My Boyfriend And Me

My Boyfriend And Me
PROLOG



Namaku Tata Kamila biasa dipanggil Tata. Aku ada seorang mahasiswi semester 3 yang baru saja bergabung ke salah satu komunitas yang ada di kampus. Awal kisahku yang banyak orang mengira aku ini adalah wanita yang terlalu polos sampaii tidak mengerti pacaran menurut teman-teman di kampus ku. Aku tidak pernah menyangka, pertama kali aku berpacaran dengan cowok yang aku kira awalnya baik ternyata isi otaknya mesum alias 18+ dan anehnya aku tidak percaya dia bisa membuat aku seperti itu.


......................................................................................................................................................................................................


Suatu pagi aku bersiap-siap pergi ke kampus untuk kuliah.


“Ta kuliah gak? Ayok berangkat” ujar


Lidia yang sedari tadi menungguku.


“Iya ih ni otw keluar kamar.”


Sampai waktu semua perkuliahan ku


selesai dan berangkat pergi kumpul komunitas di taman bersama temanku namanya


Lidia dan Rizka. Saat itu aku memang sedang malas mendengarkan apa kata kaka di


komunitas itu dan sampai selesai aku selalu termenung memikirkan kapan ini


selesai karna aku sudah capek seharian kuliah.


Setelah


dibubarkan, ekspresiku seketika ceria karna ingin cepat pulang. Aku, Lidia dan Rizka melangkah ke parkiran. Tiba-tiba ada seseorang yang memegang pundak ku dan aku berbalik,


"kamu Tata ya? Udah tau aku kan?" ucap laki-laki berkulit sawo matang itu. Aduh kaka ini bikin kaget saja.


“Aku Arpan coordinator dari divisi socialisasi dan kepedulian” ucapnya.


“Oh itu iya ka. Maaf kak, aku Cuma tau muka kaka tapi lupa nama kaka hhe. ” senyumku sambil menggaruk kepala belakangku.


“Oh gakpapa. Jadi kamu divisi yang mau membantu kegiatan proker kami ya? Boleh minta nomor whatsaap nya biar bisa masuk ke dalam grup?”, ucap kak Arpan dengen senyum.


“Iya boleh ka. Nomor aku 082255xxxxxx.” Jawabku.


“Makasih ya, kamu manis”, ujarnya sambil senyum malu-malu. Aku hanya bisa membalas senyumannya dan aku gak baper (bawa perasaan).


...................................................................................................................................................................................................


Dari awal masuk kuliah aku memang tidak mau berpacaran, karna itu sangat mengganggu kuliah. Kalo Cuma berteman gakpapa. Jadi aku tidak pernah baper jika ada yang merayu atau memujiku. Aku tidak pernah menganggap diriku cantik, hanya saja aku merasa aku imut hahahaha


Seiring berjalannya waktu, aku sering bertemu dengan kaka itu kami sering kumpul, sharing membahas kegiatan. Saat itu aku tidak tau mau pulang dengan siapa karna Lidia pergi duluan kerja kelompok.


Tiba-tiba suara memanggil ku dari belakang dan aku reflek megengok ke arah yang memanggil ku.


"Tataaa.. Gak sama Lidia?" ucap kak Arpan.


Aku cuma menggeleng mengartikan kada tidak.


"Kamu mau pulang? Aku antar mau gak?" ajak kak Arpan.


Awalnya aku menolak, tapi karna dia baik dan dia koordinator divisi kegiatan jadi aku terima. Dia baik, aku dan dia ngomong di jalan. Bukan tentang bahas kegiatan, tetapi tentang perkuliahan pada hari itu. Aku rasa dia memang baik dan memiliki santun.