
Hai hai halooo gais👋❤
Selamat membaca yahh
.
.
.
.
.
Malam itu aku sedang mengerjakan tugas, aku hanya memakai baju tipis dan celana pendek, ya gak papakan ya namanya juga di kos cewe pasti yang lihat cewe doang wkwk.
Tiba-tiba kak Arpan datang membawakan cemilan malam. Mata kak Arpan membulat dan matanya seperti mau keluar. Kak Arpan langsung masuk dan mendekatiku seperti mau mencium dan memeluk pinggangku. Aku kaget dan heran, kenapa kok bisa tiba-tiba datang batinku karna seharusnya kalo dia datang aku harus memakai baju yang lebih tertutup.
Kak Arpan memegang wajahku seperti mau menciumku, tapi aku langsung mendorong tubuhnya. Kak Arpan tersenyum seperti psikopat yang tegila-gila. Aku langsung pergi meambil jaketku.
"Kok kamu datang tiba-tiba si gak ngechat aku dulu? Aku lagi sibuk ngerjakan tugas" kataku
"Aku ke sini bawain kamu makanan sekalian ngasih semangat, emang aku salah? " tanya kak Arpan
"Ya iyalah salah. Harusnya chat aku dulu. Biar aku simpun-simpun dan memakai baju yang lebih rappc..emmhh" kak Arpan langsung mencium ku
"Ini hukuman kamu terlalu cerewet dan terlalu menggoda. Kamu mau menggoda siapa? Teman laki-laki mu? Atau kaka yang punya kos ini?" tuduhnya kepada ku
"Goda siapa? Di sini gak ada siapa-siapa juga. Jangan berburuk sangka dulu bisa gak sih? kesalku
"Berarti kita bisakan berduaan?" goda kak Arpan sambil memegang leherku dan aku kegeliaan.
"Emmhh.. stop kak eemmhh ahh" mulutku langsung diserbunya, bibirku dilumatnya, kepala ku ditahan dengan tangannya agar aku tidak bisa menghindar. Jujur aku takut kalau ketahuan kaka kosnya tapi tubuh ini berkata lain.
Cukup lama kami berciuman. Mulai tangan kak Arpan menaiki tangannya yang bermula di pinggang sekarang merangkak ke bantalan empuk yaitu pa**** ku. Meskipun kecil tapi dia senang memainkannya. Jaket yang menutupi itu sudah dibukanya dengan pelan. Kak Arpan menyuruhku berdiri dan mendorong ku ke belakang pintu kamar kos ku dan menutup pintu kamar agar orang tidak melihat.
Tanganku.. Tanganku keduanya tanpa sadar melingkar di lehernya. Tangan kananku sengaja membelai belakang leherenya yang merupakan kelemahannya. Tapi ternyata itu tidak berfungsi malah membuatku sakit. Karna dia kegelian, digigitnya dengan keras bibir bawahku "emmhh sakitt" kataku
"Emmhhh ahh jangann di situu emhh gelii ka emhh ahh" ujar ku karna tidak biasa diciumi bagian leher yang mungkin saat ini sudah berwarna merah kebiruan.
Kak Arpan mengangkat baju ku ke atas supaya dia bisa menjilat dan mengemut pu**** ku. Habislah punya ku mengeras. Tangannya sempat memegang tanganku supaya turun ke bawah. Seperti menyuruh ku memegang sesuatu. Tapi aku selalu menolak. Aku takut memegang hal yang tidak aku tau.
"Kak cukupp emhh ahh akuu sukkaa ahh" entah kenapa aku tidak ingin tapi tubuh ini ingin. Tangan kirinya menusuk nusuk bagian sensitifku dari luar celanaku. Membuat badanku gelinjang seperti cacing kepanasan.
"Kamu basah sayang" katanya sambil tersenyum
Aku berpikir kenapa malam ini sangat panjang. Aku bahkan tidak melihat jam. Setiap diciumnya aku selalu tutup mata, seperti menikmati tapi dalam otak menolak dan menolak. Kak Arpan bilang..
"Aku sayang kamu terimakasih aku menikmati suara desahanmu" bisiknya di telingaku
"Iya aku juga sayang kamu" jawabku dengan terengah-engah karna sudah terlalu lelah.
.
.
.
.
.
Hai hai halooo gais👋❤
Maaf ya author akhir-akhir ini sibuk tugas. Kalian suka gak sama alur ceritanya? Kalo suka komen dong😄
Jangan lupa kasih likenya dan komen yahh😘