My Boyfriend And Me

My Boyfriend And Me
EP 22



Halooo 🖐🖐


Udah lama nih gak up 😁


Maaf ya 😊


Selamat membaca


.


.


.


.


.


Setelah sekian lama kami tidak bertukar kabar. terkadang aku dan kak Arpan saling berpapasan tanpa ada satu katapun. Terkadang aku malu, aku takut dengan tanggapan orang-orang yang melihat kami. Apalagi teman-teman ku. Aku tidak mau orang lain berpikir kami masih pacaran.


Waktu itu ada acara kegiatan komunitas kami. Aku sebagai panitia dan dia sebagai senior yang mengawasi kegiatan kami. Aku harus profesional, harus bersikap yang sewajarnya. Saat kami mengadakan rapat, dia sesekali bertanya dan itu membuat ku gugup. Tapi setelah rapat-rapat berikutnya dia tidak bertanya lagi.


Saat kegiatan dimulai pun terkadang kami saling menatap lalu pergi. Mungkin kami sendiri menyadari bahwa kami terlalu jauh sampai tidak bisa berbicara. Aku akhirnya bersyukur, karna kegiatan kami tanpa disadari berakhir dengan cepat. Aku merasa bersalah dengan sikap cuek ku dan aku tidak pernah merespon setiap sapaannya.


Waktu mulai berlalu, aku pernah sekali melihatnya dari jauh, aku langsung menghindar berbalik arah. Mungkin dia tau aku menghindari dia. Hari sabtu aku sedang libur, aku membersihkan kamar kos ku. Aku menemukan barang-baran yang tidak terpakai bahkan barang-barang yang bukan punyaku. Ada barang punya teman ku dan ada juga barang kak Arpan yaitu buku yang pernah aku pinjam.


Aku berpikir mungkin aku akan menghubungi dibesok hari. Besok paginya aku menghubungi kak Arpan untuk mengambil bukunya di kos ku dan dia mengiyakan. Tapidia hanya bisa mengambilnya pada malam hari karna kegiatannya yang sibuk. Aku benar-benar biasa saja. Karna memang aku sudah tidak punya perasaan apa-apa lagi dengan kak Arpan.


Dan akhirnya malam itu pun dia menghubungi aku pada jam setengah 11 malam. Kak Arpan bilang kalau dia sudah ada di depan kos ku.


Karna hari itu seharian aku tidak kemana-mana, jadi aku turun mengantarkan buku itu ke bawah dengan kaso tengtop, memakai jaket tipis dan celana pedek. Kak Arpan melihat ku seperti sudah lama tidak melihat ku. Aku langsung memberikan bungkusan yang isinya buku punya dia.


"Kak, ini bukunya. Makasih ya" kata ku sambil memberikan bukunya. Kak Arpan hanya menatapku seperti melihat sesuatu yan aneh.


ku usir kak Arpan karna urusan ku dan dia sudah selesai


"Kamu mau ngusir aku? Nanti dulu, tunggu sebentar" tangan kak Arpan yang sambil menahan tanhan ku.


"Kamu gak kangen aku ta?" tanya kak Arpan yang sambil menatapku.


"Gak. Ngapain kangen. Gak penting juga"


"Sini dekat aku. Aku ma ngomong sesuatu" katanya sambil menarik tangan ku


"Apaan lagi sih? Jangan yang aneh-aneh. Kita ini cuma teman"


Tiba-tiba kak Arpan memelukkan. Aku berusaha keras mendorong, tapi dia benar-benar memelukku. Aku merasa kak Arpan sepeti mencium leher ku. Aku merasa geli.


"Kak Arpan lepasin! Dan tolong ini sudah malam. Kalo orang ngelihat atai dengar gimana?"


"Ahh ini sangat geli. Jangan mencium leher ku"


"Kamu jangan mendesah, nanti aku bergairah. Melihat tubuhmu saja sudah membuat ku bergairah. Biarkan aku memeluk mu sekali ini saja. Aku kangen kamu ta. Sayang" jawab kak Arpan yang semakin erat memelukku.


"Aku gak sayang. Aku gak kangen. Tolong lepasin aku"


.


.


.


.


.


Cerita ini hanya karangan semata, bukan kenyataan yang sesungguhnya namun bila ada kesamaan yang ada di dunia nyata, mohon dimaafkan.


Jangan lupa baca terus, kasih like terus dan jadikan novel ini favorit kamu yahh😘😘


TERIMAKASIH ❤