
Hallooo 🖐
Selamat membaca 😊
.
.
.
.
.
"Hah kak Arpan ngapain di sini?"
Suara brisik yang aku kira kak Arpan sedang keluar ternyata kak Arpan menghampiriku dan sekarang sudah berada di atasku. Sedang menatap ku dan terlihat ekspresinya yang samar-samar sepertinya sedang menahan emosi. Mungkin karna aku menceritakan hal tadi kepadanya.
"Kak, sadar kak. Kaka ngapain? Minggir minggir!! Aku gak suka. Kaka udah janji waktu itu gak gini" aku menepuk badan kak Arpan tapi tetap saja dia bertahan di atas badan ku dengan kedua tangannya di samping wajahku
"Kamu tau? Aku berjanji dengan diriku sendiri gak bakal ngapa ngapain kamu. Tapi selama kita pacaran, kamu selingkuh? Biarpun kita sudah putus, aku tetap kasih kamu hukuman"
"Tapi kak.." kak Arpan langsung mendaratkan bibirnya ke bibirku. Menciumku dengan kasar. Pasti dia emosi. Aku salah, harusnya aku ceritakan saat pulang, tapi malah di sini dan akhirnya begini.
Aku berusaha kerasa mendorong kak Arpan tapi tenaga ku tidak sebanding dengan tenaga laki-laki. Kedua tangan ku terkunci dengan jaket kak arpan yang diikatnya dan ditaruh keatas. Jaketku yang awalnya tertutup jadi terbuka kancingnya tanpa aku sadar.
Kak Arpan sudah mulai menciumi leher ku sambil ******* dada ku dengan kasar
"Ahh sttop kak aah"
Sudah berapa kali aku bersuara tetap saja kak Arpan tidak menghiraukannya. Saat mendengar suara desahan ku,kak Arpan berbisik di telinga ku
"Sayang, desahan kamu sangat sexy aku suka. Tapi jangan terlalu keras" senyum sinis kak Arpan.
Kak Arpan sengaja menyalakan senter di atas tenda digunakannya untuk memperlancar aksinya menjamah ku.
"Ahh geli kak ahhh" kak Arpan terus saja mencium leher ku sambil menggigitnya sebagai tanda kepemilikan. Tangannya bergantian ******* dada ku.
Kedua tangannya sudah mulai melepas tanganku yang sedari tadi ditahannya ke atas. Tangan kanannya masih ******* dada ku sampai ke ****** ku. Tangan kiri mengelus leher ku agar aku merasa geli.
Aku berusaha keras mendorong badan kak Arpan dan dia terdorong mundur. Aku langsung duduk dan mundur paling pojok.
"Jauh!! Aku gak mau seperti ini!! Aku gak bisa!! Jangan berharap kita berteman lagi! Aku mau pulang!! " kata ku sambil emosi sambil melepas ikatan di tangan ku.
"Kamu yakin mau pulang? Dengan siapa? Yakin? Kalo kamu pulang, kamu bisa lrbih parah daripada ini" kak Arpan merangkak maju perlahan dan ekspresi wajahnya seperyi penjahat di tv tv
"Ii ya aku ya yakin. Jauh sana jauhh!! Aku pulang"
"Aaaku aahhh sstoopp kak ahhh"
Tangan kanannya menggesek ke bawah ku dan membuat aku mendesah. Ini hanya dari luar, bagaimana jika di dalam??
"Mana nyali keberanianmu yang katanya mau pulang? Kamu saja berdesah dan menikmati setiap sentuhan ku"
Tangan kak Arpan semakin cepat menggesekkannya. Tangannya mulai masuk ke celana pendek yang aku gunakan. Dia mulai meraba di bagian bawah sana.
Flashback
Sebelum berangkat aku memakai celana kulot yang longgar dan tidak ketat. Aku tidak bisa tidur dengan celana panjang, jadi aku melepaskannya dengan menggunakan celana pendek tapi tidak terlalu pendek dan tidak ketat lalu aku tutupi dengan selimut kecil yang aku bawa.
Lanjut
Dia mulai bermain-main di bawah sana, memutari setiap inci dan aku merasa ada jari kak Arpan yang masuk ke sana. Aku mendesah terus dan terus. Tangan kak Arpan tidak ada yang diam, semuaa bergerak. Tangan kirinya memegang belakang kepala ku menahan agar aku tidak melepas ciuman kami.
"Emhh ahh emmh aakuu tii daak biss emh saa ber naa ffas" langsung kak Arpan melepaskan ciumannya untuk kami mengambil nafas kami.
Tangan kanan kak Arpan yang ada di bawah sana masih memutarinya dan membuat ku semakin mendesah
"Ah ah ah ah maaf ahh maaf aku salah aahh maaf tolong jangan seperti ini ahhh"
"Bibir kamu manis, suara desahan mu sexy, bagaimana kalo aku merasakan yang ada di bawah sana? Apakah terasa manis seperti bibirmu juga?"
"Ahh jangann aku minta maaf.. Ahh aku tidak bisa.. Ahh ahhh aku geli ahh"
Aku yang masih terduduk dengan kaki terbuka lebar masih saja terus mendesah karna tangan kak Arpan yang di bawah sana membuat ku merasa geli yang tidak bisa ditahann..
.
.
.
.
.
Wuhuuu deg degan yah bacanya awokawokawok
Cerita ini hanya karangan semata, bukan kenyataan yang sesungguhnya namun bila ada kesamaan yang ada di dunia nyata, mohon dimaafkan
Jangan lupa baca terus, kasih like terus dan jadikan novel ini favorit kamu yahh😘😘
TERIMAKASIH❤