My Boyfriend And Me

My Boyfriend And Me
Eps 14 Rayuan maut part 2



Hai hai halooo gais👋❤


Selamat membaca yahh


.


.


.


.


.


Tangan kanan kak Arpan melewati perutku dan berusaha membuka kancing celana levisku.


Aku mendesah berat dan lumayan panjang daripada biasanya. Aku merasakan kenikmatan saat dia memainkan tangannya di bawah sana


Dengan jarinya, dia mampu membuka gerbang pusakaku. Jari tengahnya masuk dengan lincahnya.


"Ahh ahhh ahhh emmhh ahhh ahhh sa yangg" desah ku yang begitu panjang dan terbata-bata


#Flashbak


Seminggu sebelum kepergian kak Arpan, dia ngajak aku nonton film yang aku sendiri gak dikasih tau judul filmnya apa. Kami berdua nonton di kamar ku. Kamar ku begitu sepi karna sudah larut malam. Kami berdua menonton filmnya pakai headset (karna dia yang suruh, katanya supaya lebih kedengeran aja)


"Sayang kamu harus nonton ini biar belajar" kata kak Arpan


Aku ya cuman ngangguk aja


Sepertinya film luar negeri, gini filmnya. Cewek itu pergi ke kantor dengan baju yang seksi. Ada cowok yaitu direkturnya selalu menatap ke cewek itu. Mereka rapat gitu, terus karna kemalaman, bos cewek ini ngajak tidur di hotel. Ternyata bos ini nakal dan mencoba untuk memperkosa.


"Woy ini film apaan" kataku sambil ngegas


"Tonton aja sayang"


Aku bersandar di pundaknya dan gak sengaja ketiduran tanpa sepengetahuan kak Arpan, karna dia serius banget nontonnya. Aku terbangun gara-gara mendengar suara ah ah ah ah ah


Aku buka mata dan... jeng jeng jengg


Dalam film itu si bos sama karyawan cewe seksi lagi begituan. Awalnya gitu, si bosnya megang kemaluan cewek itu dengan suara begitu. Aku pura-pura tidur padahal dalam telinga ini aku mendengar suara desahan-desahan itu.


"Yang yang nanti kitaaa.. Ceelah malah tidur dia. Gemes banget sii kamu" kata kak Arpan


"Yang, nanti kita begituan mau gak? Aku jamin kamu bakal ngerasain yang namanya kenikmatan habis aku pulang dari kegiatan aku. I love you sayang cupp" bisik kak Arpan dan mencium kepalaku


#Lanjut


Desahan ku pada malam ini persis seperti waktu aku nonton film itu. Dia berusaha mengacak-acak di dalam kemaluanku.


Aku cuma bisa mendengar kenikmatan sampai aku meremas seprei di samping ku.


"Ahh sayangg ahh ah ah"


Lalu dia mencoba menutup mataku dengan slayer punya kak Arpan.


Aku merasakan ada yang menusuk-nusuk keras di kemaluan ku. Aku tidak tau tapi ini sangat nikmat dan membuatku mendesah.


"Pegang dan kocokkan dia untukku" bisik kak Arpan


Tangan kak Arpan memaksa ku supaya memegang sesuatu yang dia katakan. Aku awalnya takut, saat dia memaksa dengan kasar akhir aku pegang. Besar dan keras, ukurannya mungkin lebih besar dari segenggam tanganku.


"Ahh sayang teruskan.. kocok teruuss sayang" desah kak Arpan


Baru kali ini aku mendengar desahan kak Arpan dan apa ???


Kocok ???


Jangan jangan ini adalah???


junior kak Arpan, batinku yang kaget dengan mulut terbuka


"Yang kuat sayang ngocoknya ah ah ah"


Kak Arpan menggenggam tanganku dan menggerakkan tangan ku supaya aku bisa mengocoknya lebih cepat


"aah aah sayang"


Sesuatu cairan ada di perutku yang tidak aku tau itu. Dijilatmya cairan yang ada di perutku. Aku menggelinjang seperti cacing kepanasan karna geli. Tangan kanannya bermain lagi ke arah bawah sana. Digerakkannya dengan kuat jari tengahnya naik yang sudah berada di dalam.


"Ahh aahh aahh aahh aku gak kuat" desah ku kenikmatan


"Keluarkan, jangan ditahan sayang. Aku akan buka celana kamu"


Aku merasakan ada cairan yang keluar dari kemaluan ku. Lalu tanpa persetujuanku, kak Arpan mulai melepas celana ku. Kini terlihatlah kemaluanku di depan matanya. Didorongnya kaki ku dan dibuka seperti oran yang sedang melahirkan.


Cupp cuup cuupp slepp sllep


Ahh.. ini begitu nikmat ahh, batin ku


Kak Aroan mencium dan menjilati kemaluanku yang basah sudah karna cairan yang keluar dari sana. Lidahnya sangat begitu lihai sampai-sampai membuatku begitu kenikmatan dan mendesah yang membuat kak Arpan semakin terangsang


"Ahh emhh ahh sayang teruss ahh" desahku yang semakin menggila


Setelah 1/2 jam kemudian, kami berdua rebahan. Aku menghadap tembok, sedangkan kak Arpan di belakangku sambil memegangi pa**** ku dan meremas pelan lalu memainkan pu**** ku yang sudah mulai mengeras.


Aku memejamkan mataku dan ini hal ternikmat, batinku.


.


.


.


.


.


**Hai hai halooo gais👋❤


Maaf yah author akhir-akhir ini sibuk tugas. Kalian suka gak sama alur ceritanya? Kalo suka komen dong😄


Maaf juga yah kalo ada sesuatu hal yang salah dan kurang, karna author baru belajar dan pertama kalinya bikin novel😁


Penasaran kan sama cerita selanjutnya? Baca terus yah👌


Jangan lupa baca terus, kasih like terus dan jadikan novel ini favorit kamu yahh😘😘


Mangatss❤**