
Hai hai halooo gais👋❤
Selamat membacaa
.
.
.
.
.
Waktu menunjukan pukul 1 tengah malam Kak Arpan terbangun dan aku masih mengerjakan tugas kuliahku.
"Udah pulang sana" kataku
"Iya ni mau otw yang"
"Cup" ciumnya di bibirku.
"Anjirr ni orang. Apaan si tiba-tiba?" kesalku
"Yakan kamu tetap aja suka yekan?" goda kak Arpan
Dia memegang wajahku mengarahkan ke wajahku ke atas bertatapan karna dia sedikit lebih tinggi dari aku. Kak Arpan memandangiku lama sampai mataku sudah melihat ke sana dan ke sini.
"Apaan sih bangke? Lama bener. Pegel nih leher" kesalku (Aku tu gak kesal emang kadang nada ku berbicara seperti itu hhe)
"Tata, aku sayang kamu. Ini bukti sayang aku ke kamu. Jangan nakal sama cowok lain yah. Aku bener-bener sayang banget sama kamu" ungkapan dari hati kak Arpan
"Iya aku juga sayang kamu. Tapi cara kamu ngungkapinnya salah. Seharusnya kalo kamu sayang sama aku bukan gini caranya. Seharusnya kamu melindungi aku, menjaga aku dari orang-orang yang mau hancurin hidup aku seperti yang kamu lakuin tadi." kataku
"Habis aku gak tahan sama kamu. Tapi kamu juga nikmatin kan? Kamu kan nikmatin sampe ada suara desahan kamu. Lain kali kita nanti nonton film porno sama-sama" ujar kak Arpan
"Gila atau gimana si? Ya gak mau lah. Pulang sonoo" kataku menyuruhnya cepat-cepat pulang.
Untungnya di kos ini cuma ada aku dan kaka di sebelah. Kamar di kos aku ini kedap suara jadi kalo di tutup pintunya gak bakal kedengeran ke kamar sebelah. Sebelah juga gak bakal denger. Dan juga kaka sebelah gak pernah kepo atau cari tau tentang yang lain jadi dia santuy banget orangnya.
Sebenarnya aku belum bisa dibilang sayang dengan kak Arpan. Tapi ya mau gimana lagi kalo dia bilang sayang, aku juga harus jawab yang sama biar dia gak sakit hati. Aku bersiap tidur dan aku pegang pa**** ku seperti bertambah besar atau cuman perasaan ku aja karna kak Arpan sering meremasnya? Pu**** ku juga mengeras habis dia gigit dan dimainkannya seperti dicubit gitu.
Keesokan paginya aku berangkat kuliah. Aku lupa menanyakan perihal temanku melihat dia bergandengan dengan cewek lain.
Jam makan siang, aku dan kak Arpan pergi warung ke ayam geprek. "Ini mungkin saatnya aku tanya yang dia gandengan sama cewek lain" batinku.
"Aku mau nanya. Jawab jujur yah"
"Kata temen ku,kamu kemarin ada gandengan sama cewek lain?"
"Iya kenapa? Itu lo adek sepupu aku yang dulu pernah aku ceritain ke kamu"
"Oh ya udah gak papa"
Terus udah gitu aja. Kadang aku merasa cemburu kadang juga enggak. Aku buka tipe cewek yang tidak memperbolehkan pacarnya bergandengan dengan sodaranya sendiri atau kumpul dengan teman ceweknya.
Selesai makan kami pergi jalan-jalan ke bioskop. Kami menonton film horor karna kak Aroan suka film horor sedangkan aku gak dan karna dia yang traktir jadi mau gak mau aku iyain aja deh.
"Kak dingin nih. Pulang yok" kataku mengajak pulang
Kami duduk paling ujung dekat dinding. Digenggamnya tanganku dan tanganku diciumnya agar tidak kedinginan lagi. Seperti biasa, aku kalo kedinginan pasti aku pilek dan hidungku jadi tersumbat. Kak Arpan langsung memegang kepalaku supaya kepalaku menyender di bahunya, aku pun menurut. Karna aku takut, aku menutup mataku tidak terasa aku tertidur. Cukup lama aku tidur mungkin 20 menit. Aku merasa bibirku seperti disentuh dan aku buka mataku ternyata kak Arpan menciumku, akupun diam.
Tangan kanan kak Arpan yang awalnya menggenggam tanganku jadi pindah ke bagian pahaku. Awalnya tangan ku yang keduanya memeluk lengan tangan kanannya melepas dan menahan tangan kak Arpan. Kak Arpan seperti berusaha mau membuka kancing celana levis ku. Dia menahan kedua tangan ku memakai tangan kirinya dan menaruhnya di pahanya.
Berhasillah tangannya masuk ke dalam celana levisku dan masuk lagi ke celana dalam ku. Hingga tangannya memasuki bagian sensitifku sambil membuka paksa paha ku supaya tangannya leluarsa memainkan bagian sensitifku.
Ditusuk-tusuk jari tengahnya ke daerah sensitifku dan digerakkannya sampai-sampai aku mengigit bibir bawah ku agar tidak bersuara karna kami dalam bioskop.
"Sshh ahh mendesahlah dengan pelan di telingaku sayang. Aku mau mendengarnya, aku sedang horny emmhh" katanya dengan sedikit desahan kecil
"Emmhh aahhhh sayang aaa kuuu emhh ahhh" aku menurut dengannya dan mendesah kecil di telinganya.
Setelah aku merasakan basah, dia berhenti dan mencium bibirku.
"Tengkyu sayang.. cup" ucapnya dengan senyuman
Aku malah jadi kepanasan dan tidak kedinginan lagi. Setelah itu kami pulang. Setelah melakukan hal seperti itu, aku selalu canggung. Mau marah tapi aku sayang dan apa yang kaka Arpan lakuin selalu membuatku ketagihan
.
.
.
.
.
Hai hai halooo gais👋❤
Kalo gak suka komen aja yah gak papa😁
Jangan lupa kasih likenya dan komen yahh😘