
"Yang ini kosnya?" tanya kak Arpan.
"Iya yang ini ka. Udah stop di sini aja, makasih ya kak Arpan" ucapku.
"Oh iya Ta sama-sama. Eh btw kamu malam minggu ini sibuk gak sih ?" tanya kak Arpan dengan wajah yang penasaran.
"Kayanya gak tuh. Kenapa kak ?"
"Mau temani aku menyusun konsep kegiatan kita ?" dengan penuh senyuman
Aku awalnya malas karna mau nonton drama korea kesukaanku karna udah jadwalnya tayang, tapi ya udahlah gakpapa ye kan bisa nonton di sana juga gakpapa ujarku dalam hati.
"Ya udah okelah ka. Gak lama kan kak ? Emang di mana kak ?" tanyaku.
"Gak lama kok, gimana kalo inmart dekat bandara ? Di situ pemandangannya bagus kalo malam" katanya
"Oh oke. Nanti chating aja kalo kakak mau otw kos aku" ujarku dengan muka heran karna dia senyum-senyum seperti orang aneh. Dia hanya bilang oke dengan memakai isyarat tangannya dan senyum-senyum seperti orang kegirangan.
..............................................................................................................................................................................................
Keesokan malamnya yaitu malam minggu. Lidia berencana mengajakku jalan-jalan.
"Ta, ayok jalan, kemana gitu terserah yang penting keluar dari kos" ucap Lidia
"Gak bisa lid, aku udah ada janjian sama kak Arpan buat nemenin dia nyusun konsep kegiatan itu" jawabku
"Aaaa ciee jalan sama kak Arpan. Eh aku setuju aja sih kamu sama kak Arpan. Kak arpan kelihatannya baik kok ke kamu. udah jadian aja sana. Cowok tuh tandanya ngajak jalan, alasan aja nyusun konsep kegiatan hahahahha" Lidia tertawa dengan keras.
Gak disangka kak Arpan udh ada di lantai bawah. Kos aku ada lantai 1 dan lantai 2. Sedangkan kos aku di lantai2. Jadi aku bisa lihat kak Arpan dari atas. Akupun langsung turun menuruni tangga dan menghampiri kak Arpan.
"Kenapa kak? " ujar ku bertanya. Aku mengherankan dia melihati ku dari bawah sampai atas sambil tersenyum.
"Ayok naik, kalo lambat nanti kita pulangnya kemalaman. Pegangan yg erat yah dek" ucap kak Arpan yang terlihat senang itu.
Aku senang, senang karna bisa melihat kota yang ku tinggali dengan lampu-lampu. Sampai di sana kami membeli makanan ringan dan minuman. Ternyata di sana sangat ramai sebab pemandangan bandara yang sangat bagus dan indah kalo dilihat disaat malam hari.
"Waw bagus ih. Kenapa dari dulu gak ke sini yah sama Lidia Rizka" ucapku dengan penyesalan
Kak Arpan tertawa kecil terus bilang "untung kamu aku ajak ke sini jadi taukan tempatnya"
Aku tertawa karna aku malu udah setahun tapi tidak tau tempatnya
"Eh btw ta, kamu udah punya pacar?" tanya kak Arpan
"Belum tuh, males, ribet" jawabku
"Loh kenapa? Kan bagus jadi penyemangat di kampus" ujar kak Arpan
"Prett gak adalah yang gitu. Paling cuman beberapa yang ngerasain gitu, kadang ada yang ngerasain bahwa pacaran itu berteman dengan orang-orang tertentu kaya misal gak boleh berteman dengan lawan jenis" jawabku
"Kalo sama aku gak kaya gitu ta" ucap kak Arpan sambil melihat mataku
Aku cuma bisa diam terus berpaling arah. Gak tau kenapa tiba-tiba dada aku berasa deg-deg gitu, gugup juga. Kami banyak mengobrol membahas yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan kami. Tidak lama jam 10.00 menunjukkan waktunya kami pulang. Aku diantarnya sampai depan kos. Dia memegang tanganku dengan alasan kedinginan lalu aku membolehkan tapi tidak lama. Segeralah dia ku suruh pulang.