My Boyfriend And Me

My Boyfriend And Me
Eps 18 Udah mau putus



Hai hai halooo gais👋❤


Maaf yah author akhir-akhir ini sibuk tugas dan kalau pulang langsung mau tidur aja bawaannya 😁


Selamat membaca gais👌😙


.


.


.


.


Malam masih panjang, aku masih bermain dengannya. Gak lama kami berhenti dan rebahan. Aku menghadap tembok membelakangi kak Arpan, sedangkan kak Arpan memelukku dari belakang sambil memainkan pu**** pa**** ku. Kami merasa sangat lelah. Meskipun tidak bermain yang benar-benar seperti hubungan suami istri. tapi ini sangat-sangat membuatku was-was.


Waktu menunjukkan pukul 3 pagi.


"Yang, aku pulang dulu muach" kak Arpan mencium keningku sambil berpamitan. n


"Iya hati-hati di jalan" jawabki sambil memakai baju


Sekali lagi kak Arpan memelukku dengan erat dan berkata "jangan tinggalin aku, aku gak bisa hidup tanpa kamu"


Aku cuma tersenyum karna dalam ini muncul pikiran ingin putus.


Setelah kak Arpan pulang, aku duduk di lantai sambil minum air putih. Aku memikirkan matang-matang bagaimana kelanjutan hubunganku dengan kak Arpan. Aku gak bisa terus menerus begini. Aku gak mau kalau keseringan dan tiba-tiba kebablasan. Aku gak mau dan aku gak bakal bisa.


Aku harus putus. Aku butuh beberapa hari buat kak Arpan marah denganku. Tunggu aja.


Keesokan harinya


Aku ritual mandi sambil luluran.


Tringgg... Tringgg..


Aku lihat itu dari kak Arpan.


"Aku benar-benar mau putus, jadi aku biarin ajalah" kataku


Nelpon sampe 5kali gak ku angkat-angkat karna emang sengaja


"Yang, kamu kenapa? Marah? Kenapa? ayok makan yang" chatting kak Arpan


"Aku lagi kumpul sama kawan-kawan ku ini. Jangan ganggu dulu" alasanku


Aku berpikir memang harusnya aku sudah menjauhi orang yang mencoba meruntuhkan bentemg pertahananku. Karna aku gak mau mengecewakan orangtua ku demi kenikmatan. Memang kak Arpan bilang gak akan main sampai bawah, tapi tangannya main sampai bawah dan aku sempay megang punya kak Arpan. Aku takut ini lebih akan keselanjutnya. Aku gak mau kalo aku gak perawan. Aku harus cari laki-laki yang nenar-benar menjaga, bukan malah menikmati semua yang aku punya.


Hari demi hari aku cuekin kak Arpan terus menerus. Aku balas chat dia pas mau tidur, pura-pura banyak tugas. Ngelak setiap diajak jalan atau telponan, alasannya lagi sama kawan. Banyaklah pokoknya alasanku.


Sampai dia akhirnya datang dan di depan kos ku. Aku sengaja matikan lampu dan ku silentkan handphoneku, supaya terlihat aku sedang tidur. Sudah banyak sekitar 3kali baru aku angkat dengan nada orang yang baru bangun tidur.


"Halo sayang aku di bawah nih, di depan kos kamu" kata kak Aroan


"Hah? Apa sayang? Aku lagi tidur kamu gangguin, kecapekan aku. Dah dulu yah" jawabnya yang pura-pura baru bangun tidur wkwk


Telponnya langsung kumatikan dan aku lanjut nonton film kesukaanku.


.


.


.


.


.


Hai hai halooo gais👋❤


Suka gak sama ceritanya? Kalo suka komen aja ya


Cerita ini hanya karangan semata, bukan kenyataan yang sesungguhnya namun bila ada kesamaan yang ada di dunia nyata, mohon dimaafkan


Jangan lupa baca terus, kasih like terus dan jadikan novel ini favorit kamu yahh😘😘


TERIMAKASIH


Mangatss❤