadi sedih


dengan berat hati,zelina menerima perjodohan tersebut


"benarkah sayang?"tanya ami penuh semangat


"tentu mom"kata zelina sambil tersenyum


"terima kasih saynag,sebaiknya kau tidur,kau pasti lelah kan sayang?"


"baiklah mom,mom juga harus tidur,jangan banyak pikiran,aku tak ingin kesehatan momy terganggu"ucap zelina sambil memeluk ibunya


"baiklah sayang selamat tidur"


skip


keesokan harinya


zelina yang sedang libur,karena hari ini hari minggu,bersantai di taman belakang rumahnya


*apa yang harus kulakukan,dilain sisi aku tak ingin melalukan perjodohan ini,dilain sisi aku tak ingin ibuku sedih,"batin zelina


zelina menarik rambutnya dan menghempaskan nafasnya kasar,zelina merasa haus dan memanggil ART nya


"bi,bi"


"ya nona"


"buatkan aku jus buah naga ditambah es,jangan pakai gula"


"baiklah nona"


"dan bawakan aku saladl


"baik nona"ucap ART tersebut


zelina memanggil mi chen,dan coco hewan kesayangannya


"mi chen,coco,kemari lah"ucap zelina


dua ekor hewan tersebut berjalan sambil mengaum menuku zelina,ya dua ekor hewan kesayangannya tersebut adalah dua ekor harimau putihnya


zelina tidak takut dengan kedua ekor harimau tersebut


karena saat kedua harimau itu dalam bahaya,zelina menyelamatkannya,usia harimau tersebut baru empat tahun


"kalian begitu lucu"ucap zelina sambil mengelus kedua kucing besarnya tersebut


pemerintah telah mengizinkan zelina untuk mengasuh kedua hewan tersebut,karena memenuhi syaratnya,zelina juga menyediakan kandang seluas 20Γ—10 m untuk kedua hewan tersebut


"kalian bau sekali,ayo aku mandikan"


kedua hewan tersebet membuntuti zelina,sesekali mengeleskan tubuhnya kekaki zelina


skip selesai memandikan kucingnya,zelina mengeringkan bulu kucing besar tersebut dengan hairdryer,


"kalian menggemaskan sekali "ucap zelina


makanan yang diminta zelina tadipun dibawakan oleh ART nya


"ini non,salad dan jus nya"


"terima kasih"


saat zelina sedang asyik menikmati makanan dan bermain dengan dua kucing besarnya tersebut,bel ruamhnya berbunyi


"siapa bi?"


tanya zelina


"seorang pria nona"


"oh"balasan singkat zelina


sedangkan diruang tamu,


"wah,kau sudah datang nak,mari duduk"ucap ami


"terima kasih buk"ucap jovan


"tunggu sebentar,aku akan memanggilkan zelina untukmu"


"baiklah"


ami pergi ke tempat zelina saat ini


"zelina,datanglah keruang tamu"


"untuk apa mom?"


"pergi saja dulu"


"baiklah,kalian bermain lah disini,tapi jangan merusak taman bungaku"titah zelina pada kedua kecingnya


zelina meninggalkan taman belakang ruamahnya


saat sampai di ruang tamu,zelina begitu malas berada disana


saat zelina ingin pergi,ami melarangnya


"jangan pergi,kalian habiskanlah waktu bersama"


titah ami


"apa??.."


**sampai disini dulu ya episode 2 novel ini


author harap readers suka ceritanya


jangan lupa like,comen,dan vote,jangan lupa tambahkan ke favorite,karena dukungan para readers membuat author semangat dalam membuat ceritanya πŸ€—πŸ˜š


salam hangat: Rhaa Liana**❀🐰