My Boyfriend And Me

My Boyfriend And Me
Eps13 Rayuan maut



Hai hai halooo gais👋❤


Selamat membaca yahh


.


.


.


.


.


Malam pukul jam 12 malam kami baru pulang. Aku sudah sampai kos diantar oleh Rizka dan Lidia. Aku naik ke atas, buka kunci kamar yang biasa aku taruh di vas bunga pintu kamar ku. Saat aku mau menyalakan lampu, tangan aku tiba-tiba ditarik. Mulut aku dibungkam dengan tangan seseorang dan itu membuat aku panik.


"Emm emm" suara ku yang dibungkam


"Sstt.. Hey hey ini aku kekasihmu" kata cowok itu


"Siapa? kekasihku kan ada dua" batinku


"Aku Arpan" mulai kak Arpan melepas tangannya dari mulutku dan beralih menyalakan lampu.


"Kamu ngapain si di sini? Nanti ketauan gimana?" tanya Tata yang berbicara pelan


"Gak bakal. Kamu gak tanya kenapa aku di sini?" tanya kak Arpan sambil melipat tangan di dadanya


"Oh iya kamu kok udah pulang? Katanya besok sore pulangnya"


"Aku langsung ambil tiket malam ini karna kamu tadi marah, dan aku gak mau kamu marah gara-gara hal sepele gitu" sambil melihat arah dadaku, karna saat itu aku memakai kaos putih tipis dan jaket tapi jaketnya sudah terbuka


"Ya ampun, aku tu emang marah tapi tau kan aku tu kalo marah semalam aja, besok juga udah gak marah lagi"


"Iya maaf sayang, jadi gimana kalo kitaaa..." berjalan maju di depan Tata sehingga Tata berjalan mundur dan berhenti di tembok.


Cup...


Cium kak Arpan di bibir ku


"Aku kangen kamu, aku mau kitaaa.." tangan kak Arpan langsung mematikan lampu, lampu yang nyala hanya bagian kamar mandiku saja supaya tidak terlalu gelap.


Kak Arpan memelukku, memegang kedua bahu ku dan memegang daguku sambil perlahan mencium bibirku.


Entah kenapa aku yang awalnya marah jadi tidak marah lagi dan aku malah menikmatinya.


"Emmhh eemhh henti kan" kataku terbata-bata karna desahanku


Tanpa sadar tanganku mengalungkan di lehernya. Dia mulai melumat habis bibirku, mengajak lidahku menari. Hal sensitif pada cowo itu adalah di belakang leher. Jadi aku membelai belakang lehernya, dan benar dia swmakin kuat menocumiku. Bahkan aku merasakan tangannya sudah berada di pinggangku.


Dia mulai melepaskan jaket ku dan melepaskannya dengan tergesa-gesa. Direbahkannya badanku di kasur ku. Dia menindihi badanku tapi ditahan dengan kedua tangannya. Bibirnya masih menciumiku, kadang bibirnya menuju leher lalu balik lagi ke bibir. Tapi tangannya kini tidak bisa diam lagi. Tangannya beralih masuk ke dalam kaos putih tipis yang dia incar sedari tadi.


Perlahan pelan diremasnya dada ku lalu bergerak cepat


"Emmh ahh emmhhh sayangg" kata ku yang sudah bukan kata lagi tapi desahan


Dia menciumi dan menggigit leherku yang mungkin kini sudah berwarna merah (tanda kepemilikian)


"Terus panggil aku sayang. Aku sayang kamu" bisik kak Arpan sambil menjilat telingaku


Dibukanya bajuku sampai ke atas leher. Kini terlihat pa**** ku yang tidak terlihat terlalu besar namun pas di tangan.


"Sayang, punya sekarang terlihat membesar karna aku terus meremasnya" katanya dan langsung menyerbu pu**** pa**** ku seperti anak kecil yang sedang menyusui.


Aku? Aku mengelinjang seperti cacing kepanasan karna terlalu nikmat. Diremas, diemut, bahkan digigitnya. Sakit tapi nikmat. Aku meremas rambutnya dan mendesah terus menerus.


"Ahh ahh emmhh"


Dia bahkan menyuruh ku mengemut jariku sendiri yang aku sendiri pun tidak tau fungsinya apa.


Tangan kak Arpan kini berpindah lagi, perlahan tangan kanannya melewati perutku dan berusaha membuka kancing celana levisku.


"Ahh sayangg emmhh ahh" desahanku kini terlalu berat dan lumayan panjang, karna aku tidak tau di bagian sana begitu nikmat


.


.


.


.


.


Hai hai halooo gais👋❤


Penasaran gak tangan kak Arpan menuju kemana 😄😄


Maaf yah author akhir-akhir ini sibuk tugas. Kalian suka gak sama alur ceritanya? Kalo suka komen dong😄


Maaf juga yah kalo ada sesuatu hal yang salah dan kurang, karna author baru belajar dan pertama kalinya bikin novel😁


Jangan lupa baca terus, kasih like terus dan jadikan novel ini favorit kamu yahh😘😘


Mangatss❤