
Halooo 🖐
Selamat membaca 😊
.
.
.
.
.
"Aku gak sayang. Aku gak kangen. Tolong lepasin aku"
Kak Arpan yang berusaha menahan punggunh ku supaya aku tidak bisa mengelak dari ciumannya. Awalnya kak Arpan mencium pipi kanan kiri ku. Kak Arpan mau mencium bibir ku, tapi aku selalu menolaknya.
Kak Arpan memegang kedua pipi berisi ku agar bisa saling bertatap mata dikegelapan malam.
"Aku jujur, aku belum bisa move on dari kamu. Aku bisa melepaskan, tapi aku bisa kembali"
"Maaf kak. Tapi kita sudah putus, aku cuma mau kita berteman gak lebih"
"Tapi aku kangen ta. Gak ada yang bisa kaya kamu"
"Kaka aja yang gak berusaha buat cari yang lain. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri, aku mau fokus kuliah, aku sudah mau semester akhir dan kaka pun juga"
"Aku gak bisa ta. Aku sayang kamu. Aku gak bisa jauh dari kamu" kak Arpan yang benar-benar ingin menciumku
"Tapi aku gak kak. Aku gak sayang dengan kaka"
tapi aku menolak ciumannya dengan memalingkan wajahku.
"*Jujur aku emang udah gak sayang lagi dengan kaka. Sekarang pun kaka gak bisa berubah"
"Aku mau berubah, apa yang harus aku rubah? Apa? Biar aku bisa sama-sama kamu terus"
"Aku bukan orang yang baca buku 2kali. Aku gak bisa balikan dengan mantan. Memang jujur aku kangen dengan hal yang seperti ini. Tapi aku gak bisa*"
"Aku bisa berikan ini setiap kamu mau, aku tahu batasannya. Aku gak akan berlebihan. Aku janji"
"*Tapi aku gak bisa. Kamu tahu kenapa aku jadi kangen itu? Perempuan dan laki-laki punya gairah kan? Meskipun menolak tapi badannya tidak bisa. Seperti itu aku. Aku sudah menolak, tapi karna terlalu nyaman aku terbawa nafsu yang kamu berikan ke aku. Bahkan setelah kita putus, aku mengingat itu dan mau melakukannya lagi denganmu. Tapi aku sadar kalau itu adalah hal yang salah. Kita tidak tau kapan waktu kita kelewat batas dan tidak seperti yang kamu janjikan. Aku tidak mau merusak rencana masa depan ku dan kamu pasti sudah punya rencana masa depanmu juga. Semua ada batasnya dan aku memilih lebih baik tidak melakukan itu lagi"
"Gak bisa kak. Aku juga gak bisa bertahan dengan egoisnya kaka dan melarangku dekat dengan teman ku"
"Aku gak bakal gitu lagi ta. Aku janji"
"Aku minta maaf kak. Aku gak bisa. Kita berteman sewajarnya saja"
"Tapi kamu gak benci aku kan?"
"Gak kak. Kita tetap berteman"
"Bagaimana kalau aku pergi ke rumah mu*?"
"Aku tidak akan menerima siapapun. Aku tidak mau memiliki hubungan spesial dengan laki-laki di saat aku sedang mencapai kesuksesan ku atau mencapai impian ku. Aku tidak mau dilarang melakukan hal yang aku inginkan"
"Aku gak akan melarang kamu melakukan apapun. Aku akan datang membawa orangtua ku menemui orangtuamu"
"Aku gak akan menerima itu. Move on lah. Cari perempuan lain. Aku tidak mau kamu sakit hati karna ku. Itu akan membuatku terkena karma kalau aku menyakiti perasaanmu"
"Beri aku pelukan sekali ini saja"
Aku memberikan pelukan untuknya
"Ini yang terakhir kalinya. Kamu mau apa?"
.
.
.
.
.
Cerita ini hanya karangan semata, bukan kenyataan yang sesungguhnya namun bila ada kesamaan yang ada di dunia nyata, mohon dimaafkan
Jangan lupa baca terus, kasih like terus dan jadikan novel ini favorit kamu yahh😘😘
TERIMAKASIH ❤