
Hallooo 🖐
Selamat membaca 😊
.
.
.
.
.
"Ini yang terakhir kalinya. Kamu mau apa?"
"Aku mau kita camping ke gunung berdua aja"
"Hah? Kenapa harus berdua?" aku terkejut kenapa camping harus berdua ?
"Karena aku mau menikmati malam di gunung sama kamu, ini janji gak ngapa-ngapain kok serius"
"Ya udah oke. Setelah hari ini kita selesai gak ada apa-apa lagi ya"
"Oke. Kamu kapan bisanya? Biaya semua biar aku yang tanggung"
"Aku bisanya hari jum'at malam sabtu ini"
"Oke aku juga bisa"
Setelah kak Arpan pulang, aku masuk kamar ku dan langsung merebahkan diri ke kasur.
Aku pikir ini tidak perlu diceritakan dulu ke kawan ku. Aku mau menyelesaikan ini sendiri dan aku gak perlu khawatir, karena tadi kak Arpan sudah janji gak ngapa-ngapain nanti di sana. Tetapi aku tetap harus berjaga-jaga.
Hari jum'at telah datang. Aku sudah selesai kuliah. Hari sabtu memang tidak ada perkuliahan, mungkin ada kegiatan organisasi tapi aku sudah menjadi anggota pasif.
Tringg..
Ku lihat ada pesan masuk dari kak Arpan
"Kamu di mana? Aku lagi siap-siap"
"Aku juga lagi siap-siap"
"Aku sudah depan kosmu. Turunlah" kata kak Arpan yang baru saja sampai depan kos ku
"Gimana sudah siap?" tanya kak Arpan
"Iya aku sudah siap"
"Peluk aku atau kita tidak jadi berangkat"
"Oke oke aku peluk"
"Ini hari terakhir kita bersama, jadi baik-baiklah dengan ku. Jangan seperti orang yang tidak kenal satu sama lain"
Aku cuma diam dan berharap ini segera selesai. Karna aku tidak mau berlama-lama dengannya.
Setelah sampai dan memparkirkan motor kami, kami langsung naik ke atas gunung.
Selang beberapa waktu lama mencapai atas yang mungkin karna lelah jadi tidak tau berapa menit sampai di atas.
"Iya aku mau"
Setelah memasang tenda, aku memasukkan tas kami ke dalam tenda.
Aku taruh tas kami di tengah-tengah agar ada jarak kami karena kami tidur satu tenda.
Malam sudah tiba, kami memasak popmie sambil bercerita.
Saat minum kopi, kami sama-sama menatap langit.
"Kamu inget gak? Dulu waktu awal kita pacaran, kamu gak mau aku ajak makan di luar seperti warung, rumah makan. Pasti kamu mengelak, karna kamu malu makan sama pacar. Iya kan? hha" cerita kak Arpan sambil tetawa kecil
"Ah iya.. Aku baru pertama kali ini makan dengan cowok, jadi aku malu"
Setelah minum kopi, entah kenapa aku merasa mengantuk. Mungkin ini efek dari kecapean. Biasanya aku tahan minum kopi, tapi kopi ini berbeda dari yang aku minum biasanya.
Aku merebahkan diri dan mau mengatakan hal yang jujur dengan kak Arpan.
Sedangkan kak Aroan hanya duduk di dekat pintu tenda sambil melihat keluar.
"Kak Arpan"
"Iya?"
"Aku mau jujur dengan kak Arpan. Sebenarnya waktu kak Aroan keluar kota, aku selingkuh dengan kaka tingkat ku. Awalnya kami cuma menonton film tapi setelah sampai depan kos ku, dia memeluk dan mencium ku. Aku gak sempat bilang kalo aku sudah punya pacar. Maaf kak"
"Apa? Kamu gak sempat bilang karna kamu memang mau selingkuh kan?" nada kak Arpan seperti orang yang marah tapi aku tidak bisa melihat ekspresinya karna penerangan minim membuat aku tidak jelas melihat ekspresinya.
"Maaf kak. Jangan marah ya kak. Kan kita sudah putus juga"
Tidak ada sahutan dari kak Arpan
"Ya udah kak aku mau tidur dulu. Nanti kalo aku sudah bangun, kaka yang gantian tidur"
Membuka atau menutup mata sama saja. Sama-sama gelap, Tapi saat membuka masih ada sedikit cahaya.
Aku sudah menutup mataku. Tapi tetap saja tidak bisa tidur nyenyak, padahal rasanya mengantuk berat. Ini karena aku sambil berjaga-jaga. Terdengar suara berisik yang sepertinya kak Arpan pergi keluar untuk ke toilet. Tapi aku merasa itu dekat sekali dengan ku.
Saat aku buka mata...
"Hah kak Arpan ngapain ?? "
.
.
.
.
.
Cerita ini hanya karangan semata, bukan kenyataan yang sesungguhnya namun bila ada kesamaan yang ada di dunia nyata, mohon dimaafkan
Jangan lupa baca terus, kasih like terus dan jadikan novel ini favorit kamu yahh😘😘
TERIMAKASIH❤