
Hai hai halooo gais👋❤
Selamat membaca yahh
.
.
.
.
.
Keesokan paginya kak Arpan menelpon Tata.
Tringg.. Tringg
"Halo?" kataku
"Halo sayang, ini aku dah di bawah. Aku jemput kamu, ayok ke kampus bareng-bareng" kata kak Arpan
"Aku dah di kampus duluan" kataku yang sebenarnya bohong
"Kok gak bilang-bilang dulu sih ke aku yang"
"Udah yah ini dosennya masu masuk. Bye" ku tutup telpon dari kak Arpan
Aku memang sudah berniat ingin putus dengan kak Arpan dengan cara menjauhi kak Arpan secara perlahan-lahan.
Setiap di kampus kalo ada kak Arpan, aku berusaha mencari jalan lain supaya tidak ketemu. Aku ditelpon kak Arpan dan selalu ku matikan, aku beralasan kalo aku sibuk kuliah dan tugas.
Di malam harinya sekitar jam 12 malam, kak Arpan ngajak aku ketemu. Aku awalnya gak balas chat dari kak Arpan, tapi kak Arpan akhirnya nelpon. Lalu aku angkat telponnya, dia bilang lagi di depan kos aku mau ngomong berdua. Dengan sangat jernih dan matang, aku mau bilanh putus ke kak Arpan
"Kenapa malam-malam gini?" tanyaku
"Aku mau tanya, kamu kenapa sih sibuk terus? Aku kadang lihat kamu di kampus entah sengaja atau gimana langsung balik arah seperti gak mau ketemu aku,kamu kenapa?"
"Aku gak papa"
"Sini aku peluk dulu"
"Aku lagi gak mau dipeluk dan lepasin tangan aku. Jujur, aku udah bosan sama kamu. Aku kita putus dan juga aku gak mau pacaran dulu"
"Alasan macam apa itu?" tanya kak Arpan sambil mengeritkan alis sebelahnya
"Ya aku udah bosan sama kamu. Tiap pagi mesti berangkat bareng, malam ketemu lagi, terus chatan lagi, ketemu juga kita di komunitas. Aku mudah bosan kalo ketemu terus kaya gini. Aku gak bisa dan juga aku dah ketauan abang aku kalo aku pacaran sama kamu. Aku dimarahin"
"Gak. Aku gak mau. Aku gak percaya. Alasan macam apa ini? Gak masuk akal" kata kak Arpan
"Iya aku juga serius. Tapi ini gak masuk akal alasannya. Please jangan mengada-ada, aku hak bisa terima ini" sambil dipengang tangan Tataa
"Aku gak ngada-ada. Aku dah gak bisa lagi, maaf dan trimakasih" melepaskan tanganku dari kak Arapan
"Ta, jangan tiinggalin aku. Aku gak bisa. Aku udah sayang banget sama aku"
Tiba-tiba kak Arpan meraih tanganku dan bilang
"Jujur sama aku ta, kamu selingkuh? Siapa cowoknya? Bilang ke aku ta bilang ke aku" kata kak Arpan yang mulai emosi
"Selingkuh apaan sih? Aku gak selingkuh, emang aku nya aja yang udah bosan sama kak Arpan. Ngerti gak sih? Aku udah capek pacaran"
"Jangan bohong ta. Aku mohon jujur sama aku. Atau karna aku udah pegang-pegang kamu? Kalo iya aku janji gak akan gitu lagi, aku janji ta aku janji"
"Pokoknya aku mau putus kak. Biarpun kaka udah janji, pasti bakal ngelakuin itu lagi kan? Udahlah aku udah gak mau pacaran lagi. Aku udah capek pacaran kak. Udah bosan juga sama kaka" kataku sambil melepaskan tangannya pelan-pelan
"Tapi taa... Aku sayang sama kamu"
"Aku udah gak sayang lagi. Maaf"
Aku langsung naik ke atas kamar dan meninggalkan kak Arpan.
Saat sudah masuk kamar, aku mendengar suara kendaraannya sudah dinyalakan dan pergi.
Jadi aku sudah benar-benar putus. Memang benar, selain hal-hal yang berlebihan, aku juga bosan dengannya dan aku juga ingin hidup bebas tanpa ada larangan berteman.
.
.
.
.
.
Hai hai halooo gais👋❤
Suka gak sama ceritanya? Kalo suka komen aja ya
Cerita ini hanya karangan semata, bukan kenyataan yang sesungguhnya namun bila ada kesamaan yang ada di dunia nyata, mohon dimaafkan
Jangan lupa baca terus, kasih like terus dan jadikan novel ini favorit kamu yahh😘😘
TERIMAKASIH
Mangatss❤