
Hai hai halooo gais👋❤
Selamat membaca yahh
.
.
.
.
.
Aku yang masih terduduk dengan kaki terbuka lebar masih saja terus mendesah karna tangan kak Arpan yang di bawah sana membuat ku merasa geli yang tidak bisa ditahann..
Tangan kak Arpan mulai keluar masuk dengan pelan di ****** ku di bawah sana. Merebahkan aku secara paksa dan melepaskan celana pendek dan CD ku. Aku cuma bisa pasrah dan menangis.
"Ahhh kak maaf maaf kak. Aku gak mau kayagini kak maaf kak maaf" aku menangis tersedu sedu tetap saja dia tidak menghiraukan aku.
"Nikmatilah sayang, kalau kamu mendesah maka ku anggap kamu menikmatinya" katanya sambil mencubit pipi kiri ku.
Dia mulai membuka lebar kedua kaki ku mengangkang. Seperti seorang ibu yang mau melahirkan. Sedangkan dia berdiri dengan lutut di tengah kedua kaki ku yang terbuka lebar.
"Ingatlah, kalau kamu mendesah terlalu kencang, bukan hanya membuat kita malu, harga dirimu sebagai wanita juga tidak ada lagi" ancam kak Arpan kepadaku
Aku hanya bisa pasrah dan menangis. Aku mulai merasakan ada sesuatu yang masuk di bawah sana. Mulai terasa keluar masuk dengan pelan lama kelamaan semakin cepat membuatku mendesah meminta kak Arpan segera menghentikan tapi tidak dihiraukan
"Arggh sttop kak aahh stoop. Ma ma af kak aaahhh ahh ahhh"
"Ini namanya mengocok sayang, kamu akan merasakan pelepasan setelah ini. Ini juga adalah hal yang aku inginkan sejak dulu sayang" bisik ka Arpan
Semakin cepat semakin cepat dia mengocok dalam ****** ku. Sesekali aku menahan desahan ku dengan menggigit bibir bawah ku.
"Ahh kak ahh aku ma mau ke keluarr ahh"
"Keluarkan sayang ahh kamu enak sekali"
"Ahhhh"
Pelepasan pertama sudah dilakukannya. Aku merasa ada cairan yang keluar. Kak Arpan menunduk dan menjilati semua yang di bawah sana.
"Cup cup aahh kamu sangat manis sayang aku sudah tidak sabar dengan intinya ahh"
"Ahh kak cu kup aahh. A aku mau balikan lagi ahh asal jangan begini kak ahh"
"Pacaran kalo gak beginian rasanya hambar ta. Ayo kita selesaikan malam ini"
Dia menuntun tanganku agar memegang adik kecilnya itu. Aku terus saja menahan tapi dia sangat kuat.
"Cepat pegang, ini dia adik kecil ku. Namanya saja adik kecil, tapi dia besar dan sangat liar. Dia siap menerkam mu malam ini sayang"
"Gak kak gak. Aku gak mau kak pliss kak. Aku gak bisa kak tolong kak aku mohon"
Aku memohon sesekali aku mendorong badan dan tangannya agar tidak.menyentuhku sambil menangis.
"Ini hanya sakit sedikit sayang toh kamu juga menikmatinya"
"Gak kak aku mohon kak pliss masa depan ku masih panjang kak. Maaf kak aku mohon"
Kak Arpan tidak menghiraukanku biarpun aku menangis tersedu sedu
Aku merasa ada yang menggesek gesek di bawahku.
Kak Arpan sudah mulai menggesek gesekkan adik kecilnya ke ****** ku dengan pelan
"Wuhuuu ahh enak sayang ahh" desah kak Arpan yang terlihat sangat bahagia dan tidak menghiraukan Tata
"Pliss kak aku mohon pliss. Tolong jangan kak aku gak bisa. Aku harus mewujudkan impian orangtua ku dulu kak. Aku mohon kak"
"Sebentar sayang aku masih perlu memanjakan adik kecil ku ahhh sayang enak ahh"
"Kak aku mohonn pliss kak huuhhu" aku menangis dengan keras dan tersedu-sedu sampai tiba-tiba kak Arpan terdiam dan muali memasukkan adik kecilnya kedalam CD ny lagi.
"Maaf. Maafkan aku ta. Aku khilaf aku mohon maaf. Aku sayang kamu. Aku gak mau kamu berpaling dari ku. Maaf aku sudah kelewat batas dan ini hampir saja... Maaf ta maaf" sambil memelukku dan mengatakan maaf.
Aku hanya bisa menangis di dadanya yang bidang karena terlalu takut.
.
.
.
.
.
Cerita ini hanya karangan semata, bukan kenyataan yang sesungguhnya namun bila ada kesamaan yang ada di dunia nyata, mohon dimaafkan
Jangan lupa baca terus, kasih like terus dan jadikan novel ini favorit kamu yahh😘😘
TERIMAKASIH❤