My Boyfriend And Me

My Boyfriend And Me
Eps15 Putus dengan selingkuhan



Hai hai halooo gais👋❤


Selamat membaca yahh


.


.


.


.


.


Kami berdua terbangun waktu jam 3 subuh. Kak Arpan duduk dan mencium keningku. Lalu dia merapikan bajunya, akupum juga begitu. Bersiap untuk pulang.


"Aku bawain sesuatu buat kamu. Ini roti khas dari sana. Jangan lupa dimakan" kata kak Arpan


"Iya makasih sayang"


Cup..


"Aku senang malam ini, kamu udah gak terlalu polos lagi. Lain kali kita main yang lebih jauh lagi" kata kak Arpan dengan senyumnya


"Main kemana?" tanya ku


"Di sini juga. Maksudnya main ke tahap selanjutnya" kak Arpan dengan senyuman jahat


"Ah gak mau"


Dipegangnya leherku dan diciuminya aku


"Emhh ahh.. stopp emhh.." desah ku


Kak Arpan terus menciumiku, tangannya tidak hanya diam .Tangannya bermain ke pa**** ku lagi. Dipelintirinya pu**** ku sampai rasanya sudah mengeras.


"Emhh.. ahh.." semakin keras kak Arpan meremas pa**** ku


"Oke oke aku selesai"


"hah hah hah" nafasku terengah-engah


"Aku pulang sayang muachh" kata kak Arpan


"iya hati-hati" jawab ku


"Ah iya, gimana ya? Kan di kos ini cuma ada aku dan kaka di sebelah kamar ku. Bagaimana kalau kakanya mendengar kami berdua tadi? Aku takut. Apa aku chat aja kakanya? Mana handphone ku?" kata ku ngomong sendiri


Aku baru saja memegang handphone dan ternyata sudah banyak pesan dan telpon. Pesan dari kaka sebelah kamarku yang katanya tidak di kos karna menginap di rumah temannya lalu chat dan telpon dari kak Onang.


Setelah itu mandi dan lekas tidur. Besoknya aku baru balas chat mereka berdua. Kak Onang langsung menelpon aku katanya dia khawatir.


Malamnya aku dan kak Onang pergi jalan berdua. Aku berbohong dengan kak Arpan, aku bilang aku pergi ke rumah Lidia sedang mengerjakan tugas dan memintanya untuk tidak menghubungi ku.


Kami berdua pergi ke caffe terus mengelilingi kota berdua, berpelukan, bersama. Sampai di depan kos ku.


"Ah sayang aku mau ngomong sesuatu" kata kak Onang


"Iya ada apa?"


Langsung dipeluknya aku dengan erat sampai aku hampir tidak bisa bernafas. Dipegangnya daguku lalu diciumnya aku, lidahku diajak lidahnya menari nari.


"Maaf, aku gak bisa lanjutin hubungan ini" kata kak Onang


"Gak tau kenapa hati dan pikiran aku saat ini tidak sinkron"


"Oh ya udah gakpapa"


"Arghh.. maaf aku bodoh, tapi kali ini benar-benar hati dan dan pikiran aku tidak sama. Maafin aku Tata sayang"


"Iya ya udah gakpapa" jawab ku dengan santai


"Kamu gak marah?"


"Gak lah ngapain juga"


"Gak mau nampar aku gitu?"


"Kak, ngapain lah aku marah-marah sampai nampar gitu. Kan itu hak kaka, jadi ya udahlah gapapa"


"Bagus kalo gitu, nanti kalo ketemu jangan sombong ya" mencubit pipiku


"Iyaa.. ihh sakit tauu"


"Bye.."


"Bye hati-hati"


Aku naik ke atas, buka pintu, ganti baju, cuci muka dan kaki, rebahan, terus cerita ke Lidia dan Rizka tentang barusan tadi.


Besoknya di kampus


"Ta, beneran udah putus sama kak itu?" tanya Lidia dengan suara keras


"Lu ngomong biasa aja dong. Kedengeran yang lain nanti gimana?" kataku


"Iya nih lu kebiasaan dah. Eh iya kenapa sih jadi putusan? Tapi gakpapa sih mumpung belum ketauan sama kak Arpan hahaha" kata Rizka


"Iya nih beruntung banget. Untung aja gak ketauan. Tapi suatu saat aku harus bilang sebelum kak Arpan yang tau duluan" kata ku


"Iya iya.. Eh btw ni kita mau makan apa habis kuliah?" tanya Lidia.


"Ya ampun makan dulu dah lu. Diet woy diet wkwkwkk" kata ku dan Rizka


.


.


.


.


.


Hai hai halooo gais👋❤


Suka gak sama ceritanya? Kalo suka komen aja ya


Cerita ini hanya karangan semata, bukan kenyataan yang sesungguhnya namun bila ada kesamaan yang ada di dunia nyata, mohon dimaafkan


Jangan lupa baca terus, kasih like terus dan jadikan novel ini favorit kamu yahh😘😘


TERIMAKASIH


Mangatss❤